Kau yang tak pernah hilang dari baris khayalku, aku merindukanmu dengan segenap jiwaku. Jauhmu dariku, menguatkan asa bertemu. Namun kau tak lagi ada. Hatiku keruh. Tenggelam dalam duka dan nestapa.
berjuta peristiwa bersamamu, adalah kasih sayang saat itu.
Kini ia menjadi bara yang membakar luruh semangat hidupku.
Menjadi racun yang mengeroposi asaku
Hingga aku jadi debu.
Penyesalan terdalamku.
Pada rembulan, disebelah duniaku.
Showing posts with label puisi bebas. Show all posts
Showing posts with label puisi bebas. Show all posts
Sunday, March 15, 2015
Saturday, April 5, 2014
Kopi Itam Adik Manis
Aku ingin berandai-andai.
Suatu ketika hujan mengguyur rumah kita dik
Saat itu dingin mencengkeram dinding rumah kita
Sedang melodi rintiknya seolah tak urung selesai
Saat itu aku sedang duduk di serambi rumah kita
Menatap lamat-lamat kembang yang kau tanam dihalaman rumah kita
Bunga-bunga itu menari-nari dalam irama yang menghentak-hentak
Gembira,
Sedang kau secantik biasanya, dik.
Ditanganmu segelas kopi hitam
Untukku,
Menambah sakinah dalam dadaku.
Subscribe to:
Posts (Atom)