Pun jika saya mencintai seseorang, tidak ada yg saya harapkan selain merajut kebaikan bersamanya.
Membersamainya dalam suka maupun duka. Bertengkar jecil dengannya, berdamai. Melukiskan kebersamaan dalam kanvas kehidupan.
Pun jika saya mencintai seseorang, tidak ada yg saya harapkan selain merajut kebaikan bersamanya.
Membersamainya dalam suka maupun duka. Bertengkar jecil dengannya, berdamai. Melukiskan kebersamaan dalam kanvas kehidupan.
Kalau saya merindukan seseorang, maka saya berharap dapat berada disisinya.
Tentu saat terindah ketika dapat berbagi dengannya, dalam suka maupun duka.
Karena saya tahu, bahagia tak selamanya soal berasa senang. Juga duka itu tak selamanya tentang kesedihan.
Bahagia itu, ketika dapat membagi rasa dengan orang yang kita cintai. Membagi impian, bercerita tentang peristiwa-peristiwa.
Sedang kedukaan itu, ketika kebersamaan tak lagi membuahkan cinta.
Merindukan seseorang itu ketika saya secara sistematis, mengingatnya, dan memvisualkan dirinya atau peristiwa ketika bersamanya. Sehingga serasa saya sedang bersamanya.
Semoga Tuhan beri saya kesempatan berkumpul dengan orang yang saya rindukan. Amin...
Menebal kian ku rindu
Dalam semenjak kau tak sanggup ku suakan
Aku rindukan dirimu
Bagaimanakah mengubatkannya?
(46. Al Ahqaaf:15) Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."