Tidak sengaja, saya menemukan buku ini ketik sedang mendengarkan tilawah diperpustakaan masjid Al Mujahidin. tergeletak diatas meja baca, mungkin ada pembaca yang enggan mengembalikannya atau mungkin baru saja dikembalikan oleh peminjam dan belum sempat disirkulasi oleh petugas perpustakaan.
Saya mulai membuka beberapa lembar, membaca beberapa tema tulisan, melompat lompat pula mbacanya. lalu meletakkan kembali ketempat semula. Selanjutnya saya kembali mendengarkan tilawah.
Dalam mendengarkan tilawah, saya merenungkan sesaat buku yang baru saja saya baca. Eits.. saya rasa saya tertarik dengan renungan DH Devita. beberapa tema yang disuguhkan dalam buku itu benar-benar mewakilkan sebagian renungmalam yang akhir-akhir ini menggelayut dalam kepala, ujian ukhuwah, menjadi pilar, biarkan jatuh kejurang, menjadi ruh dan beberapa lainnya. Meskipun dibeberapa tulisan lainnya terlihat DH Devita mengkhususkan bagi kaum perempuan. atau jangan-jangan memang buku ini khusus untuk para hawa ya (hadeuh..).
Akhirnya saya putuskan untuk membacanya.
Saya benar terbawa goresan tinta DH Devita. Mengikuti dengan seksama perjalanannya memenuhi undangan salah seorang teman yang baru dikenalnya. Perjuangannya mengalahkan rasa malas yang mendera ketika hendak menghadiri agenda pembinaan. Juga tekadnya ketika menghadiri mabit. saya juga merasakan bagaimana ruhnya kembali segar setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Di waktu yang lain, saya dapat pula memahami kerumitan DH dalam membuat pilihan-pilihan dalam kehidupannya. menjadi seseorang yang being annoyed by others, terutama keluarga, sehingga seolah pilihan-pilihan sikap yang hendak kita ambil belum dianggap matang, pilihan merekalah yang terbaik. Juga ketika pilihan ketika menjabat amanah yang diluar minatnya. menjadi bagian dari divisi pembinaan, tapi justru dari situlah pengalaman dan pengjaran banyak diambil.
Di lembaran yang lain, saya menyaksikan keharmonisan keluarga DH. harmonis bukan karena semua dalam kesempurnaan. Saya adala pembicara aktif sedang suami adalah pasif, begitu yang disampaikan DH dalam salah satu tulisannya. bagaimana tidak, DH memag suka tantangan, dia putuskan menikah dengan orang yang belum pernah dikenalnya, bakan teman sepermainan, bukan teman sepekerjaan, dan juga bukan teman sekuliahan. biar seru, ada tantangan.. begitu katanya.
Dan masih banyak lagi kisah lainya dituliskan dengan kalimat yang tidak membuat jenuh, terutama tentang dunia para hawa.
Pada akhirnya Menjadi pilar & menjadi ruh adalah renungan yang sangat berbekas dalam diri saya. barangkali disuatu waktu nanti saya akan membuat renungan serupa, versi saya tentunya.
Intinya kita adalah bagian dari dakwah, salah satu kekuatan yang menopang dakwah itu berdiri. Jadi jangan biarkan diri kita hancur, karena akan menghancurkan bangunan dakwah, meski dengan skala yang kecil.
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Monday, February 25, 2013
Tuesday, January 29, 2013
Isti’ab : Fathi Yakan
Resensi buku Isti’ab : Fathi Yakan
Isti’ab adalah kemampuan seorang da’i untuk menarik objek dakwah dan merekrut mereka dengan segala perbedaan potensi, perbedaan intelektual, status sosial dan lain sebagainya.
Penekanannya adalah dikarenakan begitu banyak perbedaan yang dimiliki oleh manusia yang satu dengan yang lainnya, sehingga perkara Isti’ab ini menjadi penting untuk dikaji dan direnungkan. Karena secara langsung berkaitan dengan proses pembinaan dan kaderisasi, yang berarti juga turut berdampak pada pergerakan jama’ah.
Kemampuan Isti’ab setiap orang berbeda-beda, menurut kadar keilmuan yang dimilikinya. Pun demikian hendaknya seorang kader itu memiliki standar minimal dalam perkara ini sehingga dapat memberi kontribusi pada pergerakan jama’ah. Perbedaan dalam isti’ab ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori &Muslim tentang Bumi yang menerima air hujan. “Maka ada bagian bumi itu yang baik, ia menerima air huja itu dnegna baik lalu menubhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ada juga bagian bumi yang menahan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan air yang di disimpannya, sehingga merek abisaminum dan menyirami tanam dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia tidak sama sekali dapat menyimpan air dan juga tidak menumbukan apapun”
Pentingnya Isti’ab ini terhadap keberhasilan dakwah, karena menyangkut kemampuan tentang menarik sebanyak banyaknya masyarakat agar turut bergabung dalam barisan jama’ah yang sama sama memperjuangkan Islam.
Isti’ab terdiri atas Isti’ab Eksternal, dan Isti’ab Internal. Isti’ab Eksternal meliputi kemampuan menarik atau mengelola objek dakwah diluar pergerakan, diluar dakwah, diluar organisasi. Atau mereka yang belum bergabung.
Isti’ab Internal adalah penguasaan terhadap orang-orang yangberdada di dalam organisasi. Yakni mereka yang telah bergabung ke dalam jama’ah dan pergerakan. Pengusaan terhadap keduanya sangat penting.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang dai untuk menarik simpati masyarakat adalah sangat berat. Beberapa kemampuan yang perlu dimiliki adalah :
- Kepahaman tentang agama
- Teladan yang baik
- Sabr
- Lemah lembut
- Memberi kemudahan
- Tawadhu
- Murah senyum dan perkataan yang baik
- Pemurah
- Udah membantu orang lain
Sedangkan mengenai Isti’ab internal ini, Fathi Yakan menekankan pada proses pembentukan. Yaitu sebuah proses membentuk seseorang menjadi pribadi yang Islami sesuai dengan syariat dan sunnah.
Dalam proses pembentukan ini, harus melakukan beberapa tahapan sesuadnegan aturan yang ada. Tahapan tersebut adalah Isti’ab ‘aqidi dan tarbawi, yang kedua adalah isti’ab haroki.
Pada tahap Isti’ab ‘aqidi dan tarbawi ini, ditujukan untuk membersihkan kader dari berbagi polutan masa lalu, menghilangkan karat-karat yang menempel padanya berupa berbagai hal yang tidak Islami. Meluruskan aqidah mereka, meluruskan perilaku dan akhlak mereka, mengarahkan kecenderungan mereka, menentukan dan menjelaskan arah saaran dan tujuan mereka.
Tahapan ini adalah tahapan yang paling penting, karena merupakan dasar bagi segenap amal dan bangunan.
Dalam membentuk pribadi muslim, menggunakan sunnah-sunna yang telah dicontohkan oleh Nabi. Yaitu :
- Memnangkan sisi positif atas sisi negatif
- Memenangkan sikap proporsional atas sikap berlebih-lebihan
- Sedikit dan kontinue lebih baik dari pada banyak tapi terputus
- Sunnah rasul dan mendahulukan prioritas dalam pembentukan
- Pembentukan melalui keteladanan
- Pembentukan yang menyeluruh dan tidak persial
- Keshalihan lingkungan dan pengaruhnya dalam pembentukan
- Penetapan prinsip pahal dan hukuman dalam Islam; dalam hal ini penting untuk mengetahui urutan prinsip dalam menerapkannya:
a. Memberi nasihat
b. Tindakan lemah lembut
c. Menyampaikan peringatan tidak langsung
d. Menyampaikan celaan
e. Memutuskan hubgunan sementara
f. Menggunakan hukuman ang sesuan dan membuat jera
Isti’ab haroki adalah kemampuan organisasi dalam menampung para anggotanya, para pendukungnya dan par simpatisannya. Sebagaimana juga kemampuan untuk menampung berbagai persoalan, prinsip, dan kaidah-kaidah pergerakan.
Untuk bisa menampung anggotanya, gerakan harus memenuhi persyaratan berikut :
- Proses tarbiyah yang matang
- Tersedianya berbagai potensi dan kapabilitas serta faktor pendukung lainnya
- Memahami semua anggota denga benar; potensi, kecenderungan, sisi positif dan negatif, dan hal lainnya.
- Mengerahkan seluruh anggota, bukan sebagian saja.
- Penugasan anggota jama’ah secara bersama-sama, bukan secara individu.
- Pemahaman yang benar dan sempurna tentang sasaran dan sarana yang digunakan
- Mamahami tanzhim dan tabiatnya dengan benar
- Pemahaman yang benar dan menyeluruh terhadap tabiat teman dan lawan berikut konsekwensinya
- Pemahaman yang baik tentang berbagai aspek, tabiat, dan kebutuhan amal
- Menjauhi fenomena istiknaf
Saturday, January 26, 2013
Fiqh Sakit Hati : Muhammad Muhyidin
Sakit hati?
Ada seseorang yang selama ini kita selalu baik padanya, suatu waktu ia justru melakukan keburukan kepada kita, apa yang kita rasakan? Air susu yang dibalas dengan air tuba.
Atau ada orang senantiasa hobi membincangkan keburukan kita dibelakang, sedang ia menunjukkan wajah yang berseri dihadapan kita. atau diwaktu yang lain ada orang yang secara sengaja hendak membuat makar terhadap keselamatan kita. apa yang harus kita lakukan?
Sakit hati dalam beberapa literatur masuk dalam pembahasan akhlak, sebab ia menyangkut sebuah sikap yang ditunjukkan oleh seseorang atas kondisi yang dihadapinya berkenaan dengan kehormatan dirinya sebagai manusia, atau semisal ia disakiti atau diDzolimi.
Namun dalam buku ini Muhammad Muhyidin dengan berani membahas sakit hati dari sudut pandang fiqh. sebabnya pengarang memandang bahwa ada dalil yang sangat gamblang menjelaskan mengenai perkara ini, sehingga pantas bila sakit hati ini juga dikaji dalam kerangkan hukum yang jelas (fiqh).
Sakit hati, adalah satu kondisi dimana seseorang merasa tersakiti karena ulah seorang atau banyak orang lainnya. baik itu disengaja ataupun tanpa sengaja.
Lalu bagaimana kita bersikap ketika berada dalam kondisi sakit hati?
Muhammad Muhyidin mengemukakan Q.S An Nahl:26 sebagai dalil umum yang digunakan untuk bersikap dalam perkara ini.
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." (QS. Al-Nahl: 126)
Dua hal yang boleh dilakukan seseorang manakala ia merasa terdzolimi, tersakiti, atau sakit hati atas perlakukan orang lain.
Yang pertama diperkenankan untuk membalas dengan yang setimpal. tidak kurang dan tidak lebih. Namun tidak semua perbuatan itu bisa dibalas dengan perbuatan yang sama. dalam hal ini membaca bukunya langsung akan semakin memperjelas.
Yang kedua adalah bersabar. dalam konteks ini seseorang yang merasa teraniaya meski tersakiti, dia memilih bersabar atas perlakukan tersebut. dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. dan ini dikatakan sebagai sikap terbaik.
Ibnu Katsir berkata: "Maksudnya: Allah tidak akan menyia-nyiakan sikapnya itu di sisi-Nya. Tetapi Allah akan memberikan pahala yang besar dan balasan baik yang setimpal. Disebutkan dalam hadits shahih, "Tidaklah Allah menambah kepada hamba melalui maaf yang ia berikan kecuali kemuliaan"." (HR. Muslim)
Banyak hikmah yang bisa diambil dalam sikap yang kedua ini, salah satunya adalah memperkuat daya tahan diri atas berbagai ujian kehidupan. yang pada akhirnya akan memberi kekuatan pada seseorang untuk menjadi pribadi yang fokus pada tujuan-tujuan besar dan mengesampingkan persoalan-persoaln kecil dalam hal ini adalah sakit hati.
Dan sebenarnya ada sikap ketiga, yaitu membalas dengan yang lebih besar dari perbuatan pelaku kedzoliman. sikap ini tidak dianjurkan, karena justru akan membawa kerusakan yang lebih besar daripada kerusakan yang telah diperbuah oleh pelaku kedzoliman tersebut. dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” Yaitu orang yang memulai berbuat buruk kepada orang lain atau membalas keburukan orang lain dengan yang lebih banyak daripada keburukannya. Maka kelebihan tersebut dinilai sebagai perbuatan zalim (kang_adhan, dari berbagi sumber)
Selanjutnya adalah resume buku Isti'ab Karya Fathi Yakan
Selanjutnya adalah resume buku Isti'ab Karya Fathi Yakan
Wednesday, November 7, 2012
Aqidah Islamiyah, Sayyid Sabiq
Kali ini Al hamdulillah Blogger Admin berkesempatan menulis tentang sebuah buku berjudul Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq.
Pada covernya, terbitan Rabbani Press tahun 2008, tertlusa sebuah paragraf yang diambil dari potongan isi buku.
Dalam mukaddimah yang Sayyid Sabiq gamblang menjelaskan tentang Iman dan amal. Iman mencerminkan aqidah dan pokok pokok yang menjadi landasan syariat Islam. dan dari dasar-dasra ini keluarlah cabang-cabangnya berupa amal.
Pada covernya, terbitan Rabbani Press tahun 2008, tertlusa sebuah paragraf yang diambil dari potongan isi buku.
"Islam adlaah agam aAllah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Sallallahuu'alaihi wa sallam, dan intinya adlah iman dan amal.
.... iman dan amal , atau aqidah dan syari'ah kedua-duanya berkaitan satu sama lainnya seperti keterkaitan antara buah dan pohonnya "Cuplikan paragarf tersebut menjelaskan dengan jelas sebuah karakter yang lekat pada Islam. Sebuah agama yang diturunkan kepada seorang hamba pilihan yang berisi tentang iman dan manifestasinya berupa amal. titik.
Dalam mukaddimah yang Sayyid Sabiq gamblang menjelaskan tentang Iman dan amal. Iman mencerminkan aqidah dan pokok pokok yang menjadi landasan syariat Islam. dan dari dasar-dasra ini keluarlah cabang-cabangnya berupa amal.
Monday, July 16, 2012
Bukan Sekedar Kerudung Gaul
Mengapa tak pilih saja kerudung yang syar'i?
Bukan sekedar kerudung gaul karya Burhan Sodiq menjelaskan secara gamblang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengenakan kerudung.
Dalam Islam, Hijab memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap wanita yang telaha menginjak usia dewasa diwajibka untuk menutup auratnya. adapun aurat wanita adalah segala yang ada pada dirinya kecuali wajah dan telapak tangan. bedasarkan hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Dari khalid bin Duraik, dari A'isyah ra. Asma binti Abu Bakar r.a. pernah berkunjung kepada Rasulullah SAW mengenakan pakaian tipis. Maka Rasulullah SAW berpaling daripadanya serasa bersabda "Wahai Asma', sesungguhnya waniti apabila telah baligh, tdak benar terlihat daripadanya ini.... dan ini...". Beliau memberi Isyarat kepada wajah dan kedua tangannya. (Hadist Shohih Abu Dawud no 3945; Buku IV; Halaman 521).
Loh.. kok ribet amat ya jadi perempuan..?
Allah SWT, apapun yang berasal dariNya semua itu adalah kebaikan. Tak terkecuali kewajiban-kewajiban yang ditetapkan untuk wanita. Baik Laki-laki ataupun perempuan, disisi Allah SWT memiliki derajat yang sama, hanya ketakwaanlah yang membedakan.
Beberapa golongan menganggap hal ini (Berjilbab) adalah sebuah batasan, halangan bagi kebebasan wanita. Sehingga tidak sedikit diantara kaum wanita yang memilih mengumbar bagian-bagian tubuh itu untuk alasan yang bernama "kebebasan". Betul, memang ada yang salah pada mereka yang memilih jalan ini, mereka belum memahami betul hakikat kebebasan, dan hakikat kehidupan. maka para muslimah, dan orang-orang yang sholih, yang telah memahami makna kehidupan memilih kebebasan dengan cara yang berbeda. Yakni kebebasan untuk menyembah Allah SWT sesuai dengan syariat yang sempurna dalam kitab sucinya. Inilah kebebasan yang diperjuangan oleh umat Islam...
So... kaum hawa yang dicintai Allah SWT. bagi seorang perempuan yang telah memilih untuk mengenakan jilbab, bukan serta merta akan terhindar dari segala godaan dan gangguan. terlebih jika sebelumnya ia tak mengenakan jilbab. Godaan dan gangguan itu bisa berasal dari lingkungannya dengan mengolok-olok, menyindir atau bahkan menjauhi. Inilah gunanya untuk memilih teman yang baik.
Ada empat jenis teman yang Burhan paparkan dalam buku bersampul pink ini. Yang pertama adalah teman yang seperti minya wangi. keberadaannya memberi pengaruh positif pada diri kita, Sehingga kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh kawan kita ini dapat pula mengangkat derajat kita.
Yang kedua adalah teman yang seperti Vitamin. inilah sebaik-baik teman. keberadaannya selain memberi citra baik kepada kita, juga ia mampu mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ini teman sulit dicari, dan kalau sudah memiliki jangan diabaikan. Semoga Allah SWT menjadikan orang-orang disekitar kita kawan-kawan seperti ini.
Yang ketiga adalah kawan yang seperti penyakit. keberadaannya menjadi beban buat kita. Energi tidak optmal, suka lemas, letih, lesu, tidak punya gairah hidup. memberikan efek negatif pada kita berupa hilangnya waktu karena tak dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatna yang positf
dan yang keempat adalah teman yang seperti racun. Kalau yang ini sebaiknya dijauhi. kalau teman memilih berjilbab, maka teman seperti ini akan menghasut dan berusaha sekuat mungkin agar teman melepaskan jilbabnya. Ga trendi lah,, ga gaul lah.., pokoknya dia akan merasa senang jika orang lain jauh dari menjalankan syariat Allah SWT.
Selanjutnya, perubahan itu adalah membeda. Membedakan diri masa lalu dengan diri masa sekarang. Dan tidak ada perubahan yang dapat bertahan lama dan memberi efek besar dalam kehidupan kita melainkan diawali dari Niat yang kuat.
Maka penting bagi muslimah yang telah memilih berjilbab untuk membulatkan tekad sekuat-kuatnya, dan meperbaharuinya setiap hari. Ciptakan motivasi niat yang paling kuat. apa sih yang bikin kamu mau pake jilbab?
Karena si Dia (Ehm..), atau karena aturan institusi, atau karena paksaan teman, atau karena disuruh orangtua, atau karena apa?
Apapun motivasi sahabat untuk mengenakan jilbab, pastikan itu adalah motivasi terkuat untuk berproses menuju perubahan yang lebih baik. dan pastikan niat sahabat senantiasa diperbaharui seiring dengan memahami ajaran-ajaran Islam dengan lebih dalam.
Pada Akhirnya semua butuh proses.
Perjuangan yang sesungguhnya adalah apa yang akan sahabat hadapi sesudah Niat. tantangan dan godaannya sangat besar. Mulailah mengubah perilaku diri yang paling dasar.
Dimulai dari membersihkan diri kita dari perilaku syirik. Buang segala hal yang berbau mistis dan kejawenan. Bersihkan Jin-jin yang bersemayam dalam diri, berpalinglah kepada Allah SWT dengan kebersihan diri yang maksimal. lalu bertobat.
Selanjutnya bisa sahabat lanjutkan dengan membaca bukunya...
Dedicated for ::. Perpustakaan Masjid Al Mujahidin UNY:
Monday, July 2, 2012
Pedang Bao Zheng
Pedang Bao Zheng. Sang Hakim berjiwa bintang bermata pedang. Novel ini menggambarkan episode perjalanan seorang hakim kerajaan yang dikenal keadilannya terhadap semua orang, dalam menuntaskan perkara pembunuhan yang terjadi dilingkungan kerajaan.
Kali ini hakim Bao dihadapkan pada kasus pembunuhan yang tidak biasa. Sang pembunuh melakukan tindakannya dengan sangat dingin, korbannya ditebas dileher, sehingga mati seketika itu juga. belum pernah ada korban yang selamat. dan setiap korban menunjukkan bahwa pembunuhnya adalah sama.
Dan korban yang bergelimpangan adalah para hakim kerajaan yang memiliki reputasi yang baik, adil, dan tidak menerima suap. sungguh kekejian yang sudah tidak dapat diampuni.
Beragam cara digunakan oleh Hakim Bao, untuk menemukan penjahat berdarah dingin ini.Beruntung panglima secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pendekar yang cukup lihai memainkan pedang. mereka beradu kungfu diiringi lantunan-lantunan puisi mengekspresikan kesan terhadap diantara keduannya. Yang selanjuntnya pendekar ini disinyalir sebagai pembunuh yang selama ini mereka cari..
Suatu hari pendekar itu tertangkap tangan tengah memegang golok ditangannya, sedang dihadapannya tergeletak mayat dengan leher tergorok. Sebelum mati rupanya korban sempat menuliskan sebuah inisial nama yang semakin menyudutkan pendekar itu. akhirnya ia ditangkap dan dibawa kepengadilan.
Hakim Bao sungguh girangnya, peradilan digelar, tersangka dihadapkan. Gillotin (alat hukum penggal) disiapkan. hingga detik-detik putusan dibacakan, Hakim Bao yang berpikiran tajam itu melihat kejanggalan. ini sungguh tidak biasa. dia bukan pembunuhnya.
Bagaimana mungkin? pendekar itu sudah tertangkap tangan, memegan golok dan korban yang tertebas lehernya.. bagaimana mungkin Hakim Bao bisa mengambil keputusan yang berbeda? adakah campur tangan sang hakim dalamnya?...
Sungguh hanya bisa diselesaikan dengan membacanya samapi tuntas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
