Showing posts with label ibadah dibulan dzulhijah. Show all posts
Showing posts with label ibadah dibulan dzulhijah. Show all posts

Thursday, October 27, 2011

Dzulhijjah..., bulan-bulan yang dimuliakan

karena Allah sediakan pahal yang besar. ibadah yang spesial dan waktu yang dimuliakan.., coba saja.. "Mmm.. saya kira semua waktu yang disediakan Allah untuk manusia adalah waktu-waktu yang mulia".. pada bulan ramadhan Allah turunkan lailatur Qadr, pada bulan syawal Allah berikan kemenangan, Dzulqaidah, dan sekarang masuk pada bulan dzulhijah, Allah syariatkan ibadah haji..,

Haji yang bermakna kunjungan manusia kebaitullah dengan tidak membeda-bedakan status sosial, semua berdatangan dengan pakaian ihram yang sama, lembaran tak berjahit. 

seumpam ka'bah yang menjadi pusat ibadah haji dan arah ibadah sholat kaum muslimin.., maka Allah jelas merupakan pusat segala sistem.., Tuhan dan yang menguasai alam semesta 

namun demikian tidak semua orang dapat melaksanakan ibadah haji pada bulan ini, karena ibadah haji hanya disyariatkan bagi yang mampu. namun demikian tidak lantas kita bersedih hati..,


setidaknnya kita dapa pula merasakan semangat haji dengan menyemarakkan bulan ini dengan beberapa ibadah dan keutamaan pada bulan ini.

perbanyak amal 10 hari pertama bulan ini

menyebut keutamaan bulan ini, terutama untuk 10 hari pertama di awal bulan.


 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

”Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud (2082), Ibn. Majah (1717) dan Ahmad (1867))