Showing posts with label dakwah kampus. Show all posts
Showing posts with label dakwah kampus. Show all posts

Monday, February 25, 2013

Pemuda dan Masjid Kampus

"Biarkanlah masjid kampus itu dikelola oleh orang muda..."
Quote diatas sangat tepat jika dijadikan sebagai seruan atas upaya melakukan terobosan pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia.

Ada ribuan kampus tersebar diseluruh Indonesia, dan sebagian besar mereka memiliki masjid kampus. Tapi hanya sebagian kecil yang masjidnya makmur. mengapa?

Ya!., karena masjid kampus itu hanya dijadikan sebagai tempat untuk menyelesaikan hasrat ibadah sholat semata. padahal kalau kita bercermin pada sejarah, di masa Rasulullah SAW., masjid tidak hanya sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan Sholat. memang fungsi utamanya adalah sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT., tapi Rasulullah memberi contoh tentang penggunaan masjid tidak sekedar Sholat semata. Rasulullah mengadakan ta'lim dimasjid, membina ummat. diwaktu yang lain masjid kala itu digunakan untuk menyembuhkan pahlawan perang yan terluka.

Tuesday, February 19, 2013

Manajemen Strategik Dakwah Kampus


Visi Dakwah.

… Bacalah!” Rasulullah Saw. Menjawab, “aku bukan orang yang melek huruf”. Rasulullah bersabda (kepada Aisyah), “Lalu malaikat itu merengkuh tubuhku kuat-kuat sampai aku merasa sesak. Tidak lama kemudian ia melepaskanku seraya berkata, ‘Bacalah!’ Kujawab, ‘aku bukan orang yang bemelek huruf!’ Malaikat itu kembali merengkuh tubuhku sampai tiga kali, kemudian melepaskanku keraya berkata, ‘Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhamu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perataraan kalam(pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak ia ketahui’…”

Selanjutnya Dr. Said Ramadhan Al-Buthy menerangkan pelajaran yang terkandung mengenai awal turunnya wahyu, awal diangkatnya Muhammad Saw. sebagai nabi dan rasul.”...ini merupakan dasar yang menjadi titik awal semua rangkaian pengajaran akidah dan syariat Islam. Keyakinan dan pemahanan terhadap hadis ini, tak pelak, akan mejadi pintu gerbang yang tak boleh dinafikan dalam perjalanan menuju keyakinan akan seluruh ajaran yang dibawa Rasulullah Saw., baik berupa berita mengenai hal-hal gaib maupun perintah agama.”

Sunday, February 17, 2013

Diskusi ringan dengan anak rohis mipa UNY

Seharusnya saya hadir dilokasi pada jam 15.30 WIB., tapi beberapa agenda jadinya pertemuan itu dimulai jam 16.35.. Subhanallah,. memang waktu itu saya tidak  bisa datang tepat waktu. Hujan sangat lebat, tidak ada motor dan tidak ada jas hujan. Syukurnya disaat yang mepet itu justru Allah meminjamkan saya mobil. dan akhirnya dengan mobil itu saya bisa melanjut agenda bersama anak rohis MIPA UNY itu.

Saya di minta untuk menyampaikan materi tentang ke-LDK-an. Sejujurnya saya kurang PD jika diminta untuk memberikan materi ini, sejauh yang saya ketahui meski saya lama di LDK, tidak banyak kontribusi yang bisa saya berikan untuk mengembangkan LDK itu sendiri. tapi saya banyak belajar.. Terimkasih.

Kira-kira materi yang saya sampaikan sesuai dengan apa yang saya tuliskan dipostingan sebelumnya. tentang apa itu LDK, urgensi masuk LDK, dan perkembangan LDK di UNY. serta bagaimana hubungannya dengan FSLDK dan Forum-forum fakultas antar kampus yang berkembang juga.

dilanjut diskusi, yang menarik buat saya ketika seorang peserta bertanya kapankah seorang kader atau anggota lembaga layak untuk dikaryakan. Ini mengingatkan saya ketika memberikan materi serupa dibeberapa kampus lain. jadi kapan seorang kader layak untuk dikaryakan?.

Saya menjawab berdasarkan apa yang saya ketahui, disamping pengalaman yang saya dapatkan ketika berada di dakwah kampus. Setidaknya ada tiga tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan pembinaan terhadap kader. pertama adalah ta'rif, dimana seseorang pertamakali diperkenalkan tentang organisasi dawkah atau dakwah itu sendiri, sampai ia direkrut. kedua adalah takwin, ketika seorang kader dibina, dan dibentuk kepribadiannya hingga menjadi pribadi yang baik, dan yang ketiga adalah tanfidz berupa pengkaryaan itu sendiri. dengan diberikan ruang untuk berekspresi, atau amanah-amanah dilembaga.

Ketiganya boleh jadi berurutan dilaksanakan, namun diwaktu yang lain boleh jadi bersamaan dilaksanakan. begitu jawab saya.

Friday, February 15, 2013

Selamat lewat dakwah kampus

Lembaga dakwah kampus (LDK) adalah sebuah organisasi massa. Yang dihuni oleh beragam cita rasa manusia; bahasa, adat istiadat, suku, dan latarbelakang pendidikan. yang dengan keragaman itulah maka mereka memerlukan sebuah system yang dapat mengatur dan mengarahkan mereka pada tujuan, yang kemudian kita sebut dengan organisasi.

Pertanyaannya adalah apa yang menjadi tujuan dari organisasi ini? Atau apa apa sebenarnya tujuan itu sendiri?..

Nah loh bingungkan..? apa lagi saya!

Mari kita mulai dengan mendefenisi apa itu “tujuan” sebelum kita lebih jauh melangkah. Dalam kamus bahasa Indonesia Online, frasa tujuan berarti (1) arah; haluan (jurusan), (2) yang dituju;maksud;tuntutan (yang dituntut).

Tujuan, adalah sesuatu yang dengannya seseorang akan berjuang untuk mewujudkannya (yang dituju). Tujuan adalah akhir dari perjalanan, namun juga merupakan awal dari perjuangan, yang menjadi pijakan, dasar, motivasi untuk bergerak.

Setelah memahami makna dari tujuan, maka selanjutnya adalah menentukan tujuan itu sendiri. Apa yang menjadi tujuan kita? Terutama tujuan hidup kita? Sebagai seorang muslim.

Sunday, February 10, 2013

Kaderisasi dakwah kampus

Kaderisasi adalan bagian utama dalam gerakan apapun yang memiliki yang tinggi dan proses yang berkelanjutan. Seperti dakwah, kaderisasi merupakan satu cara untuk memastikan nilai-nilai dakwah tetap utuh, dan bertumbuh bersama para pelakunya. Nilai-nilai itu bergantian diusung oleh bergenerasi-generasi orang. punah generasi lama, melalui upaya pengkaderan dalam kaderisasi lahir generasi baru. dengn semangat baru, strategi baru namun tetap dengna nilai yang sama. yang dengna nilai inilah generasi baru ini terbentuk.

Kaderisasi pula yang menjadikan dakwah kampus terus berkembang. meluas, melahirkan generasi baru dalam barisan dakwah. menarik perhatian mereka, membentuk karakter mereka, hingga ada saat dimana generasi baru itu siap untuk bergerak memenuhi panggilan dakwah itu sendiri.


Orbit Dakwah Kampus

Siapa yang tidak mengenal dakwah kampus? dakwah kampus telah lestari sejak prinsip dasar pendidikan Indonesia dibangun. bahkan mungkin jauh sebelum itu.

Dakwah akan terus hidup mengikuti segala kondisi yang ada disetiap zaman, berkolaborasi, berasimilasi, berelaborasi, berkonstruksi, bertumbuh dengan setiap tantangan di setiap zaman. 

Sejak pendidikan bermakna luas sebagai upaya pembelajaran seumur hidup, dimana saja, kapan saja oleh siapa saja. hingga mengalami penyempitan makna dalam bentuk institusi pendidikan, dakwah terus hidup didalamnya. Dakwah yang tadinya dianggap hanya dilakukan oleh kaum tertentu berlabel ahli agama lulusan lembaga khusus pendidikan agama, hingga meluas dilakukan oleh semua orang yang memiliki interest didalamnya. Terus berkembang, mengikuti perkembangan zaman.

Ya.. urusan dakwah memang tidak bisa diembankan hanya kepada satu orang atau sebagian orang saja. sebab tugas dakwah secara eksplisit menjadi tugas bagi setiap muslim. hanya saja setiap orang menanggung beban tahapan dakwah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. ada yang tahapannya baru untuk dirinya sendiri, sedang diwaktu yang lain ada untuk orang banyak. ada yang di sektor pendidikan, ekonomi, dan dibidang lain. Beda kondisi tidak berarti menyebabkan dakwah menjadi berbeda. Tujuan utamanya adalah melakukan pembinaan dan ajakan dengan cara-cara yang tepat dan sesuai dengan kondisi untuk menegakkan syariat Islam. Tetap dakwah adalah tugas setiap orang Islam.

Dakwah kampus, tumbuh sejak institusi pendidikan tinggi itu sendiri ada. Sebab pendidikan secara subtantif memiliki kesamaan dengan dakwah. 

Wednesday, November 21, 2012

Berjama’ah ini memang sangat sulit.

Pikiran dan tenaga akan terkuras untuk hanya sekedar menyusun rangkaian puzzle yang bertebaran dimana-mana. Perbedaan-perbedaan itu tak mudah untuk disarikan menjadi kekuatan yang padu. 

Menurutmu berapa kalori energi yang diperlukan oleh seekor lebah mengumpulkan sari bunga yang bertebaran ditaman. Belum lagi sari itu berasal dari bunga yang berbeda-beda. Mereka hanya mengambil sarinya dari sekian banyak elemen yang ada pada bunga. Mengapa tidak sekali-kali seekor lebah membawa tangkainya saja, lalu yang lainnya mengambil daunnya, atau kelopak bunganya?

Sang lebah sadar, bahwa perbedaan bukanlah buah manis hasil madu terbaik. Tetapi persamaan yang dihimpun menjadi kesatuan itulah madu terbaik. Sari bunga; potensi kebaikan, kesatuan visi, kesatuan misi, kesatuan arah gerak.

Dan biarlah daun, batang, akar, kelopak bunga tetap pada tempatnya. Biarlah perbedaan itu tetap pada fitrahnya. Berbeda selamanya antara bunga yang satu dengan yang lain. Meski identik tapi tetap tak akan sama walaupun berada dalam satu taman-apalagi beda taman-. Karena perbedaan itulah yang membuat sang bunga menghasilkan sari terbaiknya. Kokoh diatas sunnatullah.
Sari bunga adalah prinsip asasinya dan ideologinya. Sedang warna, tempat, bentuk, daun, batang, kelopak bunga adalah metodenya.

Betapa besar energi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan besar ini. Lebah dan bunga adalah entitas yang telah terprogram tanpa penyelewegan. Terprogram melalui insting diatas Manhaj Rabbany. Sedang manusia, tentu energy yang diperlukan lebih besar lagi.

Sunday, November 4, 2012

FSLDK DIY ; Pra Musda

Minggu (4/11) FSLDK DIY menyelenggarakan praMusda jelang Musda tujuh Desember mendatang. acara ini dimaksudkan untuk melaporkan perjalanan dakwah FSLDK selama satu periode kebelakang. agar dapat dijadikan bahan pertimbangan kepengurusan baru FSLDK periode mendatang yaitu 2012/2014.

Bertempat di Islamic Center Seturan, acara ini diawali dengan Tausiyah dari Ahmad Sumiyanto, SE, MSI. anggota DPRD DIY dari Komisi A.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pelaporan oleh pengurus Puskomda, dalam hal ini adalah koordinator FSLDK DIY secara general, mengenai perkembanga terbaru dan visi dan misi terbaru kepengurusan FSLDK Indonesia pasca Munas FSLDKN ke-16 di ITB Bandung beberapa waktu lalu, yang juga dikenal dengan acara IMSS (International Mooslem Stundent Summit).

Friday, April 13, 2012

Obat rindu

satu obat penenang rindu adalah perjumpaan. berharap berjumpa sang kekasih, berharap bertemu yang dicinta, berharap bertemu yang dirindu.

-------pada akhirnya obat kerinduan adalah pertemuan.

lalu pada siapakah rindu di tahtakan? pada siapakah pertemuan diharapkan?
persoalannya tentu rumit bagai menganyam sejuta benang dengan sebuah jarum saja. menguras energi, menguras air mata, menguras pikir dan rasa. Hanya untuk sekedar mendikte sekelompok abjad.

Monday, April 2, 2012

Sumbing, Meneguhkan Keyakinanku

Siang itu, hampir saja bertemu dengan puncauk abadi (belakangan baru tahu), lelah dan tekanan mental mengiringi setiap langkah yang mulai tertatih. setiap melangkah selalu terbayang betapa tingginya gunung ini, betapa jauhnya puncak dari jangkauan, betapa terjalnya medan yang menghadang. setiap melangkah selalu terbayang "sebaiknya berhenti saja", yang lain juga berhenti kok. lagi pula ini sudah waktunya untuk kembali pulang.

Tetapi jiwaku menangis, marah dan gusar. sejauh kaki-kaki ini berjalan dalam dakwah, tak pernah tubuh ini merespon semangat yang dikobarkannya. "menthok" dalam gagasan-gagasan, berhenti hanya dalam pemikiran dan ruang-ruang penyulut semangat, manakala berharap mewujudkannya dengan tindakan, berhenti begitu saja. Tubuh ini menolak untuk berkorban dan memberi lebih banyak, raga ini menolak untuk bekerja dan istirahat lebih sedikit.

Pikiranku telah memenjarakan jiwaku. terkungkung dalam ruang sempit yang bernama persepsi bahwa "aku tidak bisa". mematikan segala percikan semangat dan kobaran jiwa, hanya dengan tetesan persepsi yang membunuh segala benih-benih kekuatan, bahwa "aku tak bisa".Jiwaku telah terpenjara, membiarkan gagasan-gagasan yang hidup dalam oase jiwa terlantar lantaran tak diberi ruang untuk berkembang dan bertumbuh. kelak penjara jiwa ini semakin meninggi dan kokoh jika aku tak segera menghancurkannya.

Sumbing mengajarkan bahwa tujuan selalu dekat dengan perjuanganku. membebaskan jiwa adalah satu-satunya cara merasakan keindahan tujuan. biarkan tubuh mengikutinya dengan kelelahan, dan kehancuran. karena yang Allah persiapkan atas apa yang kuperjuangkan adalah lebih baik dari Dunia dan Seisinya.

Keyakinanku mengantarku mengalahkan rasa takut, menghancurkan penjara persepsi, dan menuntun raga yang lelah untuk bergerak lagi. hingga kurasakan tujuanku begitu indah dalam genggaman tanganku. Semoga Allah SWT meridhoi segala langkah dan perjuangan. Amin..

Tutorial adalah kebahagiaan

Pada tanggal 2 April 2012, pukul 08.10 saya berkesempatan bertemu dengan adik-adik tutorial jurusan mesin FT UNY. Seperti biasa, pertemuan dengan mad’u dakwah adalah pertemuan yang paling membahagiakan menurut saya. Jika di list, maka salah cara untuk menumbuhkan kebahagiaan adalah Tutorial.
Tutorial, menurut saya bukanlah sekedar aktivitas untuk mentransfer ilmu semata dari tutor kepada adik tutor,  tetapi didalamnya juga terjadi silang persepsi yang melibatkan emosi untuk mempersamakan paradigma tentang bagaimana kita memandang Islam.

Saturday, January 21, 2012

Dakwah dinamis realistis

Semoga ini menjadi langkah awal yang dapat membangkitkan kembali gairah dakwah kampus kita. Telah kita kupas alasan-alasan kita berdakwah, cara kita berdakwah dan yang terpenting kita tahu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Keberanian adalah modal utama kita menantang segala hal yang menghalangi gerak langkah kita. Berani sepanjang kita tahu pasti bahwa apa yang kita perjuangkan adalah kebenaran, yang mengantarkan kita kepada kecintaan Allah kepada kita. Dan tidak ada cara lain dalam mengawali keberanian itu melainkan dengan kepahaman, sebab kita tidak ingin keberanian yang muncul itu adalah keberanian taklid , ikut-iktuan saja. Namun keberanian yang mengantarkan kita mampu bergerak secara konsisten dan komit sebab kepahaman yang kita miliki diawal. Sedang kepahaman itu sendiri tidak dapat kita raih melainkan dengan ilmu.

Dalam fiqh perbandingan yang ditulis oleh Yusuf Al Qordhowi, menyampaikan tentang urutan prioritas pekerjaan bahwa, kepahaman itu didahulukan atas amal. Jadi sangatlah jelas, Ilmu adalah harta kaum muslimin, dimanapun ia menemukan.

Tuesday, January 3, 2012

Kemandirian Dakwah; disampaikan oleh Bang Tri

"Bergairah..” begitulah kesannya ketika bertemu dengan sang muwasis dakwah yang satu ini. Bersemangat, energik dan penuh inspirasi-inspirasi gila. 

Begitulah malam ini ketika abang yang satu ini menyempatkan diri menjenguk cucu-cucunya di kampus S1nya. Bicaranya panjang lebar tentang bagaimana seharusnya seorang kader dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang didera oleh masyarakat. Solusi yang berupa karya nyata, tidak sekedar kata yang diumbar diatas awing-awang yang jauh dari daratan tempat kaki berpijak. Berani berbuat untuk kemaslahatan, berani berujar untuk mengajak pada kebenaran, luwes dalam menghadapi tantangan, sigap mencermati keadaan dan tangguh dalam mewujudkan capaian.

Ada tiga hal utama yang menjadi pesan dari abang yang satu ini.  Yang pertama, tugas kita sebagai seorang aktivis dakwah yang mengikat diri dalam sebuah jama’ah dakwah adalah  menjaga orisinilitas dakwah  agar tetap pada jalur yang sesuai dengan tuntunan dan arahan. Menjaga orisinilitas dakwah menjadi penting karena panjang usia dakwah itu sendiri jauh melebihi kapasitas usia kita dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah. Sehingga agar tidak terjadi penyelewengan terhadap upaya pencapaian dakwah, maka kemurniannya harus dijaga. Agar setiap generasi berada dalam satu semangat yang sama dalam mengusung panjinya.

Yang kedua adalah menjadi tugas kita para aktivis dakwah untuk memperhatikan capaian-capaian dakwah yang telah dicapai ataupun yang belum dicapai. Hal ini agar kita tidak terjebak dalam sebuah lingkaran fase yang tentu dapat melemahkan dakwah. Capaian dakwah akan mengantarkan jama’ah dakwah lebih dekat dengan tujuan-tujuan dakwah.

Dan yang ketiga, setiap aktivis dakwah harus memperhatikan upaya-upaya dirinnya dalam mengembangkan potensi. Hal ini agar aktivis dakwah tidak terlena dengan kondisi yang dialaminya saat ini. Membaca tantangan masa depan, setiap al akh berkewajiban untuk menjadi orang yang mampu mengawal harokah dakwah ini agar berada dalam kesetimbangan antara kondisi dan pencapaian atau marhalah dakwah yang dicanangkan. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan potensi ini. Yang pertama adalah jaringan, yang kedua adalah financial, dan yang ketiga adalah mental.

Sehingga ketika al akh dapat memperhatikan ketiga hal diatas, maka jaminan terhadap keberlangsungan dakwah dan pencapaian thumuhat dakwah akan lebih kuat. Harokah dakwah akan menjadi gerakan yang tangguh dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah.

Friday, November 11, 2011

darimana kita mulai berdakwah?


Padahal Nabiyullah Muhammad SAW mengantarkan aktivitas ini dengan kalimat indah, bermakna nilai kehormatan yang sangat tinggi.
فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.
Dalam budaya arab, Unta merah adalah sebuah symbol keperkasaan dan harga diri.
Imam Al Bukhari rahimahullah membuat judul Bab dari hadits di atas, “Bab: Keutamaan seseorang memberi petunjuk pada orang lain untuk masuk Islam”.
Abu Daud membawakan hadits di atas pada “Bab: Keutamaan menyebarkan ilmu”.
Penulis ‘Aunul Ma’bud, mengatakan, “Unta merah adalah semulia-mulianya harta menurut mereka (para sahabat).”
Di lain tempat, beliau rahimahullah mengatakan, “Unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Thursday, November 3, 2011

kaderisasi; dunia tanpa titik

pernah mendengars istilah ini ?
"dunia tanpa koma"
ya.. para pencetak surat kabar berikut reporter dan seabrek aktivitas yang ada didalamnya. nyaris saja, seolah tanpa istirahat sebuah berita mulai dari pengambilan, hingga sampai pada konsumen (pembaca:red) menjadi siklus yang terus menerus berputar seperti lingkaran yang sulit dibedakan mana yang menjadi awal dan akhirnya.

tapi apakah dunia berita saja yang menjadi dunia tanpa koma?

ada satu aktivitas yang menurut saya jauh lebih ekstrim dari dunia berita. tidak sekedar dunia tanpa koma, namun dunia tanpa titik. dakwah!

menyeru manusia agar menuhankan Tuhan yang satu, mempersaksikan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan menerima Qur'an sebagai pedoman hidup. adalah aktivitas yang terus berlangsung jauh daripada usia pelaksananya.

Friday, March 18, 2011

Berperanglah...

medan kita telah jelas, musuh kita telah nampak, senjata kita telah di asah...
tapi mengapa kita enggan untuk berperang?


rupanya ada duri, ada duri dalam hatimu. kita tak bisa menyankalnya, ketegaran raga dan kekuatan jiwa yang kau tunjukkan pada mahluk ternyata kalah oleh seonggok duri yan tak sengaja mampir menusuk jauh kedalam hatimu..


ya akhi..., jangan buang waktumu karen duri kecil yang mengganjal itu, sgera cabut, buang, hanguskan dan penuhi takdir kepahlawananmu!!!!..., seseungguhnya ALlah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah!!


maka bangunlah dari kesesalan dan penyesalanmu, berperanglah, karena dengan peranglah kita akan mencapai kemenangan yang paling puncak.


berperanglah melawan hawa nafsumu...,

Sunday, February 20, 2011

karakter pemimpin militan

Belakangan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa bersejarah yang terjadi begitu saja dihadapan kita, sebuah peristiwa yang lagi-lagi menunjukan kepada manusia tentang sisi kemanusiaan yang sesungguhnya. Suatu sifat yang paling mendasar yaitu kemerdekaan.
Sebuah kemerdekaan yang mengantarkan manusia menuju puncak eksistensinya. Menafikan segala kekuatan yang mengekang dan memaksa secara diktator hak-hak kemanusiaan yang secara fitrah telah dimiliki oleh manusia itu sejak ia dilahirkan sehingga ia yakin benar, bahwa ia bebas untuk menentukan segala aktifitas kehidupan untuk menjalankan peran-peran kemanusiaanya. Bebas untuk menentukan jalan hidup dan sistem hidup yang diyakininya, bebas mencari nafkah, bebas mengeluarkan pendapat, bebas mengelola Bumi.
Manusia itu ibarat sebuah aliran air, jika aliran itu dibendung, maka akan menghasilkan energi potensial yang semakin besar. Semakin besar energi potensialnya, maka semakin besar momentum yang dapat tercipta. Sehingga ketika energi potensial itu telah memenuhi batar ambang, maka penahan sekuat apapun kelak akan hancur, hanya perlu menunggu waktu. Sebab segala sesuatu memiliki usianya masing-masing. Demikianlah yang terjadi, masih jelah sibenak kita tentang revolusi mesir. Sebuah revolusi yang merupakan putusan akhir atas tekanan yang berlarut-larut membuat jenuh. Sebuah pembuktian sejarah tentang kekuatan manusia yang terhimpun dalam sikap dan perbuatannya, yang akhirnya menumbangkan rezim yang 30 tahun terakhir menghujamkan taringnya.
Revolusi ini memberikan gambaran kepada kita bahwa terjadi ketimpangan dan ketidak adilan dinegeri itu, sehingga segala bentuk kejenuhan dan kebosanan terakumulasi dan melahirkan people power sehingga terjadi revolusi.
Telah berulangkali dalam sejarah People Power berhasil menggulingkan sebuah pemerintahan. Sebuah kekuatan yang tidak dapat diantisipasi keberadaannya bahkan oleh militer yang memiliki kekuatan bersenjata sekalipun. Mereka menggulingkan pemimpin-pemimpinya yang diktator dan tidak memihak kepada rakyat.
Pada tahun 1986 People Power pertama kali terjadi, untuk menggulingkan presiden Ferdinan Marcos melaui gerakan EDSA. Presiden ini otoriter dan korup, bahkan agar dirinya tetap menjadi presiden, pada pemilu 1981 dia melakukan berbagai kecurangan, dan ini diulangi lagi pada pemilu 1986 yang membuatnya terpilih menjadi presiden Filipina untuk yang keempat kalinya. Pada tahun 1998, Presiden Indonesia digulingkan juga oleh People Power, karena bertindak otoriter dan menyuburkan korupsi, sehingga kemakmuran hanya dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya, sementara banyak rakyatnya yang tetap miskin, bahkan semakin miskin, dan angka pengangguran sangat tinggi. Lalu, yang terhangat adalah kejatuhan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali. Ia cenderung otoriter dan tak mau mendengarkan keluh kesah warganya, sehingga angka kemiskinan dan pengangguran di negaranya sangat tinggi, sementara lawan politiknya yang mengkritik pola pemerintahannya, banyak yang dianiaya. Bahkan memasuki 2011, negaranya yang berada di Afrika Utara, dilanda krisis pangan. Dan yang terakhir terjadi adalah Mesir, dimana People Power selama 16 hari berhasil menggulingkan Presiden Husni Mubarrok yang juga diwarnai begitu banyak skandal dan penyiksaan yang berimplikasi pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, seperti penculikan aktivis yang vokal menyuarakan pola pemerintahannya, dan penyiksaan serta penahanan tanpa proses peradilan yang adil dan transparan.
Selain itu, suburnya korupsi membuat tingkat kesejahtaraan rakyat yang berada di luar lingkar kekuasaan sangat rendah, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan sangat tinggi.
Jika kita menarik sebuah garis merah dari kejatuhan pemimpin-pemimpin besar tersebut, maka kita akan menemukan kesamaan sikap kepemimpinan yang akhirnya melahirkan gerakan massa yang begitu besar lalu menggulingkan mereka. Yaitu mereka cenderung otoriter, korup, tidak bersikap adil, dan yang terpenting tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Maka selanjutnya tidak sulit untuk menemukan pemimpin yang berhasil, diterima oleh rakyat, serta membawa negara pada puncak kejayaannya. Yaitu jika karakter kepemimpinan yang ditolak adalah sebuah tesis maka pemimpin yang berhasil adalah antitesisnya.
Thesis dan Anti Thesis dikembangkan oleh hegel dari Antinomi-antinominya Kant yang notabene membahas mengenai batas-batas dari rasionalitas kita atau merupakan kritik atas rasionalitas kita (Critique of Pure Reason) yang mengatakan bahwa kita tidak akan mampu memahami sesuatu yang sifatnya seperti ketakberhinggaan dan bersifat dua kutub, bipolar. Kita akan selalu menemui jalan buntu (antinomi) yang berlawanan satu sama lain ketika berusaha memahami semisal waktu atau ruang.
Didalam Islam, persoalan kepemimpinan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam, karen sebagian ajarannya tidak dapat dilaksanakan jika aspek ini hilang. Semisal Hudud, hukum rajam dan yang semisal, hanya bisa dilaksanakan oleh pemimpin atas masyarakat Islam.Seperti yang disampaikan oleh Imam Qurthubi dalam tafsir Qurthubi jilid II hal 237 menegaskan hal ini.Demikian pula Syaikh Ali Ash-Shabuni dalam tafsir Ayatul Ahkam jilid II hal 32 menegaskan pula bahwa semua ulama sepakat bahwa pelaksana sanksi pidana terhadap orang merdeka adalah Imam/Khalifah.
Namun demikian tidaklah sulit untuk menemukan sosok pemimpin yang ideal menurut ajaran Islam, sebab selain ia telah dicontohkan oleh rasulullah dan generasi lalu, juga secara gamblang disampaikan dalam Al Qur’an. Adapun antitesis dari kepemimpinan diatas, didalam kitab Al Islam karya Said Hawwa adalah sebagai berikut.
Pertama ia harus beragama Islam. Dijelaskan dalam QS. Ali Imran: 28, Janganlah mengambil orang-orang yang mukminin orang¬orang yang kafir jadi pemimpin lebih daripada orang-orang yang beriman. Dan barang siapa, yang berbuat demikian itu maka tidaklah ada dari Allah sesuatu juapun. Kecuali bahwa kamu berawas diri dari mereka itu sebenar awas. Dan Allah memperingatkan kamu benar-benar akan diriNya. Dan kepada Allahlah tujuan kamu. Sayyid Quthb menafsirakan bahwa Pada umumnya yang dimaksud adalah orang-orang yahudi, meskipun boleh juga mencakup orang musyrik. Maka, hingga saat itu sebagian kamu muslimin masih menjadikan wali terhadap kerabat mereka yang musyrik dan terhadap orang-orang yahudi. Kemudian dilaranglah semua itu dan diancamnya dengan ancaman yang keras. Baik para wali itu dari kalangan yahudi maupun musyrikin, semuanya dalam Al Qur’an disebut kafir.
Kedua ia harus Laki-laki; ini berdasarkan sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Ahmad: Lan yufliha qoumun asnaduu amrohum ilamro-atin (Tidak akan beroleh kejayaan suatu kaum yang menyerahkan urusannya [kepemimpinan negara] kepada wanita). Tidak diperkenankan wanita menjadi pemimpin tertinggin, karena tabiatnya yang tidak memungkinkan baginya untuk memegang kepemimpinan sebuah negara, yang menuntutnya bekerja keras, bekerja secara kontinue, memimpin tentara, mengatur segala urusan tugas-tugas yang sangat berat dan melelahkan bagi kaum wanita.
Ketiga ia harus baligh; tidak gila, tidak kurang akal, dan bukan anak kecil sehingga dapat diberi beban tanggung jawab. Sebab tidak mampu seorang yang belum Baligh mampu menanggun segala kewajiban seorang pemimpin tertinggi.
Keempat berilmu; memiliki ilmu yang dapat menunjang tugasnya sebagai pemimpin. Seorang pemimpinn tidak hanya pakar dalam masalah hukum Islam semata, ia juga harus mempunya wawasan dan cakrawala pengetahuan yang luas meskipun ia tidak sampai pada taraf ahli dalam setiap spesialisasi pada ilmu-ilmu tersebut. Juga mengetahui tentang sejarah, dan pengetahuan negara-negara di Dunia, mengetahui undang-undang internasional, perjanjian-perjanjian internasional, dan juga pengetahuan tentang hubungan-hubungan politik, sejarah dan perdagangan negara-negara di Dunia.
Kelima adil; terhindar dari kekejian atau hal-hal yang merusak maru’ah. “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di mata Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla. Yaitu mereka yang berbuat adil ketika menetapkan putusan hukum, dan adil terhadap pengikut dan rakyanya.” (HR. Muslim)
Demikianlah Pemimpin yang adil juga mendapat jaminan istimewa dari Allah SWT. Hadits sahih riwayat Imam Bukhari menyebutkan, tujuh jenis manusia akan mendapat naungan keteduhan dari Allah SWT pada saat menempuh alam Mahsyar kelak, yang panasnya tak terperikan. Yang pertama kali mendapat kehormatan tertinggi itu, adalah imamun ’adilun, pemimpin yang adil.
Posisi terhormat seorang pemimpin yang adil di mata Allah swt, sepadan dengan perjuangan berat yang dilakukannya di dunia. Betapa tidak, untuk menjadi seorang pemimpin yang adil, pertama sekali ia harus menjadi teladan dalam kebenaran dan keadilan. Sehingga ketika ia harus berani menegakkan kadilan bagi orang lain dan rakyatnya, ia tidak terkurung dengan kesalahan diri sendiri.
Dan yang terakhir Tidak cacat mental atau indera yang dapat mengganggu dan mengurangi kinerjanya.
Pada syarat-syarat mengenai pemimpin yang dijabar diatas agaknya ada dua syarat yang harusnya dapat dijadikan sebagai karakter pemimpin sebagai antitesa kepemimpinan diktator yang jatuh oleh kekuatan People Power. Yaitu Berilmu dan Adil.
Ilmu
Dikatakan bahwa orang yang beriman itu lebih utama dari orang yang berislam dan orang yang berilmu itu lebih utama dari orang yang beriman. Sebab dengan imunya seseorang itu tidak mudah untuk ditipu dan dibodoh-bodohi baik oleh orang lain maupun sistem. Dengan ilmunya ia mampu menempatkan diri seseauai dengan kondisi yang terjadi dan melakukan perbuatan yang tidak menyesatkan. Lalu dengan ilmunya seorang pemimpin dapat menyusun strtategi terbaik untuk mecanangkan program negara dalam rangka mensejahterakan rakyat. Dalam konteks Islam, maka pemimpin yang berilmu adala pemimpin yang menjadikan Qur’an dan sunnah sebagai ilmu yang harus ia gunakan dama menjaankan roda pemerintahan.
Imam Bukhari perihal tekun dalam mencari ilmu menyajikan apa yang disampaikan Umar bin Khattab. Umar berkata, "Pelajarilah agama secara mendalam sebelum kalian jnenjadi pemimpin." Abu Abdillah berkata, "Sesudah kalian menjadi pemimpin." Sesungguhnya para sahabat Nabi tetap menuntut ilmu walaupun sudah tua.
Ibnu Hajar, menyatakan tentang Umar berkata, "Dalamilah ilmu agama sebelum kalian menjadi pemimpin." Al Kasymihani menambahkan dalam riwayatnya. "Dan setelah kalian menjadi pemimpin." Sedangkan perkataan Umar dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari jalur Muhammad bin Sinn daii Al Ahnaf bin Qais bahwa Umar berkata
(Seperti disebutkan di atas). Sanad hadits tersebut adalah shahih. Maksud Imam Bukhari menambahkan "dan setelah kalian menjadi pemimpin" adalah agar tidak menimbulkan kesan bahwa seseorang diperbolehkan untuk tidak mendalami agama jika telah memperoleh kekuasaan, karena maksud dari perkataan Umar adalah bahwa kekuasaan sering menjadi penghalang seseorang untuk mendalami agama. Sebab, terkadang seorang pemimpin - karena perasaan sombong dan malunya- tidak mau duduk dalam majelis bersama para penuntut ilmu. Maka Imam Malik mengomentari tentang keburukan para qadhi (hakim) dengan berkata, "Jika seorang hakim telah turun dari jabatannya, maka ia tidak mau kembali ke dalam majelis yang pernah diikutinya." Imam Syafii juga berkata, "Apabila tet jadi berbagai peristiwa, maka ia tidak akan banyak mengetahui. "
Adil
Sungguh, pemimpin yang adil dicintai dan didukung penuh oleh rakyatnya. Keberadaannya membawa kedamaian dan kesejahteraan yang memuaskan dahaga semua orang. Memenuhi hak setiap orang, sehingga tiada seekor semut sekalipun melainkan ia merasakan keadilan dari seorang pemimpin.
Imam al-Mawardi (salah seorang ulama pengikut madzhab Imam asy-Syafi’i) berkata, dalam kitab beliau yang berjudul Adab ad-Dunya wa ad-Diin, “Sesungguhnya di antara perkara yang dapat membuat baik keadaan dunia ini adalah keadilan yang menyeluruh dan mencakup semua sisi kehidupan. Keadilan akan mengajak manusia untuk berbuat baik terhadap sesama, membangkitkan semangat untuk melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dengan keadilan, dunia akan dipenuhi dengan kemakmuran, harta benda akan berkembang dan bertambah banyak, penguasa akan merasa aman dan pemerintahannya akan berumur panjang. Tidak ada sesuatu yang lebih cepat menghancurkan dunia dan merusak serta mengotori hati-hati manusia daripada kezhaliman yang merupakan lawan dari keadilan.”
Dengan keadilan seorang pemimpin, dia akan membawa suasana kehidupan yang tentram dan damai di dalam masyarakat dengan diwarnai dengan hubungan harmonis antara ro’in (pengembala/pemimpin) dengan ro’yah (rakyat/yang dipimpin) sehingga tumbuh rasa saling cinta-mencintai dan saling doa dan mendoakan, dengan keadilan pemimpin rakyat akan senang, merasa terayomi, mudah diatur dan diarahkan untuk berjuang menuju kebaikan, masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah (baldatun toyyibatun warobbun ghofur)
Berkembangnya kwalitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh pelosok yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan kesemangatan untuk belajar dan amar ma’ruf.
Terwujudnya sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan yang cukup memadai karena masyarakat terutama aghniya’nya (orang kaya) dermawan ridho dan ikhlas menyisihkan sebagian hartanya untuk keperluan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pendidikan serta merasa bersyukur bisa ikut andil dalam perjuangan dan punya amal jariah yang banyak.
Meningkatnya kesejahteraan dan ekonomi masyarakat karena banyak angkatan kerja yang bisa terserap sehingga mendapat penghasilan yang memadai serta masyarakat dapat diberdayakan dengan usaha mandiri yang halal.

Sunday, January 16, 2011

panjatkan doa

Do'a2 Dalam Al-Qur'an....
Allah Swt berfirman: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS: A-Mu’min: 60)...
Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya. Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan keluhan dan kesusahannya. Mengapa? Pada hakikatnya –sebagaimana ayat diatas “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).

Sabda Rasulallah Saw:
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.

Al-Qur'an sebagai kalam Allah Swt dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa, diantaranya...

DOA MOHON DIHINDARKAN DARI RASA DENGKI

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." ( QS. Al Hasyr 59:10 )

DOA MOHON NEGERI AMAN

رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". ( QS. Al Baqarah 2:126 )

DOA MOHON AMALAN DITERIMA
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". ( QS. Al Baqarah 2:127 )

DOA MOHON DITERIMA TAUBAT
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ( QS. Al Baqarah 2:128 )

DOA MOHON KEBAIKAN DIDUNIA DAN AKHIRAT
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ
"Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. ( QS. Al Baqarah 2:200 )

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“ Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" ( QS. Al Baqarah 2:201 )

DOA MOHON DIBERIKAN KESABARAN
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." ( QS. Al Baqarah 2:250 )

DOA MOHON DIBERIKAN AMPUNAN
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." ( QS. Al Baqarah 2:286 )

DOA MOHON JODOH DAN KETURUNAN YANG BAIK
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a". ( QS. Ali Imran 3:38 )

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. ( QS. Ali Imran 3:9 )

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِي
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang". ( QS. Al A'raf 7:151 )

DOA MOHON KESELAMATAN
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yûnus: 85-86).

DOA MOHON PERLINDUNGAN
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Hûd: 47).

DOA KELUARGA MASLAHAH
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". .. (QS. Ibrâhîm: 41)

DOA MOHON TEMPAT YANG BAIK
لَّدُنكَ سُلْطَاناً نَّصِيراً رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن
"Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong” (Al-Isrâ': 80).

DOA MOHON DIBERI KEMUDAHAN
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً
"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS. Al-Kahfi: 10)…

DOA KELAPANGAN HATI
يَفْقَهُوا قَوْلِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
"Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thâha: 25- 28 )

DOA MOHON TERLEPAS DARI MUSIBAH
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku." (OS. Al-Mukminûn: 97-98).

DOA MOHON KEMULIAAN
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً
Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal." (QS. Al-Furqân: 65).

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqân: 74).

DOA MENSYUKURI NI'MAT
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." (QS. Al-Naml: 19).

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqâf. 15).

DOA MOHON KELUASAN RAHMAT
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
"Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُم
ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,

وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
”dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang- orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
(QS. Al-Mukmin: 7-9)

DOA SELAMAT DARI KEDENGKIAN
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10).

DOA BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH
فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
"Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-Mumtahanah: 4-5).

DOA DIBERI PEMIMPIN AGAMA
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ
“ Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah: 129).

DOA MELIHAT KEAJAIBAN ALAM
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Âli 'Imrân: 191).

DOA LINGKUNGAN YANG BAIK
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيراً
"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu." (QS. Al-Nisâ': 75).

DOA CURAHAN RIZQI
رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama." (OS. Al-Mâ'idah: 114).

DOA MENGHADAPI KEGAGALAN BERDAKWAH
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (QS. Al-A'râf 151).

DOA AGAR DICINTAI UMMAT
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
"Ya Tuhan kami sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung (cinta) kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka senantiasa bersyukur." (QS. Ibrâhîm: 37).

DOA AGAR DIBERI KEDUDUKAN YANG MULIA
رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكاً وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ
"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat." (QS. Al-Mukminûn: 29).

DOA AGAR DIBERI HIKMAH
رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat." (QS. Al-Syu'ârâ': 83-85).

DOA AGAR DIBERI BANGUNAN INDAH DI SURGA
رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim." (OS. Al-Tahrîm: 11).

DOA AGAR DIBINASAKANNYA ORANG-ORANG ZHALIM
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِناً وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَاراً
"Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan." (QS. Nûh: 28).

DOA AGAR TERLEPAS DARI KESULITAN
لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiyâ': 87).

DOA AGAR KESEMPURNAAN CAHAYA
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu." (Al-Tahrîm: 8).

Wednesday, January 12, 2011

indikator kemenangan dakwah

Para pejuang dakwah yang menegakkan panjiNya selalu berorientasi pada ”ikhlas” ketika menjalankan semua aktivitasnya, juga pengorbanan dalam setiap perjuangan. Karena Ikhlas adalah harga mati dalam perjuangan !
Para pejuang dakwah senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah saw secara kafaah, tidak setengah-setengah. Karena Rasulullah adalah prototipe manusia sempurna dari berbagai segi.
Para pejuang dakwah senantiasa mensucikan jiwa (menghisab diri) setiap waktu. Seperti sahabat Umar bin Khaththab yang melakukan penyucian jiwa sebelum tidur, dengan memaafkan orang, mengevaluasi diri, dan memohon ampunan Illahi Rabbi.
Para pejuang dakwah bersikap zuhud kepada dunia. Tidak riang mendapat kesenangan. Saat dimaki dan dipuji, itu sama saja. Selalu mengosongkan hati hanya untukNya.
Para pejuang dakwah memiliki respon terhadap kekompakan dan kesatuan. Adanya ruhul istijabah dan amal jama’i yang kokoh. http://chrysanthee.wordpress.com

Sunday, January 9, 2011

PH UKKI 2011

Mas'ul : Mustaghfiri Ramadlan
Ko-akh : Asih Wijayanti

sekretaris : Asep Abdu syukur
Ade Fajar

bendahara : Beti N

BSO GMTC : Siti N.
BSO UP : Muarip Khoiru Shidiq

PTQ : Syaifudin
koord BP FSLDK Jogja : Mustaghfiri ramadlan
BP FSLDK A : Isna Nurti
BP FSLDK B : Prayogo S.
BP FSLDK C : Aftatiningsih

Puskomda : Ulil Albab
Puskomda A : Witantri Dwi
Puskomda B : Ulil Albab
Puskomda C : Mira A

Binkad : Nafi Ashari
Restu PK
Syiar : Hidayat S.
Wiwit S.
Media : M Wildanul
Faidatul H
Humas : Riska OP

pendampingan KMH Desi F