Showing posts with label rohis. Show all posts
Showing posts with label rohis. Show all posts

Sunday, February 17, 2013

Diskusi ringan dengan anak rohis mipa UNY

Seharusnya saya hadir dilokasi pada jam 15.30 WIB., tapi beberapa agenda jadinya pertemuan itu dimulai jam 16.35.. Subhanallah,. memang waktu itu saya tidak  bisa datang tepat waktu. Hujan sangat lebat, tidak ada motor dan tidak ada jas hujan. Syukurnya disaat yang mepet itu justru Allah meminjamkan saya mobil. dan akhirnya dengan mobil itu saya bisa melanjut agenda bersama anak rohis MIPA UNY itu.

Saya di minta untuk menyampaikan materi tentang ke-LDK-an. Sejujurnya saya kurang PD jika diminta untuk memberikan materi ini, sejauh yang saya ketahui meski saya lama di LDK, tidak banyak kontribusi yang bisa saya berikan untuk mengembangkan LDK itu sendiri. tapi saya banyak belajar.. Terimkasih.

Kira-kira materi yang saya sampaikan sesuai dengan apa yang saya tuliskan dipostingan sebelumnya. tentang apa itu LDK, urgensi masuk LDK, dan perkembangan LDK di UNY. serta bagaimana hubungannya dengan FSLDK dan Forum-forum fakultas antar kampus yang berkembang juga.

dilanjut diskusi, yang menarik buat saya ketika seorang peserta bertanya kapankah seorang kader atau anggota lembaga layak untuk dikaryakan. Ini mengingatkan saya ketika memberikan materi serupa dibeberapa kampus lain. jadi kapan seorang kader layak untuk dikaryakan?.

Saya menjawab berdasarkan apa yang saya ketahui, disamping pengalaman yang saya dapatkan ketika berada di dakwah kampus. Setidaknya ada tiga tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan pembinaan terhadap kader. pertama adalah ta'rif, dimana seseorang pertamakali diperkenalkan tentang organisasi dawkah atau dakwah itu sendiri, sampai ia direkrut. kedua adalah takwin, ketika seorang kader dibina, dan dibentuk kepribadiannya hingga menjadi pribadi yang baik, dan yang ketiga adalah tanfidz berupa pengkaryaan itu sendiri. dengan diberikan ruang untuk berekspresi, atau amanah-amanah dilembaga.

Ketiganya boleh jadi berurutan dilaksanakan, namun diwaktu yang lain boleh jadi bersamaan dilaksanakan. begitu jawab saya.

Thursday, September 27, 2012

Sentuhan Kepribadian

Baru-baru saja kita dihadapkan pada satu peristiwa yang membuat kita tak bisa lagi tak peduli. Bukan soal tawuran yang menewaskan salah satu siswa sebuah sekolah negeri di Jakarta. tapi saksikanlah apa yang baru saja disampaikan oleh Menteri Pendidikan indonesia manakala ia menemui tersangka pembunuh siswa yang menjadi korban. Muhammad Nuh menyampaikan bahwa pelaku merasa puas karena telah menghilangkan nyawa seorang manusia ditangannya. ya, dengan "sedikit" penyesalan katanya.

Apapun alasannya, menghilangkan nyawa seseorang adalah perbuatan yang tidak dapat dimaafkan dari sisi kemanusiaan, karena ia telah merampas hak paling mendasar seorang manusia, yaitu hak untuk hidup. tidak ada itu namanya hidup dua kali, Ilmu sains secanggih apapun masih belum menemukan Einsten yang hidup di abad ini. hidup hanya satu kali. Terlebih jika diikuti dengan perasaan terpuaskan, seolah menghilangkan nyawa memiliki cita rasa.