Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

The Wonderfull Tarbiyah

It's wonderfull, that we know that Tarbeyaa are really wonderfull..
Hanya sebuah ungkapan. Tarbiyah adalah satu proses yang tak akan hilang, selama ada jejak keimanan dalam diri seseorang.

Membina seterusnya mengajak manusia mengenal Alloh, meninggikanNya dan berIslam secara benar dengan utuh.

Kalau ada sebuah ungkapan untuk menggambarkan tarbiyah, kurang lebih seperti ini.

"Sedikit sekali orang yang tahu ketika salah seorang Al Akh keluar dari tempat kerjanya pada Kamis sore, tiba-tiba sudah berceramah di Al-Miniya pada saat 'Isya. Di hari Jum'at ia menyampaikan khutbah Jum'at di Manfaluth, Jum'at sorenya kedapatan berceramah di Assyuth, dan setelah Isya' pada hari itu sudah berdakwah di Suhaaj, baru kemudian pulang. Pagi-pagi buta di keesokan harinya ternyata ia sudah berada di tempat kerjanya di Kairo, bahkan mendahului karyawan lainnya. Empat forum dakwah secara beruntun di berbagai kota yang berjauhan bisa dijangkau oleh seorang Al Akh dalam waktu tiga puluh jam, lalu kembali ke tempat semula dengan tenang dan dengan stamina yang prima, seraya memanjatkan puji ke hadirat Allah atas taufiq yang dianugerahkan kepadanya. Tidak ada orang yang bisa merasakannya kecuali mereka yang mendengarnya dan turut dengan langkah-Iangkahnya." (Risalah Pergerakan)
 -----

Sungguh kerdil diri ini. Menganggap telah berlelah-lelah. Padahal apa yang dilakukan seolah tak lebih dari butiran debu, yang segera terhempas dikala angin berhembus. Dibanding dengan mereka yang memiliki efort dan daya yang dalam 24 jam harinya diisi dengan kebaikan dalam menyeru manusia. Dan dia, seolah dia seperti manusia umumnya.

Terimakasih wonderfull Tarbiyah. Terimakasih Lutfi yang keukuh mengajak..!




Wednesday, May 7, 2014

Islam Ditengah Peradaban Dunia

Saya melihat, perkembangan Dunia Islam saat ini, Islam sedang berada ditengah kekacauan yang besar dan global. Islam dibeberapa belahan Dunia menjadi musuh bersama yang harus diberantas, atau dikontrol keberadaannya. 

Tetapi disisi lain, Islam pada akhirnya akan senantiasa menunjukkan sifat alaminya. Menyatu dan berseiringan dengan fitrah manusia. Itulah sebabnya Islam banyak diterima oleh berbagai kalangan diberbagai negara. Ketika manusia semakin dalam mengenali dirinya dan berfikir tentang kejadian alam, maka semakin tipislah sekat yang yang membatasi dirinya dengan Islam. Sehingga banyak kita temui, mualaf-mualaf yang muncul di negara-negara barat adalah para sarjana, Doktor dan Profesor. Mereka dengan ilmunya mampu menguak tabir kebenaran hakiki tentang dirinya, tujuan hidupnya, dan kekuatan besar yang mengatur semesta. Dan mereka temukan kesamaan-kesamaan bukti itu dalam Islam.

Islam dimarginalkan, namun Islam juga menemukan momentum kebangkitannya. Dan kelak ia akan benar-benar menjadi peradaban yang besar sekali lagi. Begitulah keyakinan kita.

Untuk mengakselerasi kebangkitan Islam tersebut, perlu ditetapkan tahapan-tahapan mempersiapkan Ummat, melaksanakan kerja-kerja yang sistematis, serta mengerahkan segala daya upaya untuk meraih tujuan tersebut.

Tuesday, April 8, 2014

Saat Menentukan! ; PKS Harus menang

Dalam perang, tidak ada waktu yang tidak penting dan menentukan. Setiap waktu sangat menentukan kemenangan. Seperti pemilu saat ini, perang yang dilakukan oleh kaum muslimin terhadap orang-orang yang berusahan membuat makar atas agama Islam berlangsung di bilik-bilik suara. Kemenangan lahir ummat Islam sangat ditentukan oleh banyak sedikitnya jumlah suara yang diperoleh dalam Pemilu.

Jika yang memberikan suaranya kepada Partai Dakwah banyak, maka kemenangan lahiriah bagi ummat Islam, sedangkan jika yang memberikan lebih kecil itu berarti kemenangan lahiriah yang tertunda.

Namun demikian, setiap perjuangan yang dilakukan oleh ummat Islam, dalam bentuk apapun, dan InsyaAlloh Pemilu ini adalah salah satu bentuk perjuangan ummat, akan senantiasa diberi kemenangan oleh Alloh Swt. Sebab kita memahami bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita berjumpa dengan Alloh Swt. di Akhirat nanti. Sedang amal-amal perjuangan yang kita lakukan di Dunia adalah sarana untuk menuju kemengan hakiki yang terindah, terlepas dalam perjuangan itu kita menang atau kalah.

Monday, April 7, 2014

Bamboe Perjoeangan Fisabilillah

“..Bambu ini..” kata KH Wahid Hasyim memecah keheningan. Putera pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu mulai berkisah sambil menghela nafas. Kala itu ia berada di dalam mobil menuju kota Parakan di tengah Pulau Jawa, tempat di mana lautan manusia berduyun-duyun berdatangan memanggul sebilah bambu runcing ujungnya sepanjang dua meter dari Parakan  sepenggal Juni ‘46.
”..Iya! Tidak saja berpengaruh dalam perjuangan politik, tetapi dalam kehidupan bangsa dan kebudayan di masa yang akan datang,” lanjut pria yang akrab dipanggil Gus Wahid sambil melirik pria muda berusia 27 tahun, diriku yang sedang serius menyimak setelah menanyakan apa arti sebilah bambu runcing Parakan bagi umat Islam dalam perjuangan politik.
Mobil bertuliskan ‘Hizbullah fi Sabilillah’ itu berhenti sejenak. Di hadapan, ribuan orang lalu lalang. Truk-truk itu penuh dengan manusia membopong bilahan bambu runcing ke dan dari Parakan. “Allahu Akbar..” takbir itu menggema pada terik yang menggantung di siang hari dan dalam malam sunyi pekat tanpa listrik, karena Sekutu mulai merangsek dan tiba di pelabuhan-pelabuhan penting dan menyerang kota-kota di Indonesia yang baru seumur Jagung. Para pemimpin Negara harus memindahkan Ibu Kota hingga ke Yogyakarta.
Bambu di Parakan memang memegang peranan penting, lantaran tinggal para Kyai terutama KH Subeki yang sudah berusia kepala 9 atau yang sering dipanggil Mbah Subeki yang didatangi para pemimpin dan masyarakat untuk mendoakan mereka berjuang.
“Di mana-mana orang membicarakan bambu runcing. Pak Dirman (Panglima Besar TKR) sendiri tertari akan momentum Parakan. Dan pengaruhnya bagi para prajurit dan para pejuang di medan pertempuran sangat positif,” kata Gus Wahid yang kala itu menjadi Pimpinan Bidang Pertahanan DPP Masyumi.

Sambil melaju pelan, membalas salam para pejuang, Gus Wahid melanjutkan, “perjuangan bersenjata melawan Belanda akan segera berakhir hanya memerlukan beberapa tahun saja, dan kita akan menang, insya Allah. Tetapi perjuangan yang lebih lama dari itu adalah perjuangan politik, ekonomi, kebudayaan, dan pembangunan akhlak. Perjuangan itu akan berlangsung lama, memerlukan kebijaksanaan dan kesabaran.” Nasihatnya.