Showing posts with label tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label tarbiyah. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

The Wonderfull Tarbiyah

It's wonderfull, that we know that Tarbeyaa are really wonderfull..
Hanya sebuah ungkapan. Tarbiyah adalah satu proses yang tak akan hilang, selama ada jejak keimanan dalam diri seseorang.

Membina seterusnya mengajak manusia mengenal Alloh, meninggikanNya dan berIslam secara benar dengan utuh.

Kalau ada sebuah ungkapan untuk menggambarkan tarbiyah, kurang lebih seperti ini.

"Sedikit sekali orang yang tahu ketika salah seorang Al Akh keluar dari tempat kerjanya pada Kamis sore, tiba-tiba sudah berceramah di Al-Miniya pada saat 'Isya. Di hari Jum'at ia menyampaikan khutbah Jum'at di Manfaluth, Jum'at sorenya kedapatan berceramah di Assyuth, dan setelah Isya' pada hari itu sudah berdakwah di Suhaaj, baru kemudian pulang. Pagi-pagi buta di keesokan harinya ternyata ia sudah berada di tempat kerjanya di Kairo, bahkan mendahului karyawan lainnya. Empat forum dakwah secara beruntun di berbagai kota yang berjauhan bisa dijangkau oleh seorang Al Akh dalam waktu tiga puluh jam, lalu kembali ke tempat semula dengan tenang dan dengan stamina yang prima, seraya memanjatkan puji ke hadirat Allah atas taufiq yang dianugerahkan kepadanya. Tidak ada orang yang bisa merasakannya kecuali mereka yang mendengarnya dan turut dengan langkah-Iangkahnya." (Risalah Pergerakan)
 -----

Sungguh kerdil diri ini. Menganggap telah berlelah-lelah. Padahal apa yang dilakukan seolah tak lebih dari butiran debu, yang segera terhempas dikala angin berhembus. Dibanding dengan mereka yang memiliki efort dan daya yang dalam 24 jam harinya diisi dengan kebaikan dalam menyeru manusia. Dan dia, seolah dia seperti manusia umumnya.

Terimakasih wonderfull Tarbiyah. Terimakasih Lutfi yang keukuh mengajak..!




Monday, March 31, 2014

"Kenapa kalau Tarbiyah emang harus pilih PKS, Kak?"

Sebuah pertanyaan menarik dari sebuah grup WA malam kemarin dari seorang teman, membuat grup tersebut cukup dinamis semalam dan membahasnya cukup panjang. Dan akhirnya pertanyaan ini pun mengusik pikiran saya. Sebagai seorang simpatisan sejati #azeeeg , pertanyaan ini membuat saya termenung beberapa saat, lalu mereka-reka ulang, mengingat-ingat kembali saat-saat ketika...saya terlintas pertanyaan yang sama! :)

Yap, memang sudah menjadi rahasia umum ada sesuatu di antara keduanya. Ada sesuatu yang mengkaitkan mereka. Tarbiyah dan PKS. Liqo-liqoan dengan PKS. Semakin lama saya cermati, dari saya masih menjadi peserta pengajian saja hingga menjadi mentor dan murrobbi, akhirnya saya semakin menyadari bahwa teman-teman sesama aktivis, kemudian senior-senior yang membimbing kami selama ini, terlihat jelas afiliasinya mendukung penuh kerja-kerja dari partai yang satu ini. Setiap ikut acara munasaroh Palestina hingga agenda kampanye-kampanye partai ini, orang-orang yang saya kenal betul adalah ‘orang baik’ pun ikut meramaikannya. Ya, tentu saja kita punya ujung pikiran yang sama. Kesel :p

Saturday, November 3, 2012

Sayyid Qutbh (biografi dan kejernihan pemikirannya) ; Nuim Hidayat


Ketika berbicara tentangjihad dan perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, kita tidak akan melewati sorang tokoh pejuan sejatu. bagaimana tidak? perjuangan dan kerja kerasnya telah mengubah padangan dunia Islam tentang jihad. sebagai seorang penulis produktif Sayyid Qutbh menorehkan tintannya pada lembar-lembar kerjtas dnegna gaya bahasa yang tinggi dan dengan "emosi kata" yang tercurahkan begitu hebat.  read more

Sayyid Qutbh (biografi dan kejernihan pemikirannya) ; Nuim Hidayat


Ketika berbicara tentangjihad dan perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, kita tidak akan melewati sorang tokoh pejuan sejatu. bagaimana tidak? perjuangan dan kerja kerasnya telah mengubah padangan dunia Islam tentang jihad. sebagai seorang penulis produktif Sayyid Qutbh menorehkan tintannya pada lembar-lembar kerjtas dnegna gaya bahasa yang tinggi dan dengan "emosi kata" yang tercurahkan begitu hebat.

 
Begitulah sepenggal pengantar yang penerbit berikan ketika menghadirkan sebuah buku yang memeberikan penjelasan yang begitu padat mengenai konsep jihad yang ditebarkan oleh Sayyid Qutbh sebai tokoh yang sedang dikaji pemikirannya dalam buku ini.

Buku yang merupakan ringkasan sebuah Thesis yang disusun oleh penulis ini, secara ringkas menjabarkan tentangn biografi Sayyid Qutbh, meski tidak lengkap (saya rasa) namun memberi gambaran yang utuh tentang bagaimana seorang seperti Sayyid Qutbh dapat lahir ditengah-tengah umat yang sedang sakit.

Sayyid Qutbh lahir di Mausyah, salah satu provinsi Asyuth, di dataran tinggi Mesir. Ia lahir pada 9 Oktober 1906. Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutbh Ibrahim Husain.

Qutbh memiliki lima saudara kandung, yang pertama adalah nafisah lebih tua tiga tahun darinya. kedua adalah Aminah. yang ketiga Hamidah. yang keempat Muhammad (Qutbh), dia adalah adik Sayyid Qutbh dengan selisih usia 13 tahun. Semua saudara Qutbh adalah penulis produktif yang bernilai dakwah, kecuali Aminah, namun tetap aktif dalam organisasi Islam.

Ayah Qutbh bernama al-Haj Qutbh bin Ibrahim, seorang petani terhormat yang relafit berada, dan menjadi anggota Komisaris Partai Nasionalis di desanya. Rumahnya dijadikan markaz untuk melakukan konsolidasi baik secara terbuka ataupun tertutup oleh pengurus partai.

Sayyid Qutbh adalah seorang anak yang cerdas, dalam usia 10 tahun telah mampu menghafalkan alQur'an, sehingga memberi pengaruh yang sangat besar kelak dalam kehidupan selanjutnya. ia bersekolah didaerahnya selama empat tahun, lalau pada usia ke 13 tahun ia dikirim ke Kairo untuk melanjutkan sekolahnya. Di Darul Ulum tempat ia bersekolah Sayyid Qutbh memperoleh ijazah S1 bidang sastra dan diploma dalam bidan gpendidikan. Ketika kuliah itulah ia banya bersentuhan dengan pemikiran Abbas Mahmud Al Aqqad yang cenderung pada pendekatan pembaratan.

Sayyid Qutbh muda begitu mengagumi budaya barat. ia sangat berminat dnegna sastra Inggris, segala bahan yang yang berhubungan denga barat ia lahap, sehingga pada suatu waktu kekagumannya itu berbalik menjaid kebencian.

Dr. Shalah Abdul Fattah Al Khalidi seorang pengamat Sayyid Qutbh terkemuka, kehidupan islami Sayyid dapat dibaga dalam empat fase : 
  1. fase Keislaman yang bernuansa seni. Fase ini bermula dari pertengahan tahu empat puluhan kira-kira saat sayyid mengkaji Al Qur'an dengna maksud merengunginya dari aspek senin serta meresapi keindahnhya. Qutbh berniat menulis beberap abuku dalam pustaka baru Al Qur'an yang bernuansa seni. pada fase ini beliau menulis dua buah buku, yaitu At-Tashwir al Fanni Al Qur'an dan Masyhahid al Qiyamah Al Qur'an
  2. Fase KeIslaman umum. Fase ini dimulai pada perempat dari tahun empat puluhan, kurang lebih ketika Qutbh mengkji AL Qur'an dengan tujuan studi-sutdi pemikiran yang jeli serta pandangan reformasi yang medalam. Disini Qutbh hendak memahami dasar-dasar reformasi sosial dan prinsip-prinsip solidaritas sosial dalam Islam. Buku yang mencerminkan fase ini dengan sbenearnya adalah Al Adalah Ijtima'iya fil Islam
  3. Fase amal Islam yang terorganisasi. Yaitu fase ketika Qutbh berkenalan dnegan jama'ah Ikhwanul Muslimin dan bergabung kedalam barisannya serta memahmi Islam secara menyeluruh, baik pemikrian dan amalan, akidah dan perilaku mapupun wawasan dan jihad. fase ini dumulai dari sekembalinya Qutbh dari Akmerika sapai ia bersama-samah sahabatnya dimasukkan kepenjara para penghujung tahun 1954. Buku-buku yang paling menonjol pada fase ini Ma'raktul Islam war Ra'simaiyah, As Salam al Alami wal Islam dan Fi zhilalil Qur'an pada juz2 edisi pertama.
  4. Fase Jihad dan gerakan. Yaitu fase dimana ia tenggelam dalam konflik pemikran dan prakti nyata dengan kejahilan dan ia lalui didalamnya degnan praktik jihad yang nyata. Melalui hal ini, maka tersingkaplah metode pergerakan (Al Manhaj Al Haroki), bagi agama ini dan realitasnya yang signigikan dan bergerak melawan kejahiliahan, serta tersingkap pula rambu-rambu yang jelas dijalan menju Allah. fase ini bermula seja Qutbh dijebloskan kedalam penjara pada penguhung tahun 1954 dan terus mendarah daging hingga penghujung tahun 50-an, lalau menjadi matang dan memberikan buahnya yang matang pada tahun 60-an. Buku pertama pada fase ini adalah Hadzad Diin, yang paling pokok adalah fi Zhilalil Qur'an edisi revisi dan yang paling matang adalah Ma'alim Fith Thoriq.
Adapun buku-buku yang ditulis oleh Sayyid Qutbh  adlah sebagai berikut:
  • Muhimmatus Sya'ir Hayah wa Syi'ral Jail al Hadhir, terbit tahun 1933
  • As-Syathi'al al Majhul, kumpulan sajak Qutbh satu-satunya, terbit Februari tahun 1935
  • Nadq Kitab "Mustaqbal ats-Tsaqofah di Mishr" li ad Duktur Thaha Husain, terbit tahun 1939 
  • At Tashwir al Fanni fil Qur'an, buku Islam Qutbh yang pertama, terbit April 1945
  • Al Atyaf al Arba'ah, ditulis bersama sama saudara saudaranya : Aminah, Muhammad, dan Hamidah terbit tahun 1945
  • Thifl min al Qaryah, berisi tentang gambaran desanya serta catatan masa kecilnya di desa, terbit tahun 1946
  • Kutub wa Syakhshiyat, sbeuah studi Qurbh terhadap karya-karya pengarah lain, teribt ahun 1946
  • Asywak, terbit tahun 1947
  • Masyhahid al Qiyamah fil Qur'an, bagian keduan dan serial pustaka baru Al Qur'an, terbit pada bulan April 1947
  • Raudatut Thifl, ditulis bersama Aminah as Sa'id dan Ysyf Murad, terbit dua episode.
  • Al Qashah ad Diniy, ditulis bersama Abdul Hamid Judah as Shhar
  • Al Jadid fil al Lughah al Arabiyah, bersama penulis lain.
  • Al Jadid fil al Mahfuzat,  ditulis bersama penulis lain
  • MAl Adalah al Ijtima'iyah fi al Islam, buku pertama Qutbh dalam hal pemikiran Islam, terit April 1949
  • Ma'rakah al Islam wa ar Ra'simaliyah, terbit Februaru 1951
  • As Salam Al islami wa al Islam, tebrit Oktober 1951
  • fil Zhilalil Qur'an, cetakan pertama jusz pertama terbitb Oktober 1952
  • Dirasat Islamiyah, Kumpulan berbagai macam artikel yang dihimpun oleh Muhibbudin al Khatib terbit 1953
  • Al Mustaqbal li Hadza ad Din. buku penyempurna Hadza ad Din
  • Khashaish at Tashawwir al Islami wa Muqawwimatuhu, buku dia yang medalam yang di khususkan untuk membicaraka karakteristik aqidah dan unsur-unsur dasarnya.
  • Al Islam wa Musykilat al Hadharah
  • Ma'alim Fith Thariq
Sementara itu, buku-buku yang tergolong merupakan kajian yang mendalam tentang keIslaman harokah yang matang adalah :
  • Fi Zhilalil Qur`an
  • Ma'alim Fith Thariq
  • Muqawwimat at Tashawwur al Islami
  • Fi Maukib al Iman
  • Nahwu Mujtama' Islami
  • Hadza Al Qur'an
  • Awwaliyat li Hadza ad Diiin
  • Tashwibat fi al Fikri al islami al Mua'shir
Setiap buku yang ditulis Qutbh memiliki kesan yang berbeda-beda bagi pembacanya. karena setiap buku mengkaji persoalan yang berbeda. Namun pada daftar buku mengenai Islam harokah yang matang.. Kesemuanya bermaksud mengembalikan kaum Muslimin kepada hakikat kepemelukan Islam yang benar. yaitu kembali kepada Al Qur'an dan sunnah dengan tanpa tendensi apapun.

Pada akhirnya buku ini ditutup dengan ulasan mengenai makna Jihad yang panjang lebar yang disarikan dari pemikiran Sayyid Qutbh dalam Fi Zhilalil Qur'an.

Jihad dengan berbagai macam turunannya dalam Al Qur'an, memiliki makna mengeluarkan segala kemampuan, tenaga, usaha, atau kekuatan. yang oelh Ibnul Qayyim al Jauziyah segala kekuatan itu ( jihad) dalam al Qur'an itu terdiri dari empat martabat. 1) jihad terhadap nafsu, 2) Jihad terhadap setan, 3) Jihad terhadap orang-orang kafir, 4) Jihad terhadap orang-orang munafik.

Jihad memiliki dua pengertian, yang pertama adalah pengertian umum yang bermakna diatas tadi, mengeluarkan segala upaya untuk dakwah kepada agama Islam, yang betujuan untuk memurnikan Tauhid kepada Allah. dan yang kedua Jihad bermakna khusus, yaitu perang (jihad) atau Qital yang seringkali di ikuti degnan anak kalimat fi sabilillah...

-------
Ctt: tentang jihad ini, kit perlu memposisikan diri kita betul-betul sebagai orang yang dapat membedakan mana benar bersumber dari kebenaran Al Qur'an atau sekedar teori yang tak memiliki makna melainkan bermaksud menyimpangkan umat Islam dari pemahaman yang benar terhadap Islam. dalam hal ini blogger juga tengah belajar.
Sebab pada era saat ini, citra jihad betul-betul jauh dari makna hakiki yang terkandung didalamnya. Saat ini, jihad memiliki citra yang buruk, tidak hanya dikalangan barat saja, bahkan bagi sebagian besar umat Islam, Jihad adalah sesuatu yang tabu untuk dimaknai secara gamblang sesuai kebenarannya. Sehingga tak jarang sebagian orang Islam, memberi defenisi Jihad begitu "berhati-hati"agar bermakna lebih "manusiawi", dengan maksud agar Islam dapat dipandang sebagai agama yang "damai". Padahal mereka itu sedang berada dalam dua kondisi yaitu berada dalam kesempitan tekanan musuh Islam, atau memang fikrohnya telah terkotori oleh pemikiran2 yang hendak melemahkan Islam. Semisal ada pihak yang telah terlanjur mendefenisi jihad sebagai sebuah aktifitas perang "semata", barbarian, brutal, bengis, dan sebagainya.

padahal tidak!
Jihad pada hakikatnya adalah kebaikan, kemuliaan, rahmat, dan kasih sayang. bila ia dimaknai sesuai dengan apa yang terdapat dalam al Qur'an.
-----

Lebih detil pemikiran sayyid Qutbh mengenai jihad dapat dilihat dalam tafsir fi Zhilal, pada ayat-ayat berikut :
  • Jaahada, terdapat dalam surah At Taubah : 19 dan al Ankabuut : 6
  • jaahadaaka, terdapat dalam surah al ankabuut:8 dan Lukman : 15
  • jaahaduu, al baqarah : 218, Ali Imran : 142, al Anfal : 72,74,75. at Taubah: 16, 20, 88,. An Nahl : 110. Al Ankabuut : 69. Al Hujurat : 15.
  • Tujaahiduuna, as Shaff : 11.
  • Yujahiduu, at Taubah :44 dan 48.
  • Yujaahiduuna, al Maidah : 54
  • Jaahidi, at Taubah : 73. at Tahrim : 9
  • jaahidhum, al Furqan : 52.
  • Jahda, al maidah : 53. al An'am: 109. an Nahl : 38. an Nur " 53 Faathir : 42
  • Jaahiduu, al Maaidah : 35. at Taubah : 41, 86. al Hajj : 78
  • Juhdahum, at Taubah : 79
  • Jihaadin, at Taubah : 24
  • Jihaadan, al Furqan : 25 al Mumtahanah : 1
  • Jihaadihi, al Hajj: 78
  • Al Mujaahiduun, an Nisa: 95
Selanjutnya lebih detil dalam buku ini Nuim Hidayat menjelaskan tafsir terhadapa ayat-ayat yang turu berkenaan dengan jihad diatas.

-----
pada akhirnya, setelah membaca buku ini kita akan tercerahkan tentang bagaimana kita memandang jihad sebagai apa adanya seperti yang telah Allah perintahkan kepada Muhammadh SAW. sesungguhnya jihad bukanlah perkara yang "barbarian dan bengis" seperti yang dituduhkan barat. tapi justru sebaliknya, Jihad dalam bentuk apapun bermakna membebaskan manusia. ingat!, manusia, tidak hanya membebaskan muslim, tapi membebaskan seluruh manusia dari penghambaan kepada mahluk menuju penghambaan kepada Allah SWT.
-----

Sebagai penutup, blogger ingin menyampaikan keheranannya kepada Sayyid Qutbh. di awal dia adalah seorang yang mengagumi barat. namun kemudia ia benar-benar menjadi "benci" kepada barat.
kronologisnya begini kira-kira:

Sayyid Qutbh bengitu mengagumi barat, mempelajari berbagi referensi tentang barat. ia kagum pada kejayaannya, keindahannya, budayanya dan semua tentang barat. lalu ia berkesempatan berkunjung kebarat itu. dan ditemuilah sebuah "FAKTA" yang membuatnya berpikir ulang tentang barat. ya... fakta yang akhirnya mengubah pandangannya tentang barat.

dan yang lebih membuat bingung blogger ini adalah sebagian orang Islam yang hingga saat ini mengelu-elukan barat, bahkan memaksakan metode, budaya dan yang lainnya itu kedalam masyarakat Islam, menyebabkan Islam jauh dari pemahaman aslinya. mengambil sebagian dan membuang sebagian. Apakah mereka tidak menemukan apa yang ditemui oleh Sayyid Qutbh?

------
Wallahu a'lam bish shawwab...

Saturday, July 2, 2011

Meneladani Rasulullah dalam Membina Generasi Berkarakter

Allah SWT ketika menyampaikan tentang takwa, Dia menjadikan takwa sebagai sebuah parameter kemuliaan seorang hamba. tidaklah seorang hamba mulia dimata Allah melainkan ia adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. Al Hujurat: 13)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanyakan mengenai keutamaan suatu hal dari yang lainnya, di antaranya beliau ditanyakan mengenai manakah yang lebih utama antara orang kaya yang pandai bersyukur atau orang miskin yang selalu bersabar. Lalu beliau jawab dengan jawaban yang sangat memuaskan, “Yang paling afdhol (utama) di antara keduanya adalah yang paling bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Jika orang kaya dan orang miskin tadi sama dalam taqwa, maka berarti mereka sama derajatnya.” (Badai’ul Fawaidh, 3/683). Itu pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Al Furqon hal. 67.
Dalam shohih Bukhari dan Muslim, terdapat riwayat dari Abu Hurairah, Ada yang mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yang paling bertakwa.”
Dengan demikian, Takwa merupakan nilai yang akan menentukan kemuliaan seorang hamba dimata Allah SWT.
kita telah mafhum, bahwasanya ada satu generasi terbaik yang dilahirkan sepanjang perjalanan sejarah perkembangan Islam, yaitu generasi awal, Ash shabiqunal Awwalun. sebuah generasi pelopor yang menabuh genderang perjuangan Islam dalam melebarkan pengaruh dan kejayaan Islam di semenanjung arab, dan bergerak ke seluruh Dunia.
kemuliaan mereka tidak lepas dari pengaruh yang ditanamkan Rasulullah SAW. melalui Qur’an yang mengandung kelengkapan ilmu, ia mentarbiyah para sahabat menjadi seorang yang memiliki sikap dan karakter rabbani. AL Qur’an menerangkan tentang karakter para sahabat, mereka adalah seorang mujaahidin (pejuang), auliyaa’ (kekasih Allah) dan du’aat (pengemban dakwah), mereka juga orang-orang yang sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. hingga jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada, menampilkan sebuah keteladanan yang bernilai tinggi, yang jarang dapat kita temui diera reformasi saat ini. “Khoirunnass qornii, tsummalladziina yaluunahum, tsummalladziina yaluunahum” sebaik-baik ummatku”, yang hidup pada zamanku (para shahabat), kemudian yang sesudah mereka (tabiin), kemudian yang sesudah mereka (tabiut tabiin).
bukanlah sebuah kebetulan, terlahir sebuah generasi terbaik. sebab mereka semua dibina dan ditempa dengan kebenaran Al Qur’an oleh Rasulullah SAW secara langsung. melalui tahapan yang panjang dan berkesinambungan. tidak satu peristiwa dalam hidup Rasulullah melainkan didalamnya terkandung pelajaran. sehingga bagi para sahabat mudah untuk memahaminya, sebab ilmu yang disampaikan oleh rasulullah dapat dilihat secara nyata dalam kepribadian rasulullah SAW.
Rasulullah SAW adalah pendidik yang terbaik, kata-kata yang terucap dari bibirnya adalah perkataan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan, tatapan matanya meneduhkan, perkataannya jujur, dan dia mampu berkomunikasi dengan berbagai level tanpa mereka merasa diresahkan dengan perkataanya. dia juga orang yang sabar dalam menyampaikan dan penuh kasih sayang. perhatikan bagaimana rasulullah SAW tetap ramah ketika menegur sahabat yang melanggar larangan Allah dibulan ramadhan. kala itu ada sahabat yang bercampur dengan istrinya disiang ramadhan, lantas rasulullah memberi hukuman atas kesalahan yang diakukan sahabat. hingga beberapa hukuman yang diberikan, sahabat merasa keberatan atas hukuman itu. melihat ini, rasulullah dengan tersenyum akhirnya memberikan hukuman yang sangat ringan. yakni memberi makan keluarganya saja, itupun dengan kurma yang diberikan oleh Rasulullah SAW. lalu bagaimana kesabarannya dalam memberi makan seorang janda tua buta dengan penuh kasih sayang, meski ia dihina dan di caci. itulah pancaran Rasulullah SAW, yang mengajarkan kepada manusia (sahabat) dengan hikmah dan mau’idzotul hasanah. sungguh indah apa yang telah diajarkan rasulullah SAW.

Sehingga terlahir orang-orang seperti Umar Bin Khattab yang lembut, padahal kita tahu sebelum Islam menghampirinya ia adalah orang yang keras lagi kasar. Abu Bakar Ash Shiddiq yang teguh pendirian, Utsman bin Affan yang lembut dan bijaksana, Ali Bin Abu Thalib yang perkasa, dan banyak karakter-karakter sahabat lain, yang datang menguatkan barisan Islam.

Lalu apa yang kita temui saat ini, sungguh miris melihat generasi muda bangsa, yang dididik dan dibina dalam system pendidikan, yang lebih banyak didominasi oleh rujukan-rujukan dan teori barat nan sarat dengan dehumanisasi, pembodohan, dan nilai2 liberal. Dampak semua itu dapat kita lihat dari proses pendidikan yang berlangsung di sekolah-sekolah. berapa banyak sekolah yang memperhatikan waktu-waktu Sholat?, berapa banyak sekolah yang memperhatikan adab-adab pergaulan dalam lingkungan sekolah?, atau berapa banyak sekolah yang memperhatikan perkembangan siswa dalam ruang eksistensinya sebagai manusia yang layak untuk dimanusiakan dengan penanaman nilai?, lebih banyak mereka dipaksa untuk menghafal ketimbang memahami. ada juga yang menawarkan pendidikan ekstra cepat, cepat lulus cepat dapat kerja, namun hasil akhirnya ternyata mereka bagaikan sebuah robot bergerak, tanpa ruh.

sehingga jadilah generasi bangsa ini, generasi bangkrut yang yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang dimuliakan. Koruptor, Penipuan, Sogok-menyogok, dan kengerian lainnya.

Oleh karena itu, demi membangun sebuah generasi yang memiliki karakter yang mulia, perlu perbaikan secara keseluruhan, baik dari segi materi, perangkat, metode, serta pendidik itu sendiri. apa yang dicontohkan Rasulullah dalam membina generasi sahabat adalah teladan yang sangat tepat ditengah system pendidikan yang mengalami korosi. Memang tidak semua kondisi pada zaman Nabi dapat kita tiru pada saat ini secara gamblang, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap aktifitas nabi dalam membina tetap dapat diaplikasikan disetiap zaman. Sehingga lahirlah generasi-generasi kuat, berwawasan luas, dan berkarakter Rabbani. generasi takwa yang menguatkan barisan Islam.


Monday, April 18, 2011

Ungkapan tokoh umat untuk menyemangati proses tarbiyah kita

Imam Syafi'i mengingatkan:

Siapa yang tidak belajar (ta'lim) pada masa mudanya maka takbirkanlah empat kali untuk kematiannya. Demi Allah, yang namanya pemuda adalah yang berilmu dan bertaqwa. Jika tidak ada keduanya maka jangan anggap dia itu ada.

Dalam risalah Hal Nahnu Qaumum 'Amaliyun Hasan Al-Banna mengatakan :

Sesungguhnya tujuan pertama gerakan dakwah adalah mentarbiyah jiwa, memperbarui spirit, dan penguatan akhlak serta menumbuhkan peran pentingnya di tengah-tengah umat. Mereka meyakini bahwa itu adalah asas pertama yang harus dibangun untuk kebangkitan umat dan bangsa.

Sedangkan Yusuf Qardhawi mengungkapkan:

Adapun tarbiyah adalah hal terpenting dan utama dalam gerakan dakwah, karena tarbiyah adalah asas perubahan, dan gelombang kebaikan serta perbaikan. Jika tida ada maka kehidupan yang islami atau merealisasikan undang-undang Islam hanyalah menjadi mimpi.

Musthofa Masyhur mengatakan:

Pribadi muslim adalah pilar bagi keluarga, masyarakat, dan negaranya. Jika tarbiyahnya kuat maka kuat pula bangunannya tersebut.

Semoga ungkapan para ulama tersebut menjadi spirit tersendiri bagi kita untuk mengoptimalkan tarbiyah setelah menyadari bahwa kita adalah aset utama gerakan (rashidul harakah).

http://muchlisin.blogspot.com/2010/04/rashidul-harakah-aset-utama-pergerakan.html