Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Tuesday, December 30, 2014

Persembahan Cinta untukmu yang mengendapkan cinta

Tulisan ini kupersembahkan untuk seseorang yang pernah menjadi "Istimewa" dalam relung hatiku. bukan yang terindah, tapi setidaknya ia, telah meninggalkan bekas yang cukup dalam dan untuk ku hapuskan.

Kita bertemu dalam satu tahapan yang sama, ketika cahaya iman sedang berpendar mengisi jiwa kita. Perlahan tapi pasti, kita terbias oleh cahaya tersebut, meninggalkan kebelakang jejak-jejak immature pada kondisi jiwa yang tercerahkan.

Kita saling menyapa, tapi tidak bicara panjang lebar. Kita berinteraksi tapi tidak melebur diri dalam pekatnya hubungan.

Cahaya iman terus membasuh, kulihat kau bersih lebih dahulu. Sepertinya jiwaku terlalu hitam, atau pada saat yang sama aku juga bermandikan lumpur dosa-dosa. sehingga sebanyak apapun cahaya membasuhku, pada saat yang sama aku kotor lagi.

Akhlakmu begitu indah, secara eksponen terus menunjukkan ke'aliman jiwa yang bersih. Sedang aku tertinggal dibelakang. memudar dalam pekatnya dosa-dosa.

Engkau yang disana,. aku tak bisa berhenti mencintaimu.

Saturday, April 12, 2014

Sebab Kita Mencintai DKwah Ini

Writing on mobile:.

Kalau ada anak-anak muda yang terus bekerja tanpa lelah, berkesinambungan kerjanya. Melaksanakan pekerjaannya tanpa mengeluh, hingga selesai. Setelah itu beralih kepekerjaan selanjutnya.
Seperti mereka.
Sebab mereka mencintai dakwah ini. Hingga larutpun, tetap standby.

Monday, April 29, 2013

Tautan hati

Saya sadar, tertautnya hati tidak selamanya bermuara pada bersatunya cinta. Dan saya juga menyadari rasa cinta boleh jadi adalah bualan nafsu belaka.

Tapi apapun itu, hati yg tertambat pada rasa yang lain dapat menciptakan nuansa. Nuansa tanda bahagia. Bahagia yg membawa pelakunya hidup dalam naungan cinta.

Mencintai seseorang

Pun jika saya mencintai seseorang, tidak ada yg saya harapkan selain merajut kebaikan bersamanya.

Membersamainya dalam suka maupun duka. Bertengkar jecil dengannya, berdamai. Melukiskan kebersamaan dalam kanvas kehidupan.

Sunday, April 28, 2013

Ketika saya merindukannya

Kalau saya merindukan seseorang, maka saya berharap dapat berada disisinya.

Tentu saat terindah ketika dapat berbagi dengannya, dalam suka maupun duka.

Karena saya tahu, bahagia tak selamanya soal berasa senang. Juga duka itu tak selamanya tentang kesedihan.

Bahagia itu, ketika dapat membagi rasa dengan orang yang kita cintai. Membagi impian, bercerita tentang peristiwa-peristiwa.

Sedang kedukaan itu, ketika kebersamaan tak lagi membuahkan cinta.

Merindukan seseorang itu ketika saya secara sistematis, mengingatnya, dan memvisualkan dirinya atau peristiwa ketika bersamanya. Sehingga serasa saya sedang bersamanya.

Semoga Tuhan beri saya kesempatan berkumpul dengan orang yang saya rindukan. Amin...

Tuesday, April 23, 2013

Ah takdir,,, hiburku

Memang kisah cinta ndak ada habisnya. Ini kisah beberapa waktu silam...
Ada seorang karib yang meninggal dunia. Kami putuskan ut takziyah. Dua rombongan, beberapa sy kenal dan beberapa lainnya tidak.
Lumayan jauh, empat jam perjalanan. Melewati lembah dan bukit. Lamanya perjalan tak terasa, karena keindahan alam yang memesona. Dn sesekali histeria, karena medan yang menantang. Belok kanan, belok kiri.. naik curam, turun melesat... haaaaa... dada naik turun. Selebihnya canda dan tawa penumpang. Dan sebagian menghabiskan waktu dengan tidur.
Sampai lokasi, menyelesaikan urusan.. dan pulang. Sy ganti bus.
Eh.. malah tambah lagi aku tak kenal banyak penumpang di bis ini. Kalalu bukan karena penumpang tambahan yang ikut pastinya aku masih di bus sebelumnya menikmati canda bersama kawan. Ah.. takdir hiburku.
Terdesak.. naik eh penuh jg rupanya. Tapi kupaksakan juga akhirnya, menyela deret kursi paling belakang. "Maaf mas geser dong", pintaku.
Setelah duduk. Pandangku mengitari ruang bus.. eh ternyata masih ada satu kursi kosong. Mau kesana sj pikirku. Tertahan niatku, disebelah kursi kosong itu ada seorang wanita.
No.. hatiku melarang, pikiranku lalu mencipta ribuan alasan mulai dari segi syariah sampai soal mood. Udah PW.
Sedetik kemudian ada penumpang yang naik. Melihat ada kursi kosong, ia segera ancang2 untuk duduk. Dilihatnya yang duduk disebelah kursi kosong itu wanitu. Lalu kulihat gelagatnya mundur..
Pulang.. perjalanan kali ini lebih banyak diam, sesekali mata terpejam.
Dor..tiba2 bus berjalan miring. Slah satu ban meledak. Haurs diganti, bus ditepikan.
Penumpang seluruhnya turun. Kecuali satu orang.
Perlatan dikeluarkan, supir dan kernek mulai menginstal peralatan dongkrak. Penumpang mencari ruang teduh.. melepas lelah dan ada yang jalan2.
Setengah jam lewat,.. kok lama amt pikirku. Nampak beberap orang berkumpul dilokasi dongkrak. Penasaran, aku turut nimbrung.. "ga bisa mas, dongkraknya ga bisa masuk, bannya terlalu ketepian keluar jalan aspal, sehingga jarak poros ban dan aspal tidak memberi ruang untuk dongkraknya" kata kernek.
Cukup lama jg kami berpikir bagaimana agar sidingkrak bisa masuk. Berulangkali supir memaksakan dongkrak. Namun tak bergeming.
Mikir.. mikir... Aaaaaa... entah ide dari mana. Dulu aku suka nonton fear factor, adegan narik pesawat atau ngangkat mobil. Lagian penumpang laki cukup banyak.

Idenya mobil diangkat. Hahaha...
Gaya orator, mulai ku panggil para laki itu. Pk supir ku pinta siapkan dongkraknya.

Semua siap!! Hitungan ketig ya..! Satu.. dua.. tiga!!!
Mobil sekejap terangkat, dan ban akhirnya dapat diganti. Perjalan pulang lanjut...
Yang ku tahu akhirnya mereka bersua itu menikah.. wanita disisi kursi kosong dan lelaki gelagat mundur..
Dan aku, menikmati perjalan pulang...ah takdir hiburku.

Friday, April 12, 2013

oh cintaku

oh cintaku.
kau jauh dimata.
mengencangkan rindu diantara kita
menghimpit kalbuku
menyempit sakit

Wednesday, March 6, 2013

Metamorfosis Cinta

Jadi, apa cintamu?
Cinta yang tenggelamkah? atau cinta yang berlayar?
Mengarungi samudra luas.

Cinta yang tumbuh, bermetamorfosis.
membuat pecinta menjadi pejuang.

Monday, October 22, 2012

khasanah kuncup

waktu itu juga hujan tapi bukan tetasan air
waktu itu juga menggelegar tapi bukan suara guntur
waktu itu khasanah cinta tengah kuncup

waktu itu..
ah tak perlu rasanya menjelaskan semuanya
karena dia, cinta itu semakin berontak memekar bunga.. indah..

Friday, February 10, 2012

kau bunga

Kau adalah bunga, sayangku
Yang kunantikan disepanjang waktu ku agar dapat ku menyentuhmu
Membelaimu dalam setiap hela nafasku, sayangku
Melindungimu dari sengat matahari
Melindungimu dari badai dan kerusakan, sayangku.

Wednesday, January 11, 2012

Demi cinta aku korbankan


benar bahwa dalam berjama'ah kita akan mendapati segala hal tidak akan mudah dalam proses dan pelaksanaannya. benar-benar membutuhkan kesabaran, keuletan dan kesungguhan dalam mewujudkan tujuan-tujuan bersama, dan banyak kali pengorbanan adalah satu jalan yang harus ditempuh oleh seorang akh.

pada masa rasulullah, ada sebuah kisah yang sangat indah, menohok kedangkalan pikir manusia yang berbatasan dan dengan logika kemanusiaan yang terbatas. ketika Rasulullah bersama para sahabat sedang menjelang perang Tabuk, ada satu peristiwa dimana para sahabat saling berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam membantu dan memudahkan persiapan kaum muslimin dalam memenangkan perang melawan orang-orang kafir. dan Umar adalah orang yang paling terobsesi untuk menjadi yang terbaik kala itu. maka disumbangkanlah setengah dari seluruh harta yang dimilikinya kala itu untuk membekali pasukan kaum muslimin, sedikit bangga iya merasa telah menjadi yang terbaik kala itu.

Sunday, April 17, 2011

aku mencintaimu ibu

Apakah engkau masih teringat ketika ibumu berkisah tentang bagaimana perasaannya ketika kabar bahagia yang telah ia dapatkan, suatu kabar yang seluruh ibu di seluruh penjuru negeri sangat memahami maknanya dengan baik, suatu kabar yang merupakan awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik seorang ibu dan suatu kabar yang sekaligus merupakan secerca harapan besar yang telah dipersiapkan olehnya. Benar, tidak lain kabar tersebut adalah kabar bahwa akan terlahirnya dirimu ke dunia.

Menunggu dirimu yang masih berada di dalam kandungan merupakan sutu kenangan dan kebahagiaan yang tiada batas oleh ibu. Suatu kebahagian yang memadamkan seluruh rasa lelah, letih serta payah dan suatu kenangan indah yang saat ini masih dikenang indah olehnya.

Tahukah engkau saat usiamu di dalam kandungannya telah mencapai 120 hari, yaitu pada saat Allah mengutus malaikat-Nya untuk meniupkan ruh ke dalam jasadmu dan sekaligus menetapkan kebahagiaan serta kesedihanmu ketika berada di dunia dan di akhirat sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alahi wa salam,

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ.

Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. (H.R. Bukhari dan Muslim).