Manusia memiliki pilihan-pilihan sikap terhadap Al Qur'an. salah satu diantara mereka yaitu yang memilih menjadikan Ayat-ayat Tuhan sebagai permainan. mereka mengurangi dan menambah ayat-ayat sekehendak hati mereka. di maksudkan agar ayat -ayat itu kontekstual terhadap kondisi zaman, padahal justru mereka merusak zaman dengan perbuatannya itu.