Showing posts with label refleksi. Show all posts
Showing posts with label refleksi. Show all posts

Monday, April 22, 2013

Refleksi dualimatahun

Sy habiskan waktu ut memnaca siroh nabi dn sahabat dipenghujung pergantian usia.

Serasa kecil dn semakin tersindir. Ternyata diri masih jauh dari pancaran Iman yang sesungguhnya. Masih mantap bercokol Sombong, takabbur, dan sifat munafik. Lebih suka mengambil maksiat dari pada keindahan pahala.

Dualimatahun, seperti belum tersadar. Pada usia menua namun jiwa masih renta.

Ada begitu banyak cita yang mengendap dalam gua ketakberdayaan. Ada begitu banya cerita yang hilang ditelan kebekuan lisan. Tak tersampaikan.

Diseberang siroh, kusaksikan diriku tertinggal jauh dari raga2 dan jiwa2 yang gagah, berani dan pantang menyerah, menyibakkan pedang kebenaran menikmati kehidupan dibawah naungan Qur'an.

Aku yang tertinggal. Mendoa pada Tuhan agar tersembuhkan dan mampu berdiri kembali. Mengejar pasukan, menegaskan keberanian dan hidup dalam kebangaan dibawah naungan Qur'an.

Tuesday, November 13, 2012

Muharram ke Muharram

Perjalanan saya. satu tahun kebelakang. Penuh dengan dinamika. Dari Muharram ke Muharram, memberi catatan yang tidak sedikit. catatan yang menumbuhkan kebahagiaan dan catatan yang memberi gusar. catatan yang memberi kekuatan pada amal dan catatan yang menjadi sebab jatuhnya balasan.

Dari muharram ke muharram, saya berkawan waktu, mencatatkan diri dalam sebuah kitab. kitab yang saya berharap kelak menerimanya dari sisi kanan. kitab yang menjadi hujjah akhir dari sebuah perjalanan. perjalanan panjang kehidupan.

Saturday, January 28, 2012

belajar pada hujan

syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah dianugerahkan kepada kita. Allah menciptakan alam semesta, planet, sistem tata surya, matahari, bumi, bulan dan yang lainnya. mereka beredar dalam sebuah sistem yang sempurna.

adalah hujan, mahluk Allah yang satu ini, sungguh memiliki peran yang sangat penting bagi manusia, keberadaaannya sangat dinanti-nantikan, kehadirannya menabur bahagia, datannya membawa berkah dan rahmat dari Tuhannya. Namun kadangkala ia membawa bencana.

Begitulah, hujan sangat taat pada Allah, rahmat dan bencana yang dibawanya adalah bentuk ketaatannya pada Allah SWT.

Thursday, January 19, 2012

kamu sukanya apa?

kalau ada yang tanya, "kamu sukanya apa?".kira-kira jawabnya apa?

maka apa yang kamu suka adalah yang membuat kamu merasa nyaman ketika ia bersamamu, menyenangkanmu, menghiburmu, melengkapimu, dengan segala ornamen yang dimiliki oleh sesuatu yang kamu sukai tadi.

tetapi yang menarika adalah satu sunnatullah yang menerangkan bahwa, "sesuatu yang kamu sukai, itu belum tentu baik bagimu, dan apa yang kamu benci boleh jadi baik bagimu". pilihan yang sangat abu-abu, kepastian yang tak bertepi memang.

tapi disinilah terkandung hikmah yang menurut gue nih ya.. baik sekali untuk kita. kuncinya adalah sabar dan syukur...


aku suka ketika kamu berjalan disisiku dan bercerita tentang indahnya Dunia
aku suka ketika kamu ada disisiku menerangkan kegelapan
aku benci ketika kamu di sisiku diam seribu bahasa
aku benci ketika pilu tatapanmu justru membawa bahagia padaku

Sunday, January 1, 2012

refleksi terhadap bilangan usia kita


Bersahabat dengan waktu
Waktu berbilang angka, angka yang kita tahu jumlahnya semakin bertambah. Setelah tanggal satu, dilanjutkan ketanggal dua, lalu tanggal tiga,tanggal empat, lima, enam, dan seterusnya sampai pada angka yang disepakati sebagai siklus ulang, untuk kembali lagi kesatu. Entahlah..  padahal jika tanpa diulang sekalipun, waktu dalam bilangan akan terus bertambah.

Pengulangan ini adalah dampak dari sebuah siklus berputar yang kita tahu jika anda menggambar sebuah lingkarang, maka anda tidak akan tahu mana starting poin dan ending poinnya. Anda bebas menentukan dimana starting poinnya.. yang ketika anda mulai menggerakkan putarannya, maka siklus akan berulang ketika titik putarnya mencapai ending point yang artinya kembali ke starting point.

Sunday, July 3, 2011

wahai hati

wahai hati dari apa kau dibentuk? seruan tak kau hiraukan, larangan engku langgar, perintah engkau abaikan. wahai hati..., dari apakah kau?
wahai hati.. sadarkah engkau? kau hanyalah segumpal daging, seonggok yang memiliki pencipta. tapi mengapa kau tak hiraukan Dia?
wahai hati telah banyak dosa kau buat, telah banyak maksiat kau lakukan, lebih banyak ingkar kau pada nikmat yang telah diberikan padamu
wahai hati.., ingatlah pada Tuhanmu, pada nikmat yang dibrikan kpadmu, pd kelapngan yang dianugerahkan padamu..
wahai hati,,. cintailah Rabbmu, rinduilah Rasulullah, teladanilah org2 sholih diantaramu.
wahai hati,,. bersyukurlah atas nikmat, dan bersabarlah atas cobaan
wahai hati.., hiduplah dalam cahaya kebenaran hakiki.., sesungguhnya kita akan mempertanggungjawabkan segala.

Saturday, July 2, 2011

Meneladani Rasulullah dalam Membina Generasi Berkarakter

Allah SWT ketika menyampaikan tentang takwa, Dia menjadikan takwa sebagai sebuah parameter kemuliaan seorang hamba. tidaklah seorang hamba mulia dimata Allah melainkan ia adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. Al Hujurat: 13)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanyakan mengenai keutamaan suatu hal dari yang lainnya, di antaranya beliau ditanyakan mengenai manakah yang lebih utama antara orang kaya yang pandai bersyukur atau orang miskin yang selalu bersabar. Lalu beliau jawab dengan jawaban yang sangat memuaskan, “Yang paling afdhol (utama) di antara keduanya adalah yang paling bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Jika orang kaya dan orang miskin tadi sama dalam taqwa, maka berarti mereka sama derajatnya.” (Badai’ul Fawaidh, 3/683). Itu pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Al Furqon hal. 67.
Dalam shohih Bukhari dan Muslim, terdapat riwayat dari Abu Hurairah, Ada yang mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yang paling bertakwa.”
Dengan demikian, Takwa merupakan nilai yang akan menentukan kemuliaan seorang hamba dimata Allah SWT.
kita telah mafhum, bahwasanya ada satu generasi terbaik yang dilahirkan sepanjang perjalanan sejarah perkembangan Islam, yaitu generasi awal, Ash shabiqunal Awwalun. sebuah generasi pelopor yang menabuh genderang perjuangan Islam dalam melebarkan pengaruh dan kejayaan Islam di semenanjung arab, dan bergerak ke seluruh Dunia.
kemuliaan mereka tidak lepas dari pengaruh yang ditanamkan Rasulullah SAW. melalui Qur’an yang mengandung kelengkapan ilmu, ia mentarbiyah para sahabat menjadi seorang yang memiliki sikap dan karakter rabbani. AL Qur’an menerangkan tentang karakter para sahabat, mereka adalah seorang mujaahidin (pejuang), auliyaa’ (kekasih Allah) dan du’aat (pengemban dakwah), mereka juga orang-orang yang sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. hingga jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada, menampilkan sebuah keteladanan yang bernilai tinggi, yang jarang dapat kita temui diera reformasi saat ini. “Khoirunnass qornii, tsummalladziina yaluunahum, tsummalladziina yaluunahum” sebaik-baik ummatku”, yang hidup pada zamanku (para shahabat), kemudian yang sesudah mereka (tabiin), kemudian yang sesudah mereka (tabiut tabiin).
bukanlah sebuah kebetulan, terlahir sebuah generasi terbaik. sebab mereka semua dibina dan ditempa dengan kebenaran Al Qur’an oleh Rasulullah SAW secara langsung. melalui tahapan yang panjang dan berkesinambungan. tidak satu peristiwa dalam hidup Rasulullah melainkan didalamnya terkandung pelajaran. sehingga bagi para sahabat mudah untuk memahaminya, sebab ilmu yang disampaikan oleh rasulullah dapat dilihat secara nyata dalam kepribadian rasulullah SAW.
Rasulullah SAW adalah pendidik yang terbaik, kata-kata yang terucap dari bibirnya adalah perkataan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan, tatapan matanya meneduhkan, perkataannya jujur, dan dia mampu berkomunikasi dengan berbagai level tanpa mereka merasa diresahkan dengan perkataanya. dia juga orang yang sabar dalam menyampaikan dan penuh kasih sayang. perhatikan bagaimana rasulullah SAW tetap ramah ketika menegur sahabat yang melanggar larangan Allah dibulan ramadhan. kala itu ada sahabat yang bercampur dengan istrinya disiang ramadhan, lantas rasulullah memberi hukuman atas kesalahan yang diakukan sahabat. hingga beberapa hukuman yang diberikan, sahabat merasa keberatan atas hukuman itu. melihat ini, rasulullah dengan tersenyum akhirnya memberikan hukuman yang sangat ringan. yakni memberi makan keluarganya saja, itupun dengan kurma yang diberikan oleh Rasulullah SAW. lalu bagaimana kesabarannya dalam memberi makan seorang janda tua buta dengan penuh kasih sayang, meski ia dihina dan di caci. itulah pancaran Rasulullah SAW, yang mengajarkan kepada manusia (sahabat) dengan hikmah dan mau’idzotul hasanah. sungguh indah apa yang telah diajarkan rasulullah SAW.

Sehingga terlahir orang-orang seperti Umar Bin Khattab yang lembut, padahal kita tahu sebelum Islam menghampirinya ia adalah orang yang keras lagi kasar. Abu Bakar Ash Shiddiq yang teguh pendirian, Utsman bin Affan yang lembut dan bijaksana, Ali Bin Abu Thalib yang perkasa, dan banyak karakter-karakter sahabat lain, yang datang menguatkan barisan Islam.

Lalu apa yang kita temui saat ini, sungguh miris melihat generasi muda bangsa, yang dididik dan dibina dalam system pendidikan, yang lebih banyak didominasi oleh rujukan-rujukan dan teori barat nan sarat dengan dehumanisasi, pembodohan, dan nilai2 liberal. Dampak semua itu dapat kita lihat dari proses pendidikan yang berlangsung di sekolah-sekolah. berapa banyak sekolah yang memperhatikan waktu-waktu Sholat?, berapa banyak sekolah yang memperhatikan adab-adab pergaulan dalam lingkungan sekolah?, atau berapa banyak sekolah yang memperhatikan perkembangan siswa dalam ruang eksistensinya sebagai manusia yang layak untuk dimanusiakan dengan penanaman nilai?, lebih banyak mereka dipaksa untuk menghafal ketimbang memahami. ada juga yang menawarkan pendidikan ekstra cepat, cepat lulus cepat dapat kerja, namun hasil akhirnya ternyata mereka bagaikan sebuah robot bergerak, tanpa ruh.

sehingga jadilah generasi bangsa ini, generasi bangkrut yang yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang dimuliakan. Koruptor, Penipuan, Sogok-menyogok, dan kengerian lainnya.

Oleh karena itu, demi membangun sebuah generasi yang memiliki karakter yang mulia, perlu perbaikan secara keseluruhan, baik dari segi materi, perangkat, metode, serta pendidik itu sendiri. apa yang dicontohkan Rasulullah dalam membina generasi sahabat adalah teladan yang sangat tepat ditengah system pendidikan yang mengalami korosi. Memang tidak semua kondisi pada zaman Nabi dapat kita tiru pada saat ini secara gamblang, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap aktifitas nabi dalam membina tetap dapat diaplikasikan disetiap zaman. Sehingga lahirlah generasi-generasi kuat, berwawasan luas, dan berkarakter Rabbani. generasi takwa yang menguatkan barisan Islam.


Thursday, June 30, 2011

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Mengapa aku merasa terkadang menjadi yang paling hina dihadapan manusia?
terkadang aku merasa menjadi manusia yang tak memiliki masa depan, seperti masa depan orang2 yang tengah merintis kesuksesan mereka diatas dipan2 emas bersolek mutiara yakut?

atau aku merasa menjadi yang paling kesepian diantara hingar bingar peristiwa kehidupan yang melanda dunia ini?
atau terkadang jika telah datang malam, maka mengapa aku tak bisa tidur senyenyak mereka yang lelap dalam buaian khamr dan shabu?
berkeluh rasa hati ini menyaksikan kebahagiaan orang lain, bertambah sakit hati ini ketika menyaksikan kesangsian hidupan dalam jambangan abadi.
------

"Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesulitan, ia akan berkeluh kesah, dan apabila kebaikan datang kepadanya, ia amat kikir." (al-Ma'aarij [70]: 19-21)
------

Innalillahi Wa Inna ilaihi Rooji'uun...
------
sepertinya jiwaku telah mati, Allahu Robby, "Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafurur rahim" (Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.)

Ya Allah "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan-jalan yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Surah Al-Faatihah: 6-7]

Monday, April 18, 2011

wahai adikku

Adikku,, malam ini tak bisa kupejamkan mata. terlintas parasmu menguak segala memori kebersamaan denganmu.


Adikku, sungguh bersamamu menjadi kenangan yang tak akan terlupakan, mengisi bagian dalam hidupku, menambah koleksi dalam gerai lukis jiwa fanaku. yang mengingatkanku tentang kampung halaman, yang bertabur debu dalam taburan cahaya surya yang panas, dan becek berlumut ketika penghujan menyapa.


Adikku, sungguh bersamamu adalah karunia yang begitu indah. meski tak jarang aku membuatmu menangis, atau bahkan sebaliknya (aku malu menulisnya), karena memang kita tak jarang sama dalam beberapa hal. teringat, hal2 kecil menjadi pemantik pertikaian kita, bersikeras aku karena aku memang yang tertua, dan kau tak mau mengalah karena paling besar kemungkinan untuk dibela oleh ayah dan ibu. Ah.. tapi kini aku merindukanmu.


Adikku,, apakah remote Tivi itu masih berfungsi? terakhir kita berebut ayah menyembunyikannya, dan terpaksa secara manual kita harus mengganti channel TV.., yah.. kita memans sama-sama suka film kartun, tapi Dora,, aku tak selevel dengan itu. sedang bagimu itulah yang terbaik. sehingga harap-harap cemas aku tak ingin ayah membanting TV karena ulah kita yang tak kunjung damai,, sebaiknya aku mengalah, walau tak jarang kau juga mengalah..., sungguh, sebuha goresan warna yang indah.


Adikku,, apakah sepeda itu masih berwujud? jangan remehkan, meski berusia tua, namun sepeda itulah yang paling handal dikelasnya.., dia adalah warisan kakak tertua kita, menjadi milikku karena yang empunya hijrah ke kota jogja, sepertiny begitu adanya sejarah berulang, menjadi milikmu ketika aku hijrah pula ke jogja. walau ayah mengizinkanmu membawa motor di akhir jenjang SMA mu. satu hal yang sangat aku inginkan kala itu, namun selalu aku berakhir dengan tunduk kepala. aku mafhum karena dulu motor itu menjadi satu-satunya tunggangan ayahanda, kemanapun ia pergi. barangkali kondisi telah berubah pada masamu.


asal kau tahu saja, sepeda itu.. begitu berharga dimataku, berapa kali ia memenangkanku dalam kompetisi balap saat berangkat dan sepulang sekolah. berulangkali aku tampil PeDe dihadapan gadis2 kecamatan dengan sepeda itu, padahal yang lainnya menunggangi grand, megapro. aku tak peduli. bersama sepeda itu, aku gaet hati para gadis2 itu....,


walau tak jarang aku harus jalan kaki saat pulang sekolah, karena mendapati sepeda itu tak berantai, kempis, atao bahkan hilang sadelnya.., dendam rasanya pada mereka. anak2 begundal kecamatan yang seringkali mengganggu kendaraan kayuh para pendekar kampung. sesekali ingin rasanya bagi kami untuk menghajar mereka. tapi kami tahu bahwa tidak ada gunanya, memperpanjang masalah saja. Tak lama, dendam itu bercokol, karena perjalanan pulang bersama2 kawan. menghilangkan segala keluh kesah.


apakah pohon sony itu masih berdiri? disanalah ekspresei kenakalah kami. jika saat ini aku tahu siapa yang empunya, maka mohonkanlah padanya untuk mengikhlaskan apa yang telah kami ambil tanpa sepengetahuannya.


wahai adikku.. kini kau berjuang, bertarung dengan bait-bati masalah jawab. berjuanglah adikku. dengan kekuatanmu sendiri, aku yakin kau bisa melakukannya. aku dengar kau terhebat dalam mate-matika, bukankah banyak teman2mu yang meniru pekerjaanmu ketika ada pekerjaan rumah. berjuanglah wahai adikku. MUHAMMAD YUSRO HIDAYAT.........

Jutaan warna Kehidupan

hello people,,! pernah kita merasa kerisauan tak beralasan? mungkin karena semangat kita yang tiba2 meledak-ledak. tak menentu ingin berteriak, pantai bertubi hanya sekedar mengucap "Aaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!".. hingga seolah lega bila itu terjadi.

Namun ketika berpulang, menghendaki kehidupan kembali seperti semula ternyata tidak. gundah semakin bergejolak arah semakin buram, langkah semakin tak terarah.

Jika pernah, sesungguhnya Pelangi adalah cinptaan yang paling indah, pernahkah kita berpikir indah pelangi adalah monocolor?.. ya.. keindahan itu adalah himpunan jutaan warna,. yang menyeruap hipno kedalah pikiran dan perasaan manusia.

Tidakkah kita dapat melihat keindahan dari perbedaan? tidakkah kita pernah melihat keanggunan dari multilevel masalah dalam hidup kita?. pada akhirnya, semua itu hanya menambah indah saja kalimat2 Tuhan yang menyata dalam aliran waktu.

Agar Allah tahu, mana-manakah hamba yang patut dicinta.........

Merahkah hidupmu? ato hijau? abu-abu?.. jangan memperpanjang daftar itu, sebab Allah tidak pernah menguji diluar batas kemampuan kita.

Monday, July 30, 2001

Bunda,,. aku mencintaimu!

Bunda...,
seperti baru kemarin kau menyentuhku, membelai, mengusap dengan sayang..
lirih kau dendangkan bait2 indah yang aku tak tahu artinya, tak pernah kawan sepermainanku mengucapkannya, atau ibu kawanku menyanyikannya. ku pikir itu tak berarti.
"Allahummaghfirli Dzunuubi...wali wali dayya warkhamhuma kama robbayani soghiro"
aku hanya menghafalnya.

Bunda...
aku tak ingat apa yang ingin ku tulis lagi,
aku mencintaimu...bunda...