Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, March 15, 2015

Penyesalan Terdalam

Kau yang tak pernah hilang dari baris khayalku, aku merindukanmu dengan segenap jiwaku. Jauhmu dariku, menguatkan asa bertemu. Namun kau tak lagi ada. Hatiku keruh. Tenggelam dalam duka dan nestapa.

berjuta peristiwa bersamamu, adalah kasih sayang saat itu.
Kini ia menjadi bara yang membakar luruh semangat hidupku.
Menjadi racun yang mengeroposi asaku
Hingga aku jadi debu.

Penyesalan terdalamku.
Pada rembulan,  disebelah duniaku.

Monday, April 29, 2013

Tautan hati

Saya sadar, tertautnya hati tidak selamanya bermuara pada bersatunya cinta. Dan saya juga menyadari rasa cinta boleh jadi adalah bualan nafsu belaka.

Tapi apapun itu, hati yg tertambat pada rasa yang lain dapat menciptakan nuansa. Nuansa tanda bahagia. Bahagia yg membawa pelakunya hidup dalam naungan cinta.

Mencintai seseorang

Pun jika saya mencintai seseorang, tidak ada yg saya harapkan selain merajut kebaikan bersamanya.

Membersamainya dalam suka maupun duka. Bertengkar jecil dengannya, berdamai. Melukiskan kebersamaan dalam kanvas kehidupan.

Sunday, April 28, 2013

Ketika saya merindukannya

Kalau saya merindukan seseorang, maka saya berharap dapat berada disisinya.

Tentu saat terindah ketika dapat berbagi dengannya, dalam suka maupun duka.

Karena saya tahu, bahagia tak selamanya soal berasa senang. Juga duka itu tak selamanya tentang kesedihan.

Bahagia itu, ketika dapat membagi rasa dengan orang yang kita cintai. Membagi impian, bercerita tentang peristiwa-peristiwa.

Sedang kedukaan itu, ketika kebersamaan tak lagi membuahkan cinta.

Merindukan seseorang itu ketika saya secara sistematis, mengingatnya, dan memvisualkan dirinya atau peristiwa ketika bersamanya. Sehingga serasa saya sedang bersamanya.

Semoga Tuhan beri saya kesempatan berkumpul dengan orang yang saya rindukan. Amin...

Tuesday, April 16, 2013

Aku rindu

Menebal kian ku rindu
Dalam semenjak kau tak sanggup ku suakan
Aku rindukan dirimu
Bagaimanakah mengubatkannya?

Friday, April 12, 2013

oh cintaku

oh cintaku.
kau jauh dimata.
mengencangkan rindu diantara kita
menghimpit kalbuku
menyempit sakit

Saturday, March 9, 2013

Tidak takut bermimpi lagi..

berdiri ditepi pantai ngobaran
Rihlah di pantai Ngobaran


Senja ini, ingin kutuliskan sebuah mimpi. Bermimpi diatas pasir, selamanya menggoreskan inspirasi-inspirasi baru, tak peduli walau ombak datang dan menyapu habis seluruh bangunan impian pada akhirnya.

Karena... yang kuperlukan adalah bermimpi lagi. Berani bercita-cita lagi diatas puing kehancuran impian lama. Tak akan menyerah pada kehilangan satu kemenangan. Takakan hilang dihempas ombak bergantian. Selama masih ada 'azzam dalam oase jiwa, selama Iman masih bertahta disingasana cinta, selama itu pula kuperanikan untuk terus bermimpi.

Mimpi, yang kadang-kadang membuatku merasa terasing diduniaku sendiri. Mimpi yang kadang-kadang membuatku tersudut dari keramaian. Mimpi yang sewaktu-waktu mungkin menyekap jiwaku didalamnya.

Tetap akan kuberanikan bermimpi. Mimpi yang jauh lebih tinggi dari dahan bertenggernya bintang. Mimpi yang jauh lebih indah dari paduan warna pelangi. Mimpi yang jauh lebih kuat dari dentuman kuantum. Mimpi yang jauh lebih tegar dari karang pesisir pasifik.

Karena aku pemimpi..

Aku tak akan taku bermimpi lagi. Seperti dulu itu. Ketika kita masih bersama...

PERIH CINTA ; Ar Rummy



Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.

---------Ar Rummy-------------


Wednesday, March 6, 2013

Metamorfosis Cinta

Jadi, apa cintamu?
Cinta yang tenggelamkah? atau cinta yang berlayar?
Mengarungi samudra luas.

Cinta yang tumbuh, bermetamorfosis.
membuat pecinta menjadi pejuang.

Monday, March 4, 2013

dibawah atap masjid

Disini, bekas ribuan sujud terhampar
Sujud ribuan hati yang meminta

Dalam syahdu.
terbata mengucap pinta.

Tuesday, February 26, 2013

Kau Boleh Panggil Aku Akhwat 'Sesat'

Suntuk, tak ada inspirasi menulis.. saya jalan-jalan ke blog tetangga. Mmm.. tetangga jauh. dan ketemu blog yang hampir usang,. sebut saja blognya iva wulandari, intinya saya copas ya.. puisinya. tujuannya sederhana. karena saya ingin menyimpannya, unik saja. diblog pribadi saya. Tapi kalau tak berkenan bisa hubungi admin.

Kau Boleh Panggil Aku Akhwat 'Sesat'

Kau ini bagaimana?
atau
Aku harus bagaimana?
Kau bilang dakwah itu gak pilih-pilih, tapi kau memandangku nyinyir saat aku dengan senang hati menerima tawaran mengisi diskusi keislaman yang pesertanya laki-laki dan perempuan, kau bilang aku kebablasan, kau bilang tak seharusnya aku menerima tawaran itu
Aku harus bagaimana?
mengisi kajian kemuslimahan? kala kaidah sadzudzdzari'ah telah lelah kita perdebatkan
Kau ini bagaimana?
Kau minta aku gunakan facebook sebagai salah satu sarana dakwah.
Kupajang foto aktivitas-aktivitas dakwah dan keseharianku di facebook, fotoku kala aksi, fotoku kala diskusi dan kajian, fotoku kala terpilih sebagai wakil dari kampus ke konverensi di luar negeri, fotoku kala bergaul sehari-hari; kau anggap aku nakal. Sementara aku hanya ingin berdiplomasi 'tanpa kata' bahwa menjadi aktivis dakwah itu gak kuno, menyenangkan, banyak pengalaman serunya. Kau bilang hapus saja foto-fotonya
Aku harus bagaimana?
memajang foto bunga-bunga atau dedaunan yang dengannya foto-fotoku tak mampu bicara dan menembus dinding hati, memikat mad'u-ku untuk tertarik menjadi aktivis dakwah, 
bahwa menjadi aktivis dakwah itu gak primitif, 
menjadi aktivis dakwah itu masih bisa asik-asikan
menjadi aktivis dakwah itu nggak kaku
menjadi aktivis dakwah itu nggak eksklusif
dengan melihatnya dari facebook yang kau bilang ia adalah salah satu sarana dakwah yang sejauh ini efektif karena hari ini eranya dunia maya
Sementara terlalu banyak mereka dijejali dengan foto-foto kegiatan hedonis anak muda yang mereka anggap itu 'biasa dan sah-sah saja'
Kau ini bagaimana?
Kau bilang belajar itu bisa sama siapa saja, dimana saja, kapan saja. Sebagaimana hadits yang tempo hari kau sampaikan bahwa hikmah itu adalah milik muslim yang hilang, dimanapun ia menemukannya, ia berhak mengambilnya.
Ku banyak bertanya dan diskusi soal siyasah, harokah, sosial-politik ke senior-senior ikhwan, kau bilang aku ganjen. Kau minta aku tanya saja sama yang akhwat. Kutanya padamu, kau tak tau. Kutanya pada yang lain, mereka tak membidangi. 
Aku banyak baca buku feminis, marxis, sosialis, kau bilang aku kebarat-baratan
Aku harus bagaimana?
mematikan rasa keingintahuanku, memuaskan diri dengan jawaban-jawaban yang tak memuaskanku, atau berpuas diri dengan bertanya pada yang tak membidanginya, asal ia wanita, BUKAN pria.
Aku harus bagaimana?
Membaca buku tazkiyatun nafs saja agar pikiranku nggak 'keblinger'?
Kau ini bagaimana?
Kau bilang performansi diri aktivis dakwah dihadapan mad'u itu harus diperhatikan.  Aku pakai baju dan jilbab cerah, kau bilang aku kemayu. Kau bilang aku sengaja memakainya untuk terlihat cantik. Kau suruh aku memakai baju se'wajar'nya.
Aku harus bagaimana?
memakai pakaian wajar sepertimu yang kadang 'balapan', kurang matching, ASAL warnanya gelap dan model/potongannya 'gak neko-neko.'
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman ammah,
Ku datangi teman-teman ammah dan kuajak mereka diskusi dikantin, di rumah makan, di tempat mereka menghabiskan waktu, malah kau curigai aku ikut hedonis.
sementara engkau malah bersembunyi di sarang orang-orang shalih mencari kenyamananmu sendiri. menikmati khusyu' tilawah Qur'anmu seorang diri.
Aku harus bagaimana?
mengajak mereka diskusi manhaj dakwah di masjid? atau minta mereka ikut kajian kitab? sementara yang mereka butuhkan masih setahap menertibkan sholat 5 waktu
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku ittiba dan tidak taklid. Ketika pilihan sikapku lain denganmu, kau bilang aku akhwat 'sesat'. Ku baca buku  seri Kebebasan Wanita dan kujadikan ia landasan sikapku, kau bilang ikuti saja "umum"nya akhwat.
Aku harus bagaimana?
Ngikut kebanyakan akhwat saja, manut kata ustadz A,B,C saja, manut murobbi saja, tanpa kau beri kesempatan aku untuk benar-benar 'mencari' kebenaran Dienku 
Kau ini bagaimana?
Kau ingatkan aku: "Khilaf atau perbedaan pendapat dalam masalah fiqih furu' (cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah dalam agama, tidak menyebabkan permusuhan dan tidak juga kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya. Sementara itu, tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu tanpa melahirkan sikap egois, debat yang tercela dan fanatik buta."
Tapi, kau juga yang paling keras menyerangku kala kita berseberangan pilihan sikap dan batasan kemoderatan.
Aku harus bagaimana?
Aku bilang aku manut kamu, kamu tak mau
Aku bilang yasudah manut kita, kamu tak suka
Aku bilang, aku manut diriku, kamu mencaciku

*terinspirasi dari puisi karya Gus Muh  dengan judul Kau ini Bagaimana? Aku Harus Bagaimana?

Jogja, 11 September 2012
Iva Wulandari

Wednesday, February 20, 2013

Terjebak Kotak Kaca

Kembali,..
Malam ini disudut-sudut jemariku aku merenung
Merenungkan kebebabanan yang serasa berat

Kau pergilah sesuatu., pergi yang jauh.
Berharap berganti. 
Seperti bergantinya hujan dengan pelangi
Bergantinya malam dengan fajar
Bergantinya kesulitan dengan kemudahan

Aku terjebak dalam kotak kaca...

Tuesday, February 19, 2013

Cinta bersemi dijalan dakwah

"Pokoknya cinta bersemi dijalan dakwah."

Tulisan ini berkenaan dengan hadirnya undangan walimah beberapa detik sebelumnya. dari seorang karib yang juga dijalan dakwah. beberapa undangan sebelumnya juga berasalan dari para karib yang saya temui dijalan dakwah.

Belum ada semisal dari kawan se SMA dulu atau Se SMP.. mungkin karena jauh kali ya..

cinta bersemi dijalan dakwah. disetiap prosesnya kita berharap keberkahan dari Allah Swt.

dan tentu doa keberkahan untuk mempelai yang mengantarkan undangan hari ini.

Barokallahulaka wa baroka 'alaikum wa jama'a bainakuma fi khoir..

Kepada Calon pengantin yang berbahagia.

Etik dan Arwyn 

Friday, February 8, 2013

Getaran cinta

Rasa apakah ini?
Sebentuk prasangka yang mengobarkan asa
Manabur kembali mimpi-mimpi diatas singasana cinta

Kau tak beri dia bentuk
Namun jelas langkahmu telah hadir memberi kesan pada jiwa

Jiwaku bergelora
Menghendaki cintaku berbalas cinta

Cinta yang tak cukup dalam prasangkan
Namun cinta yang hidup dalam realita
Realita dakwah cinta

Saturday, January 26, 2013

Kehilangan cinta

Tidak heran jika para pecinta selalu merasa gusar..
setidaknya dia bukanlah pemiliki cinta. Tuhanlah pemilik cinta. Dia kuasa memberi dan mengambil apa yang menjadi milikNya. bahkan diri para pecinta.

Monday, December 17, 2012

Merindu bidadari

Kau,. Benar-benar aku merindukanmu.

Beberapa tahun kebersamaan denganmu, memberikan kesan yang paling berharga. Kau adalah nuansa, rasa, warna-warna cinta.

Semoga takdir mempertemukan, sebelum ia memisahkan lagi.

Thursday, November 8, 2012

Catatan lelaki yang menyerah

Hanya kepada Allah kutundukkan diri yang hina,
hanya kepada Allah kutumpahkan air mata,
hanya kepada Allah kukisahkan segala duka
hanya kepada Allah kuserahkan segala luka
hanya kepada Allah kudendangkan mantra pengabdian

Aku telah bergulat pada kemaksiatan, dan aku kalah
aku telah bergulat dengan kedengkian dan aku kalah
aku telah bergulat dengan kekuasaan dan aku kalah
aku telah bergulat dengan syahwat dan aku kalah

aku bermaksiat, maksiat itu mengosongkan jiwaku. aku kalah
aku mendengki dan dengki itu menggerogoti imanku, aku kalah
aku menguasa dan kuasa itu menghianat dan aku kalah
aku berasikh mansuk dan syahwat itu menikamku, dan aku kalah

Tuhanku...
aku kembali padaMu.
dengan jiwa yang terkalahkan aku kembali padaMu.
dengan hati yang terperikan aku kembali padaMu
dengan kisah yang memilukan aku kembali padaMu

kembali pada cahaMu yang suci
kembali pada Rahman dan rahimMu
kembali pada Jalan yang Kau ridhoi.

aku kembali
lelaki yang menyerah

reribu rasa rindu

Malam larut.. sementara itu pikiranku menerawang. Pada Bumi Anoa. tempat jasad mulia ini dilahirkan. Terbit reribu rasa rindu padanya. menguliti bungkus jejak hidup ditanah para raja. didalamnya masih ada kerinduan.

bersama rindu itu, kabar malam ini membuat hatiku resah. menggelisahkan. sesegera lalau otak dalam tempurun kepala ini mengambil fikir. starting. hendak segera pulang. disana ada yang memanggil.

bukan suara merdu, atau merdu nyanyian masa lalu. atau rindu tentang tanah kelahiran. panggilan itu, dari moral yang telah mulai hancur, dari pendidikan yang tengah dipermainkan, dari iman yang tenah terkikis, dari budaya yang terhedoniskan, suara dari perilaku yang kehilangan arah, dari sebuah sikap yang penuh dengah keangkuhan. dari suara keterpurukan moral, keterjepitan rasa.

Aku...aku Oh Tuhan.. rindu segera menuntaskan.
dan ketika tekadku membulat lalu ia meredup. sadar bahwa diri jauh dari mampu untuk berbuat dan berubah.

Maka dalam sisa waktu. aku ingin hidup dalam kesejatian musafir. yang menghidupi dirinya dengan Ilmu dan hikmah.

Saturday, November 3, 2012

Semesta cinta


aku menerima konflik ini
apa adanya
dan ku hadiahi dia semesta cinta
agar bahagia dia

read more

semesta cinta

semesta cintaku adalah keikhlasanku
sungguh bukan padamu
tapi pada Tuhanku.

akan ada, waktu dimana
semua tertentukan

ada yang menantikan
ada menyabarkan
ada yang mengindahkan
ada yang melaju berlari
ada yang berganti

kesemua itu pada akhirnya
adalah semesta cintaku