Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Kopi Itam Adik Manis

Aku ingin berandai-andai.

Suatu ketika hujan mengguyur rumah kita dik
Saat itu dingin mencengkeram dinding rumah kita
Sedang melodi rintiknya seolah tak urung selesai

Saat itu aku sedang duduk di serambi rumah kita
Menatap lamat-lamat kembang yang kau tanam dihalaman rumah kita
Bunga-bunga itu menari-nari dalam irama yang menghentak-hentak
Gembira,
Sedang kau secantik biasanya, dik.
Ditanganmu segelas kopi hitam
Untukku,
Menambah sakinah dalam dadaku.

Friday, November 15, 2013

Labirin kota tua

Sudah dua ratus empat puluh waktu hari sejak pertama ku jejakkan kakiku di kota tua, kau tak pernah memberi senyum padaku. Ku tahu kau marah, waktu itu aku tak datang dimalam paling sakral dalam hidupmu.

Ku bacakan seribu alasan kau tak hiraukan, ku nyanyikan seribu lagu untuk membujukmu kau tak dengarkan, ku bacakan seribu bait puisi untuk luluhkanmu kau tak bergeming. Lalu kubawakan mawar seribu rupa agar terhibur hatimu tapi kau tetap bisu. Begitu besar marahmu padaku.

Labirin kota tua, ku tak menemukan jalan bersua denganmu.

#Wwt


Monday, April 29, 2013

Tautan hati

Saya sadar, tertautnya hati tidak selamanya bermuara pada bersatunya cinta. Dan saya juga menyadari rasa cinta boleh jadi adalah bualan nafsu belaka.

Tapi apapun itu, hati yg tertambat pada rasa yang lain dapat menciptakan nuansa. Nuansa tanda bahagia. Bahagia yg membawa pelakunya hidup dalam naungan cinta.

Mencintai seseorang

Pun jika saya mencintai seseorang, tidak ada yg saya harapkan selain merajut kebaikan bersamanya.

Membersamainya dalam suka maupun duka. Bertengkar jecil dengannya, berdamai. Melukiskan kebersamaan dalam kanvas kehidupan.

Sunday, April 28, 2013

Ketika saya merindukannya

Kalau saya merindukan seseorang, maka saya berharap dapat berada disisinya.

Tentu saat terindah ketika dapat berbagi dengannya, dalam suka maupun duka.

Karena saya tahu, bahagia tak selamanya soal berasa senang. Juga duka itu tak selamanya tentang kesedihan.

Bahagia itu, ketika dapat membagi rasa dengan orang yang kita cintai. Membagi impian, bercerita tentang peristiwa-peristiwa.

Sedang kedukaan itu, ketika kebersamaan tak lagi membuahkan cinta.

Merindukan seseorang itu ketika saya secara sistematis, mengingatnya, dan memvisualkan dirinya atau peristiwa ketika bersamanya. Sehingga serasa saya sedang bersamanya.

Semoga Tuhan beri saya kesempatan berkumpul dengan orang yang saya rindukan. Amin...

Saturday, February 23, 2013

Ulahnya melukai

Manusia terluka karena ulahnya
Ia memenuhi dirinya dengan sampah
Sampah yang membusuk dalam tubuh yang kian busuk

Busuknya hingga membuat cidera suasana
Suasana yang kadang kita butuh
Butuh karena kita suka
Suka dalam kondisi yang mejarah perasaan.