Showing posts with label nashrul fikroh. Show all posts
Showing posts with label nashrul fikroh. Show all posts

Saturday, January 21, 2012

Dakwah dinamis realistis

Semoga ini menjadi langkah awal yang dapat membangkitkan kembali gairah dakwah kampus kita. Telah kita kupas alasan-alasan kita berdakwah, cara kita berdakwah dan yang terpenting kita tahu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Keberanian adalah modal utama kita menantang segala hal yang menghalangi gerak langkah kita. Berani sepanjang kita tahu pasti bahwa apa yang kita perjuangkan adalah kebenaran, yang mengantarkan kita kepada kecintaan Allah kepada kita. Dan tidak ada cara lain dalam mengawali keberanian itu melainkan dengan kepahaman, sebab kita tidak ingin keberanian yang muncul itu adalah keberanian taklid , ikut-iktuan saja. Namun keberanian yang mengantarkan kita mampu bergerak secara konsisten dan komit sebab kepahaman yang kita miliki diawal. Sedang kepahaman itu sendiri tidak dapat kita raih melainkan dengan ilmu.

Dalam fiqh perbandingan yang ditulis oleh Yusuf Al Qordhowi, menyampaikan tentang urutan prioritas pekerjaan bahwa, kepahaman itu didahulukan atas amal. Jadi sangatlah jelas, Ilmu adalah harta kaum muslimin, dimanapun ia menemukan.

Friday, March 18, 2011

Berperanglah...

medan kita telah jelas, musuh kita telah nampak, senjata kita telah di asah...
tapi mengapa kita enggan untuk berperang?


rupanya ada duri, ada duri dalam hatimu. kita tak bisa menyankalnya, ketegaran raga dan kekuatan jiwa yang kau tunjukkan pada mahluk ternyata kalah oleh seonggok duri yan tak sengaja mampir menusuk jauh kedalam hatimu..


ya akhi..., jangan buang waktumu karen duri kecil yang mengganjal itu, sgera cabut, buang, hanguskan dan penuhi takdir kepahlawananmu!!!!..., seseungguhnya ALlah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah!!


maka bangunlah dari kesesalan dan penyesalanmu, berperanglah, karena dengan peranglah kita akan mencapai kemenangan yang paling puncak.


berperanglah melawan hawa nafsumu...,

Saturday, August 28, 2010

internet media nashrul fikroh

Diriwayatkan dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Ad Daary sesungguhnya Nabi bersabda, "Agama itu nasehat." Kami bertanya, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan umumnya mereka" (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya). Hadits ini diriwayatkan dari segolongan para shahabat, di antaranya Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Tamim Ad Daary dan Ibnu Umar radliyallahu 'anhum (lihat Al Irwa' No. 26)

Keutamaan berdakwah:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri!?””(QS Fussilat:33)
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya?
Dan didalam ayat yang lain Allah menyampaikan tentang ummat yang terbaik di sisi-Nya.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” Surah Ali Imran ayat 110.
Rasulullah SAW pula bersabda: “Demi Allah, sekiranya seseorang itu diberikan hidayah kerana (usaha)kau, maka itu lebih baik dari unta merah” Riwayat Muslim. Di dalam satu riwayat lain disebutkan: “Lebih baik dari dunia dan segala isinya”


Tidak perlu ilmu segunung tinggi. Sampaikan apa sahaja yang kita sudah pasti sohih. Walaupun kita hanya tahu Surah Al-Fatihah sahaja. Ajak manusia lain membacanya. Walaupun kita tidak reti bercakap, kita sampaikan Islam menggunakan akhlak kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Sampaikan daripada aku walaupun satu ayat” Al-Hadith.
 

Definisi Nasehat
 

Nasehat kadang-kadang bermakna khulush (bersih, murni dan yang lainnya). Bisa juga artinya menjahit (lihat Lisanul Arab, 2/615). Ibnu Katsir berkata dalam An Nihayah: "Nasehat adalah sebuah kata yang mengungkapkan tentang kalimat yang berisi keinginan agar yang dinasehati mendapat kebaikan." Abu Amr bin Ash Shalah berkata: "Nasehat adalah sebuah kalimat yang ringkas yang mengandung usaha si penasehat dengan memberi berbagai segi kebaikan secara kehendak dan perbuatan kepada yang dinasehati."
Apa yang kita maksud dengan nasihat, tidak akan tersampaikan maksud dan tujuannya, jika tidak ada satu proses komunikasi antara pemberi nasihat dengan yang dinasihati. Terkadang komunikasi yang kita lakukan itu perlu disampaikan dengan media yang tepat, sehingga terjadi satu komunikasi yang efektif dan sesuai dengna situasi dan kondisi bagi yang diberi nasihat. Sebab Islam adalah agama yang mudah, tidak ada paksaan didalamnya.
 

Dalam sejarah Islam. usai penaklukan kota makkah, rasulullah memalai satu fase dakwah ekspansi. Yaitu satu fase dimana Islam disebarluaskan keluar daerah kekuasaan Islam (madinah). Dalam upaya menyebarluaskan Islam tersebut, rasulullah salah satunya menggunakan surat. Dikirim ke raja-raja dijazirah arab dan sekitarnya.
Pada saat ini, dimana teknologi komunikasi dan informasi begitu canggih, menghilangkan sekat jarak antar manusia, informasi begitu mudah didapat dari satu belahan dunia kebelahan dunia yang lain. Semua serba instan. Hanya dalam satu klik, kita sudah dapat berkeliling dunia, mengeksplorasi segala sumber informasi mengenai perkembangan peradaban manusia. Kecanggihan teknologi pula, hingga manusia saat ini dapat menjelajah alam semesta. Dalam seminggu saja kita sudah dapat mengetahui adanya temuan mengenai system planetarium yang menyeruapai system tata surya kita.
 

Inilah satu masa dimana kita akan dapat merasakan dan melihat begitu cepatnya informasi menyebar ditengah masyarakat dunia. Dan hal ini diiringi pula oleh respon serentak dari masyarakat itu sendiri. Media massa memainkan peran sangat penting dan tidak dapat dipungkiri dalam menyampaikan pesan lebih cepat dan luas. Semakin maju dunia, peran ini semakin meluas. Pengaruh media semakin menjadi-jadi berbarengan dengan ditemukannya radio dan televisi serta yang terakhir munculnya internet. Satelit kini memancarkan gelombang suara dan gambar ke seluruh dunia, bahkan ke daerah-daerah terpencil sekalipun.
Esensi globalitas media menjadikan pemeluk agama memanfaatkannya untuk menyebarkan ajaran agamanya. Terlebih lagi dikarenakan pada prinsipnya risalah asli para nabi adalah mendakwahkan agama, spiritual dan menuntun manusia. Kini muncul pertanyaan, apakah media massa dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan budaya agama, sama seperti keahlian media dalam mengiklankan pelbagai produk atau nilai-nilai?
 

Dalam satu istilah sederhana, bila kita menguasai media, maka kita akan menguasai Dunia. betapa kekuatan-kekuatan besar Barat memanfaatkan seluas-luasnya media massa untuk menguasai dunia. Saat ini media-media massa di negara-negara Barat menjadi besar dan berpengaruh bila menayangkan dan memuat iklan. Mayoritas media semacam ini dikuasai oleh para pemilik kekuasaan dan orang-orang kaya. Mereka memanfaatkan media demi menjamin keserakahan politik dan ekonominya. Penyebaran faham materialistik, seks bebas, kekerasan dan pelbagai kebejatan moral termasuk tujuan asli media Barat. Kini, sudah saatnya memanfaatkan media secara benar guna menyebarkan spiritualitas, moral dan penyembahan kepada Allah demi mengantarkan manusia kepada kesempurnaan.