Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, November 4, 2012

FSLDK DIY ; Pra Musda

Minggu (4/11) FSLDK DIY menyelenggarakan praMusda jelang Musda tujuh Desember mendatang. acara ini dimaksudkan untuk melaporkan perjalanan dakwah FSLDK selama satu periode kebelakang. agar dapat dijadikan bahan pertimbangan kepengurusan baru FSLDK periode mendatang yaitu 2012/2014.

Bertempat di Islamic Center Seturan, acara ini diawali dengan Tausiyah dari Ahmad Sumiyanto, SE, MSI. anggota DPRD DIY dari Komisi A.

Selanjutnya dilanjutkan dengan pelaporan oleh pengurus Puskomda, dalam hal ini adalah koordinator FSLDK DIY secara general, mengenai perkembanga terbaru dan visi dan misi terbaru kepengurusan FSLDK Indonesia pasca Munas FSLDKN ke-16 di ITB Bandung beberapa waktu lalu, yang juga dikenal dengan acara IMSS (International Mooslem Stundent Summit).

Wednesday, May 27, 2009

Raha, Kabupaten Muna, Sultra

Kota Raha nyaris tak dikenal masyarakat luas. Dia bukan kota dagang, juga bukan kota wisata. Raha hanya sebuah kota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Muna sejak tahun 1960. Di zaman Belanda, Raha adalah ibu kota pemerintahan onderafdeling Muna (setingkat kabupaten).

Pada saat air surut, Raha ketambahan daratan pantai selebar 800-1.000 meter ke arah laut Selat Buton. Namun, daratan semu itu cenderung menjadi kawasan kumuh akibat limpahan sampah dan limbah rumah tangga warga kota.

Sampah dan limbah bersumber pula dari pelabuhan yang berlokasi di pantai tersebut. Selama jangka waktu yang lama, daerah pelabuhan Raha menjadi tempat pedagang kaki lima
menjajakan bahan makanan dan aneka kebutuhan lainnya kepada penumpang kapal lokal yang transit di sana.

Bahkan, kehidupan malam kota Raha di masa lalu sebetulnya hanya berdenyut di daerah pelabuhan dengan kehadiran pedagang kaki lima, mulai sore hingga pukul 22.00 Wita. Waktu tersebut merupakan jadwal kedatangan kapal-kapal penumpang dari Kendari dan Bau-Bau.

Selepas waktu tersebut, Raha kembali senyap. Aktivitas warga di siang hari lebih diwarnai kegiatan kantor pemerintahan. Kegiatan bisnis hanya terpusat di kompleks Pecinan dengan jejeran puluhan petak rumah toko. Warga Tionghoa tersebut dibawa Belanda dari Jawa dalam rangka menghadirkan kelas sosial menengah sebagai mitra pemerintah kolonial di wilayah onderafdeling Muna.

Kawasan olahraga

Daerah pasang surut itu pada tahun 2002 oleh Bupati Muna Ridwan digagas menjadi kawasan pengembangan sarana olahraga yang dapat dibanggakan bukan saja rakyat dan pemerintah Kabupaten Muna tetapi juga Sulawesi Tenggara.

Pembangunan kawasan olahraga dengan penyediaan sarana dan fasilitas modern diharapkan menjadi daya tarik sehingga makin banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke kota kecil di tepi Selat Buton itu.

Maka, Raha pun kini tampak menggeliat, berusaha bangkit dari tidur yang panjang. Daerah pasang surut dengan luas sekitar 200 hektar mulai diuruk dan dibangun bertahap menjadi kawasan tertata rapi dan membuat kota itu bersinar dipandang dari laut.

Untuk mengabadikan Raja Muna yang terakhir, kawasan itu diberi nama Kawasan Olahraga La Ode Pandu. Di kawasan itu sekarang berdiri megah gedung olahraga serbaguna berkapasitas 3.000 orang, stadion kolam renang berdaya tampung 1.000 penonton dengan menara loncat indah standar nasional, dan sebuah kolam arena dayung.

Sebagai uji coba upaya membangkitkan Raha menjadi kota wisata bernuansa olahraga, Pemerintah Kabupaten Muna menyelenggarakan Porda (Pekan Olahraga Daerah) Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Juli 2007. Pada saat membuka pekan olahraga itulah Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mendeklarasikan Raha sebagai pusat pengembangan olahraga perairan di kawasan timur Indonesia.

Pertimbangannya, Raha telah memiliki sarana dan fasilitas olahraga perairan yang memadai seperti cabang dayung, renang, loncat indah, polo air, selam, dan ski air. Bukan cuma itu. Kabupaten Muna selama ini menjadi gudang atlet dayung berprestasi di tingkat nasional, Asia Tenggara, dan dunia.

Tercatat, misalnya, Jumina dan Hasima adalah srikandi Indonesia asal Muna yang pernah mengukir emas di pekan olahraga Asia Tenggara beberapa tahun silam. Khusus kolam arena dayung, seperti dikatakan Ketua KONI Kabupaten Muna Laode Saera, Menteri Adhyaksa menjanjikan dana pembangunan bagi peningkatan dan penyempurnaan sarana maupun fasilitas yang telah dibangun pemerintah kabupaten.

Kolam arena dayung tersebut akan diperluas dari 1.150 x 100 meter menjadi 2.200 x 120 meter. Fasilitas yang harus dibangun antara lain hanggar perahu, tribun, menara kontrol, asrama atlet, dan ruang latihan fisik para atlet. Kawasan Olahraga La Ode Pandu masih akan dilengkapi dengan sebuah stadion olahraga untuk cabang sepak bola.

Tetapi, proyek ini ditempatkan pada urutan berikutnya setelah program pembangunan sarana dan fasilitas olahraga perairan. Di kawasan itu disediakan pula kapling untuk pembangunan industri perhotelan, restoran, dan pusat perbelanjaan. Para pemilik modal diharapkan berminat melakukan investasi di kawasan siap bangun tersebut.

Tuan rumah

Upaya Bupati Ridwan mendobrak kebekuan kota Raha dinilai banyak pihak cukup berhasil. Kawasan Olahraga La Ode Pandu telah berfungsi sebagai ruang publik, obyek rekreasi bagi warga kota yang kini sekitar 110.000 jiwa. Obyek paling ramai adalah stadion renang.

Seperti dijelaskan seorang penjual karcis di pintu masuk stadion itu, pengunjung berkisar 300-500 orang setiap hari. Pada hari libur bisa mencapai 700-1.000 orang. Kebanyakan dari kelompok anak-anak dan remaja yang belajar renang dan loncat indah.

Pengunjung gedung serbaguna juga banyak, umumnya para pencinta olahraga bulu tangkis. Secara fungsional, bangunan gedung tersebut didesain untuk penyelenggaraan kejuaraan cabang bulu tangkis, bola voli, dan bela diri.

Untuk lebih menggairahkan kota Raha sebagai kota wisata olahraga, Pemerintah Kabupaten Muna bersama KONI setempat tinggal meningkatkan lobi dan melakukan koordinasi intensif dengan pengurus cabang olahraga tingkat provinsi maupun pusat terkait kesiapan kota itu menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan daerah, regional, dan nasional.

“Dalam tahun 2008, Raha akan menjadi tuan rumah kejurnas dayung yunior,” tutur Ridwan. Bahkan, lanjut Bupati Muna tersebut, Raha juga telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kejuaraan dayung se-Asia pada tahun 2009.

Terkait dengan event 2009 itu, Pemda Muna berusaha mengoperasikan kembali Bandara Sugimanuru, 26 kilometer dari kota Raha. Bandara tersebut pernah dioperasikan pada tahun 1980-an untuk melayani penerbangan perintis.

Lokasi Raha sebetulnya cukup strategis karena dapat dijangkau transportasi darat dan laut. Dari Kota Kendari atau Bau-Bau, kota itu bisa dicapai dengan mobil melalui lintas penyeberangan Torobulu-Tampo, atau Bau-Bau- Wamengkoli. Pelabuhan Raha juga dilalui kapal penumpang rute Kendari-Bau-Bau dengan frekuensi dua kali sehari.

(sumber:kompas.com)


Tuesday, May 26, 2009

Langit Biru

Program langit biru merupakan program yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

Di daerah perkotaan pencemaran gas buang kendaraan bermotor yang semakin hari semakin bertambah akan mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, perlu menumbuhkan masyarakat untuk ikut mendukung program ini. Memang pelaksanaan program ini tidaklah hanya tanggung jawab Pemkot semata, namun perlu keterlibatan oleh berbagai fihak baik masyarakat, industri, usahawan transportasi, dan industri kendaraan.

Di sisi masyarakat, kesadaran untuk mengelola lingkungan hidup secara lebih bijaksana, dan kesadaran ini dirasa masih kurang. Misalnya masih banyak masyarakat yang menggunakan motor tua dengan pembakaran yang tidak sempurna. Masih banyak masyarakat yang tinggal di pemukiman yang seyogyanya untuk kawasan industri yang berpotensi terjadi pencemaran udara dan kebisingan dari aktifitas industri, sehingga kita cukup direpotkan dalam pengelolaannya.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah kota adalah menata manajemen lalu lintas yang baik. Mengusahakan lalu lintas yang lebih lancar untuk menghindari kemacetan. Kemacetan disadari memberi andil terhadap meningkatnya emisi gas buang kendaraan bermotor. Hal ini disebabkan kendaraan yang bergerak pada kecepatan rendah akan mengeluarkan lebih besar gas buang.

Pemkot perlu menggalakan gerakan penghijauan untuk menyerap CO2 yang dihembuskan oleh polusi-polusi. Penanaman pohon perindang dan penataan taman-taman kota, dimaksudkan sebagai paru-paru kota yang mampu berfungsi untuk menyerap dan menjerap cemaran CO2, SOx, CxHy, kebisingan dan partikulat debu. Pepohonan lebih efektif menjerap debu dan mengurangi cemaran dibandingkan dengan tanaman semak dan tanaman lainnya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.

Setiap tahun jumlah kendaraan semakin bertambah, bahkan mungkin jika kendaraan itu berjajar memanjang disepanjang jalan raya di solo maka hampir penuh dengan kendaraan. Pada saatnya mungkin perlu aturan membatasi mobil-mobil beroperasi ketika angkutan umum massal telah tersedia. Semuanya itu perlu kesadaran masyarakat karena penggunaan mobil pribadi disamping praktis juga karena faktor gengsi, sehingga tidak jarang satu keluarga yang memiliki lebih dari satu mobil.

Dalam jangka panjang perlu dipikirkan upaya-upaya : (a) aturan usia kendaraan, (b) penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, (c) pengembangan teknologi otomotif ramah lingkungan.

Nampaknya pada saatnya perlu adanya aturan pembatasan usia kendaraan, seperti kendaraan usia tua di atas 20 tahun tak boleh beroperasi. Dengan demikian mobil yang bebas bergerak di jalanan akan berkurang jumlahnya dan semuanya haruslah ramah lingkungan. Kendaraan yang telah berusia tua banyak proses pembakarannya tidak sempurna, sehingga berpotensi menimbulkan polusi.

Upaya pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan perlu terus kita galakan seperti bahan bakar yang bebas Pb demikian juga penggunaan bahan bakar gas. Angkutan umum masal pun haruslah kendaraan yang tak berpolusi, seperti harus menggunakan gas. Demikian juga perlu dimulai penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan pribadi.

Pengembangan bio-energi adalah sangat tepat yang lebih ramah lingkungan, Bioenergi yang sekarang baru digalakan mempunyai beberapa kelebihan yaitu merupakan bahan bakar beroksigen, sehingga akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan, dan tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami, sehingga ramah lingkungan.

Disamping itu pengembangan teknologi otomotif ramah lingkungan yang telah dilakukan oleh industri kendaraan bermotor perlu terus diupayakan, yaitu untuk penyempurnaan dari segi desain maupun perlengkapan treatment emisi gas buang. Dengan masuknya produk sepeda motor dengan energi listrik dengan menggunakan aki perlu direspon dalam rangka mengurangi gas buang kendaraan. Di kota-kota di Cina yang saya ketahui seperti di Bejing, Guangzou dan Guangzi penggunaan speda ontel dan speda motor listrik jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang menggunakan BBM. Mereka diberikan jalur sendiri sehingga tidak terkesan semrawut. Disaat pagi dan sore hari para pegawai nampak berbondong-bondong untuk berangkat dan pulang bekerja, namun tidak terkesan adanya kebisingan dan polusi udara sama sekali.

Kegiatan industri merupakan sumber polusi udara yang tidak bergerak yang harus mendapatkan perhatian untuk dapat ditangani secara serius. Kegiatan industri yang menyatu dengan kegiatan rumah tangga di pemukiman, merupakan sumber polusi udara bagi masyarakat setempat. Pengaturan dan penetapan kawasan industri sering tidak diindahkan baik oleh industriawan atau masyarakat sendiri. Misalnya dalam suatu kawasan industri, karena para pekerja menginginkan dekat dimana dia bekerja, maka berkembanglah kawasan pemukiman disekitarnya. Atau sebaliknya industri didirikan didalam kawasan pemukiman dengan pertimbangan fasilitas dan aksesnya yang strategis dan jangkauan tenaga kerja mudah. Oleh karena itu penegakan hukum pelu dilakukan oleh pemerintah kota. Kita tetap harus berpedoman pada prinsip pengelolaan lingkungan hidup ”Siapa yang mengotori dialah yang bertanggung jawab membersihkan”. Kewajiban pembuatan dokumen dan pelaksanaan UKL (upaya kelola lingkungan) dan UPL (upaya pemantuan lingkungan) harus dilakukan, atau bahkan jika dalam skala besar pembuatan dokumen dan pelaksanaan AMDAL (Analisis mengenai dampak lingkungan) harus dilakukan. Upaya-upaya mengurangi polusi udara seperti pengaturan cerobang asap, pemasangan filter udara, pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan dan penghijauan kawasan industri harus terus diupayakan. Menciptakan langit biru dilingkungan kita merupakan kewajiban bagi kita semuanya. Kesadaran akan pentingnya udara bersih perlu ditanamkan bagi segenap warga termasuk para industriawan.




Saturday, February 21, 2009

Pelwis ku sayang pelwis ku Malang

pelwis atau pelepasasn wisuda diselenggarakan sebagai bentuk seremonial untuk melepas mahasiswa baik pra wisuda maupun pasca wisuda. acara ini memiliki makna yang khas, dalam hubungan antara mahasiswa dan fakultas tempat ia menempuh kompetensi belajar selama tahun perkuliahan.

Kepanitiaan pelwis kali ini di ketuai oleh MUH. Syahril, PT.Mekatronika dengan konsep kepanitian bersama Ormawa yang difasilitasi oleh BEM FT UNY bergerak sejak awal januari dan diselenggarakan pada 21 Februari 2009

Ada yang unik dari Pelwis februari tahun 2009 di FT UNY, selain pembagian fendel yang biasa dilakukan saat pelwis, bahwa pelwis bulan ini diselenggrakan siang hari berbeda dengan pelwis yang diselenggarakan sebelum-sebelumnya pada malam hari. saat diselenggarakan malam hari, maka peserta pelwis berstatus calon wisuda, namun, saat pelwis diselenggarakan pada malam hari maka peserta pelwis merupakan wisudawan dan wisudawati dengan gelar kesarjanaan yang diperolehnya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

dalam evaluasi, memang ada beberapa hal yang tidak diinginkan terjadi dan ini sering terulang dalam setiap pelwis yang diselenggarakan oleh Ormawa. konsumsi sering meninggalkan sisa yang cukup banyak, sehingga menimbulka dampak kerugian yang cukup signifika bagi panitia, karena porsi yang diharapkan dapat dinikmati oleh peserta, ternyata meningglkan sisa yang cukup banyak sehingga agak kesulitan untuk mendistribusikan. Sebagian dikonsumsi oleh panitia, sebagian dibagikan ke anak-anak jalanan biasanya itu yang sering dilakukan

pada among tamu juga sering mengalami kendala dalam mengarahkan dan mempersilahkan tamu untuk menempari posisi duduk yang diharapkan (penuhkan depan dulu), karena kebanyakan mereka memilih duduk sesuai yangmereka inginkan, ya memang tidak ada hak bagi panitia untuk melarang jika tidak ada peraturan yang jelas, namun jika posisi depan belum penuh sementara dibelakang dipenuhi oleh peserta yang berjubel maka ini akan merusak pemandangan dan keindahan keteraturan dalam ruangan.

Berbagai hal pun terjadi, mulai dari yang menyenangkan, membagakan, menyedihkan, ataupun perasaan lain bagi panitia kali ini.

Secara maknawiah, pelwis kali ini benar-benar penuh dengan semangat kebanggaan dan rasa senang atas keberhasilan yang diraih oleh mahasiswa dalam menempuh perkuliahan selama masa study yang dijalaninya. tergambar dalam wajah mereka sebuah kehidupan yang akan mereka jalani pasca study. mereka siap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang menyediakan tantangan-tantangan dalam menjalani hidup dan kehidupan, dan tentu takn satupun dari mereka akan menyerah dalam proses itu, sebab bekal keterampilan telah bersusah payah mereka usahakan selama study.

Semoga mereka menjadi bagian dari sekian kecil orang yang membawa perubahan dalam hidupnya, masyarakat dan Negara.

satu hal, sambutlah para tamu undangan dengan senyum dan lepaslah kepergian mereka dengan senyum pula. khusus amon tamu jadilah amongtamu yang interaktif dan komunikatif, agar peserta merasa dihargai dan jpertemanan.

Hidup Mahasiswa...!

Wednesday, February 11, 2009

ospek bukan ajang bunuh-bunuhan

ospek, akankah berarti perponcloan atau penindasan ala senioritas?
tentu akan terbayang sebuah ospek yang menakutkan jika ospek dilaksanakan seperti itu. sangat disayangkan bahwa kasus ospek ITB bisa terjadi, hall inin harus menjadi pelajaran buat kita, bagaimana kita bisa memposisikan kegiatan ini sebagaimana mestinya, bukan ajang sok-sokan dan mencari popularitas (comment secara umum)

ada baiknya jika kita kembali kemakna mengapa ospek itu diadakan, tentu alasan praktisnya adalah sebagai ajang pengenalan mahasiswa baru dengan lingkungan kampus yang notabene berbeda dengan lingkungan sebelumnya.

lalu bagaimana kasus ITB bisa terjadi? tentu harus ada pembenahan yang serius baikk tingkat birokrat, maupun eksekutor dilapangan. terkadang kita mendapati sistem yang bagus namun terbentur pelaksana dilapangan, begitu jug sebaliknya keinginan menciptakan ospek yang baik namun tidak didukung sistem yang proporsional. semua harus sejalan seiring dan menempatkan makna pada tempatnya.

langkah tepat copot kaprodi dan usut tuntas mahasiswa pelaku serta benahi sistem ospek yang ada,. mugkin juga ya harus bermuara pada pembenahan sistem pemerintahan mahasiswa secara umum.

jangann sampai terjadi lagi, "OSPEK" Maut yang langsung memperkenalkan MABA pada dunia ruh. hehehe..

nyambung laen waktu ya...

Saturday, December 20, 2008

Musywil FEMAT VII se-Jateng DIY


Di buka dengan seminar nasional, FEMAT VII “make the dream come true with technopreunership”, bagaimana cara pandanghidup sukses dapat diwujudkan dengan upaya teknik. terlihat ruangan seminat penuh dengan peserta yang cukup antusias.
Musywil FEMAT VII se-Jateng dan DIY di berlangsung lancar. Dihadiri oleh 11 universitas dan 12 institusi eksektif mahasiswa se-Jateng dan DIY, membahas agenda 6 bulan kedepan yang dilakukan olelh 3 komisi sesuai dengan fungsi masing-masing komisi. Komisi 1 adalah jaringan dan komunikasi, komisi 2 pengembangan teknologi, komisi 2 pengabdian kepada masyarkat. Setiap komisi merumuskan agenda nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diawali dengan pembacaan TATIB siding lalu dilanjutkan dengan pemilihan ketua siding tetap yang memimpin jalannya siding. Lalu dilanjutkan dengan laporan dusun binaan oleh masing-masing universitas dan diakhiri dengan sidan komisi.
Sidang yang dipimpin oleh Mustaghfiri ramadlan (UNY) pimpinan sidang I, Heru (UKSW) sebagai pimpinan sidang II, dan Adeyanto (UNSOED) sebagai pimpinan sidang III membuahkan hasil sebagai berikut:


Hasil sidang komisi


HASIL PEMBAHASAN KOMISI I
(JARINGAN dan KOMUNIKASI)


Evaluasi :
Struktur bermasalah
Kurang digarap secara intensif
Jarak
komunikasi
Struktur
Organisasi
Focus garapan tidak sama


A. Waktu : Jum’at, 19 Desember 2008
B. Tempat : Ruang sidang 3 lantai 2 Gedung 3 FT UNS
C. Anggota komisi I
1. Koordinator : Andhi Kusuma (Undip)
2. Sekretaris : Nindya Kusuma Putri (FTSP UII)
3. Anggota :
UNS(Muhammad Nur Aziz)

FTI UII (Raja Rezki Perdana)
UMM(Risa Ma'afifah)
Unsoed(Rosi Istikhori)
UMK(Nur Syamsudin)
UKSW(Agustinus Angger M)
POLITAMA(Keliek Riyanto)
UDINUS(Sigit Purwanto)
UNY(Nuky Hanggara)
UGM(Isa Falaq Albashar)



D. Keputusan hasil sidang komisi I:
1. PENSOLIDAN
Pensolidan BEM/LEM se-Jateng dan DIY
· Arahan kerja : perluasan jaringan BEM se Jateng dan DIY.
· Realisasi : membuat forum bersama yang dikoordini coordinator karisidenan masing- masing minimal 3kali tiap periode.
· Goal Setting : Penambahan anggota FEMAT se Jateng dan DIY yang baru

2. POLA KOMUNIKASI
· Arahan kerja : menjalin komukasi untuk internal maupun eksternal antar anggota FEMAT se-

jateng dan DIY

· Realisasi :
a. Membuat media-media sebagai berikut :
1) Email : femat_diyjateng@yahoo.com
2) Milist : femat_techforhumanity@yahoogroups.com
3) Friendster : femat_diyjateng@yahoo.com
4) Blog : femat-diyjateng.blogspot.com
Yang akan di update setiap ada laporan dan di koordinir oleh komisi 1
b. 5 – 6 bulan kemudian musyawarah wilayah VIII FEMAT se-Jateng dan DIY yang

dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009 di UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang
c. Diawali dengan pertemuan di wilayah masing-masing atau musyawarah kerisidenan yang

dilaksanakan 2 bulan sekali atau minimal 3 kali tiap periode.
d. Mengadakan forum dunia maya yang dilakukan setiap dua minggu sekali, setiap hari

Jum’at Pukul 21.00, konfirmasi melalui sms.
e. Setiap laporan kegiatan yang yang telah/akan dilakukan dilaporkan di komisi 1 yang akan

di update melalui media-media diatas.
· Goal Setting : terjalin komunikasi yang baik dan up to date baik internal maupun eksternal

FEMAT se-Jateng dan DIY
3. STRUKTUR
1) Kerisidenan Kedu : UMM
2) Kerisidenan Surakarta : UNS
3) Kerisidenan Banyumas : UNSOED
4) Kerisidenan Semarang : UDINUS
5) Kerisidenan Yogyakarta : UGM
Setiap koordinator karisidenan bersifat fleksibel tergantung FEMAT selanjutnya.
Tugas coordinator karesidenan : mencari data serta mengontrol BEM / LEM FT di Karesidenan

masing – masing.
(Laporan kondisi wilayah di masing - masing)

4. TRANSFER NILAI DAN INFORMASI
· Arahan Kerja : Ada proses transfer pada setiap kerisidenan maupun tiap lembaga dari pelaku

sebelumnya
· Realisasi :
1) 2 bulan sekali ada proses transfer, yang merupakan implementasi dari pola komunikasi.
2) Proses pendampingan pada pertemuan berikutnya.
3) Pemberian soft copy dan hard copy dari setiap muswil, yang akan dibawa oleh setiap

delegasi.
· Goal Setting : tidak terputusnya informasi

5. PENINJAU
1) Syarat peninjau
· Minimal telah mengikuti 2 kali musyawarah wilayah.
2) Tugas dan Fungsi peninjau
a. Menjaga transfer nilai ketika musyawarah wilayah berlangsung.
b. Sebagai dewan pertimbangan.

6. KOORDINATOR PUSAT
1) Syarat koordinator pusat
· Harus menjadi tuan rumah musyawarah wilayah berikutnya
2) Tugas dan fungsi koordinator pusat
a. Sebagai pusat informasi
b. Sebagai ketua musyawarah wilayah


HASIL PEMBAHASAN KOMISI II
(PENGEMBANGAN TEKNOLOGI)


Waktu : 19 Desember 2008
Tempat : Ruang Seminar Umum Gedung KPLT UNY
Koordinator : Mustaghfiri Ramadhan (UNY)
Sekre : Putri Pramudya Wardhani (UNDIP)
A. Anggota :
1. Aris Mei Sugiharto (UMM)
2. Tuhfatin Najah (UNSOED)
3. Yuli Nur Hidayat (UMK)
4. Penalar Arif Budiman (UGM)
5. Saifuddin Labib Dzulfikar (UNS)
6. Kawabe (UDINUS)
7. Heru Aris P (UKSW)

B. Usulan

1. Memanfaatkan ide – ide mahasiswa teknik u/ memberdayakan masyarakat
2. Program
a. Mengadakan Lomba Penelitian
b. Mengadakan pelatihan pembuatan blog
c. Menfasilitasi mahasiswa ke dunia kerja (Carrier Expo)
d. Pameran Teknologi Tepat Guna Bagi Masyarakat
e. Pemanfaatan Panel Solar Sell (UDINUS)
f. PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin)(UMK)
g. Pemilu berdasarkan database (UGM)
h. Seminar Teknologi

C. Keputusan Rekomendasi

1. kegiatan teknologi melibatkan anggota FEMAT
2. menumbuhkan minat penelitian dengan
a. Jangka Pendek
1) Mengadakan seminar dan pameran pada femat mendatang.
2) Pameran teknologi tepat guna
3) Seminar
4) Wacana
i. Pelatihan
ii. Lomba Penelitian
b. Jangka Panjang dalam penerapan
1) Pemanfaatan Panel Solar Sell - UDINUS
2) PLTB - UMK
3) Pemilu melalui database – UGM
4) Carrier Expo (database link perusahaan) – UMM feat UNSOED

3. sharing informasi antar perguruan tinggi
a. frekwensi : 2 minggu sekali, . Minggu 2 dan 4
b. hari : Sabtu,
c. waktu : 20.00 WIB- Jarkom
d. jarkom : Ramadhan
1. Putri – Heru – Kawabe – Labib - Rama
4 Aris - Titin – Nalar – Dayat – Rama

4 Tindakan aplikatif melalui study kasus belum digunakan dalam 6 bulan mendatang.


D. Tanggung Jawab universitas


1. Setiap univ peserta FEMAT Jateng DIY direkomendasikan menyelenggarakan lomba penelitian dan

pelatihan blog.
2. Mengirimkan pemenang lomba penelitian dan atau mendelegasikan peserta dalam grand final

penelitian di FEMAT.
3. Berkewajiban untuk mengirimkan delegasi untuk pameran teknologi baik mahasiswa atau umum.
4. Bertanggungjawab mencari dana untuk kegiatan FEMAT VIII.
5. Bertanggungjawab menyebarkan informasi kegiatan diwilayahnya masing – masing.
6. Bertanggungjawab dan berpastisipasi aktif dalam program jangka panjang.
7. Menerapkan teknologi yang tepat guna yang dipamerkan pada FEMAT VIII di desa binaan.
8. Komisi II di tekankan memberikan informasi ke komisi I

E. Pembagian Peran Dalam komisi
1. DIVISI A
Menjadi coordinator dalam upaya penggalangan dana
Universitas Muhammadiyah Magelang / UMK
2. DIVISI B
Menjadi coordinator dalam Penyebaran Informasi
Universitas Jenderal Soedirman / UNS
3. DIVISI C
Pelaksana Teknis
PJ Peserta
DIVISI 1 – DIVISI 3 – DIVISI 2
F. DATA PRIBADI KOMISI II
1. RAMA 085729401502
2. PUTRI 085691194976
3. ARIS 085647833787
4. TIEN 081548150488
5. HERU 08562695677
6. NALAR 085730310886
7. KAWABE 085640994330
8. LABIB 08562647942
9. DAYAT 085226049388


HASIL PEMBAHSAN KOMISI III
(PEMBERDAYAAN MASYARAKAT)



ANGGOTA
Koordinator:Ahmad Muali(UNS)
Sekretaris:Herdyanti.P (FTI UII)


Anggota:
Ade yanto (UNSOED)
Wahyu Ardiyanto (POLITAMA)
Feri Kurniawan (UDINUS)
Reza Zulmy (UII)
Rea Devina Endsuy A (FTI UMM)

Keputusan hasil sidang komisi III
· Pembahasan
· Masalah dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan latar belakang yang menyebabkan timbulnya masalah tersebut.
· Langkah nyata FEMAT untuk mengatasi masalah yang timbul.
· Kendala yang terjadi dalam pemberdayaan masyarakat:Ada anggota FEMAT yang belum memiliki

program Pemberdayaan masyarakaat
· Target
Target-target pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan berdasarkan aspek edukasi,advokasi& aplikasi.Untuk program pemberdayaan ini boleh memilih satu aspek untuk penjelasannya sebagai berikut:
1. Edukasi
a. Mendidik masyarakat dalam bidang keteknikan.
b. Melatih masyarakat dalam bidang keteknikan
c. Memberikan pembelajaran kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi yang kita miliki.
d. Memberikan pembelajaran kepada masyarakat sesuai dengan basis kompetensi yang berkaitan

teknologi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Advokasi
a. Menyampaikan pandangan dalam menghadapi masalah yang terjadi di masyarakat.
b. Harus mengikuti pihak yang benar dan pihak yang salah dalam upaya mengatasi permasalahan yang

timbul
c. Menyampaikan pandangan dalam menghadapi suatu masalah yang terjadi di masyarakat.
d. Berperan serta dalam pembelaan masyarakat
e. Harus mengetahui pihak yang benar dan pihak yang salah
f. Adanya kesamaan pandangan dan sikap dalam menghadapi suatu masalah yang terjadi di masyarakat

yang berhubungan dalam bidang keteknikan
g. Berperan serta dalam upaya menyelesaikan persoalan masyarakat dengan pemerintah dan

menyamakan pandangan dalam menghadapi persoalan tersebut
h. Menyamakan pandangan serta sikap dalam mengkritisi isu-isu yang berkaitan dengan keteknikan.

3. Aplikasi
· Merancang teknologi tepat guna yang adaptif bagi masyarakat
· Berperan serta dalam memasyarakatkan dan mengaplikasikan teknologi tepat guna.
· Bentuk real dari penerapan edukasi dan advokasi
· Pengkaryaan teknologi tepat guna atas edukasi dan advokasi
· Merancang dan memasyarakatkan teknologi tepat guna.
· Mengembangkan ilmu teknologi ke masyarakat
· Mengaplikasikan teknologi tepat guna kepada masyarakat
· Berperan serta dalam mensosialisasikan dan mengaplikasikan teknologi tepat guna kepada

masyarakat.
· Konsep bersama “ penerapan konsep teknologi tepat guna “.
· Harus mempunyai desa binaan, minimal untuk 5 bulan ke depan dan minimal sudah ada pendekatan.
· Target desa binaan harus jelas.
· Harus membawa konsep yang jelas, dan harus ada teknologi yang nyata untuk targetan untuk 5 bulan

ke depan.


4. Arah Gerak Komisi III

Usulan-usulan:

1. Semua anggota FEMAT memiliki program pemberdayaan masyarakat bersama.
2. Mengadakan kegiatan bersama untuk aplikasi langsung ke masyarakat
a. Semua anggota FEMAT sekarisidenan memiliki Program bersama untuk aplikasi langsung ke

masyarakat.
b. Anggota FEMAT memiliki program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama

(jangka panjang)
3. Mengunjungi desa binaan di daerah berlangsungnya muswil FEMAT.


Rekomendasi :
· Presentasi program pemberdayaan masyarakat/ sejenisnya, dilakukan diawal sidang FEMAT VII
· Semua anggota FEMAT direkomendasikan memiliki program pemberdayaan masyarakat/ sejenisnya atau

minimal memiliki program baksos rutin dsb. Dalam waktu 6 bulan kedepan

4. Bentuk Program Pemberdayaan Masyarakat
1) Desa binaan/desa mitra
2) Pembinaan anak yatim dan jalanan
3) Pemberdayaan masyarakat kota. Ex : program kebersihan kota, dll.
4) Pembinaan siswa disekolah-sekolah dengan pengembangan skill bidang IT
5) Pembinaan Home Industri
6) Pelatihan internet dan blog untuk guru-guru.











BEM FT UNY KE ITB dan BSN

Tanggal 13 jam 16.00 dua bus uny yang kami tumpangi berangkat ke bandung dan Jakarta dalam rangka studi banding dan kunjungan
Diawali dengan breafing dan penjelasan teknis oleh sie acara, serta doa keberangkatan sebanyak 45 orang peserta yang berasal dari pengurus BEM FT, dan utusan dari ormawa FT, kami berangkat. Dengan suasana malam dan dinginnya AC, terlihat raut wajah yang beranekaragam
Hari minggu pagi jam 6.15 kami sampai di ITB, bergegas beres-beres diri ke Masjid lalu mandi di wc umum taman ganeca, ya sambil nunggu antrian kita dengerin music penggiring senam ibu-ibu setempat, foto-foto , narzis-nrzisan, beli snack apa tuh namanya bommana, sumau, de el el. Usai mandi wuih…! Segarnya, pasca nongkrong dalam bus selama 8 jam kami lanjutkan deh keacara berikutnya yang paling ditunggu-tunggu (mahasiswa) makan pagi..
Terlihat teman ITB menyambut kedatangan kami saat itu, lalu ngobrol dengan ramah dan jabat tangan khas mahasiswa bincang soal acara yang akan kita lakukan hari ini.
Udah deh setela semua selesai yang lapar jadi kenyang, yang loyo jadi fresh dan yang bĂȘte jadi semangat, peserta studi banding diajak keliling kampus ITB yang cukup luas dengan berbagai ornament yang menghiasi disudut-sudut ruang kampus. Terlihat sebuah perencanaan tata kampus yang cukup menarik perhartian, bangunan yang memiliki cirri khas lengkungan dan tangga gantungnya. Beberapa bangunan tampak menarik perhatian taman gema, Indonesia tenggelam, air mancurnya, dll but kayakknya masih bagus uny dechh…!(ha..ha.. nasionalisme)
Oke keliling kita yang dipandu oelh mas ridwan bermuara juga kesekretariat BEM nya, tapi ITB menggunakan KM (keluarga mahasiswa). Kita di sambut dengan ramah oleh para penghuni KM alias pengurusnya wuih cantik-cantik nih>>> iya deh bwat ce yang ganteng juga ada,, eit’s tapi bukan itu yang kita cari sebuah apresiasi atas keinginan kita dalam usaha untuk mendapatkan beberapa hal baru dalam kunjungan, itu yang pasti!.
Ayo salaman ayo kenalan,,, acarapun dibuka, lalu sambutan selamat datang dari presiden KM dan tau aja ya! presidennya akhwat nih, wah-wah coba aja buka webnya lau ga percaya namanya Sana angkatan 04 udah waktunya sih buat lulus, tapi kenapa? Nanti kita akan temui jawabnnya. Tik-tik waktu berlalu dan acarapun terus berlangsung, setelah berkenalan dari ujung keujung ruang sampai tidak ada yang tersisa, dengan gaya masing-masing dan uny’is, selanjutnya adalah sharing ormawa. Masing-masing ormawa bertemu dengan lawan mainnya dan berbagi cerita terkait keadaannya masing-masing. Hima mesin dipertemukan dengan hima mesin juga, elektro dengan elektro dan seterusnya.
Khusus perbincangan BEM, perbincangan cukup seru dan menarik. Masing-masing departemen menjabarkan tugas dan proker yang dijalankan dalam roda pemerintahan, baik dari BEM FT UNY oleh ketua bem pidi winata, dan dari KM ITB Oleh mb Sana.
Ada beberapa hal yang menarik menurutku, adalah dept. pengembangan masyarakat dengan pembinaan pedagang dan rumah belajar yang mereka rilis, kalau di BEM FT UNY yaitu dengan proker baksosnya setiap tahun. Dan system kaderisasi yang cukup menantang bagi mereka, bgaimana tidak! Kita beruntung pada angkatan pertama kuliah langsung memilih jurusan yang diinginkan sehingga proses kaderisasi mudah untuk dilaksanakan dari awal tahun, sedangkan ITB pada angkatan pertama diberi kuliah umum, lalu pada tahun kedua baru mengambil jurusan jadi pengelolaan dalam mengarah kan sense mahasiswa pada tahun pertama tentu tidak mudah, mereka tidak tahu organisasi apa yang mesti dimasuki karena belum tahu organisasi jurusan (di UNY maksudnya HIMA) yang akan diambil pada tahun pertama. Rupanya inilah yang membuat mb Sana agak telat lulusnya.
Dan tahu ga pemikiran mereka soal kehidupan ormawa, “kami tidak menciptakan mahsiswa yang organis, tetapi kami menciptakan lingkungan yang organis”. Jadi kalau kita ingin ormawa rame, jangan paksa mahasiswa untuk masuk. Tetapi pancinglah mereka dengan lingkungan kehidupan ormawa yang kondusif, dan menarik untuk dimasuki, jelas..
Udah cukup lelah jam makan siangpun berdentang, setelah sholat dluhur kami makan bareng di KM lalu dilanjutkan dengan penutupan dan penyerahan kenang-kenangan dan photo bareng.
Berhubung hari masih cukup siang, perhentian berikutnya adalah cihampelas… cuci mata nih, oleh-oleh we are come! Di penginapan tidak kalah serunya… malam larut semakin dingin ayo ngopi matapun tidak bias merem sampai pagi begadang. Adzan subuh mendayu ayo sholat…!
Ha..ha… entah dapat ide dari mana teman sekamar yang belum bangun aku ganggu. Tiba-tiba ia membalas dengan melempar bantal kearahku, terjadilah insiden itu, saling lempar bantal dan teman yang tak berkepentingan ikut kena lemparan juga, tawa pecah dan riuh rendah bersahut-sahutan.. eh kepalang tanggung masih banyak temen yang belum bangun nih. Ronda pun ku lanjutkan kebeberapa kamar dengan senjata bantal ditangan tanpa ketuk pintu dan ya…! Satu persatu ku bangunkan dengan lemparan bantal dan pergulatan yang hebat sampai semua terbangun dan tak satupun kamar yang luput terkecuali yang dikunci. Hah…! Rasanya tak ingin berakhir deh..
Kunjungan selanjutnya adalah BSN berkantor di jalam Gatot Subroto geduing wanita tama, kami berangkat berbekal doa dan sarapan pagi.
Wah-wah Jakarta nih baru masuk aja udah kayak gini, Macet….! Udah kayak siputlah jalannya, setiap 5 cm ada kendaraan yang antri untuk lewat.
Sambutan dari BSN ternyata cukup hangat kepada kami, kami
Ada banyak hal yang kami dapatkan, selain silaturahim kami juga memperoleh wawasan yang lebih. Diterangkan alasan kami bahwa kunjungan ini dilakukan dalam rangka Study Visit untuk lebih mengenal standar dan melihat secara langsung kegiatan standardisasi yang dilakukan oleh BSN, setelah pada tanggal 14 November lalu BSN mengadakan sosialisasi standardisasi di kampus mereka. Apalagi pada 24 November 2008 telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara BSN dengan UNY mengenai pendidikan standardisasi, yang disampaikan oleh Pidi Wianata dalam sambutannya..
Bertempat di Lantai 2 Gedung wanita Tama Jakarta, kami melakukan sharing dan bertanya tentang beberapa hal terkait dengan satandar yang berlaku di Indonesia serta perkembangannya. Dalam sambutannya, Sumartini Maksum menyampaikan bahwa BSN menyambut baik kunjungan mahasiswa UNY ini terkait dengan usaha BSN selama ini untuk meningkatkan partisipasi aktif akademisi dalam pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam kesempatan tersebut, Sumartini juga memberikan presentasi mengenai profil BSN. Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan presentasi mengenai ’Manfaat Standardisasi bagi Akademisi’ oleh Tisyo Haryono. Menurut Tisyo bagi akademisi, standar dapat menambah ilmu pengetahuan; sebagai acuan dalam kegiatan ilmiah; sebagai acuan dalam praktek berproduksi; dapat berkontribusi melalui Partisipasi dalam pengembangan standar; serta memotivasi penggunaan standar oleh masyarakat.

Selain itu, juga disampaikan sambutan oleh Nurasih Suwahyono yang dilanjutkan dengan presentasi mengenai Pusat Informasi dan Dokumentasi BSN oleh Andrianto Moeljono. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan mengenai berbagai dokumen, publikasi, serta media informasi yang dimiliki oleh BSN.kamipun cukup antusias menerima penjelasan dari BSN. Dan mengajukan banyak pertanyaan seputar Standardisasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
yang dilanjutkan dengan kunjungan kami ke perpustakaan BSN yang memuat banyak buku-buku mengenai standar yang berlaku di Indonesia dan Dunia.
Setelah ituperjalanan pulang pun menanti dengan perasaan puas dan hal lain yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, kami berangkat berpulang menuju Yogya. Sempat mampi ke beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh dan makan.