Termotivasi oleh curhatan seorang teman, dosen di sebuah perguruan tinggi di Indonesia, yang mengatakan bahwa dia minder untuk mengirim paper ke jurnal ilmiah internasional (selanjutnya saya sebut saja “jurnal ilmiah”), saya coba tuliskan apa yang saya ketahui tentang publikasi jurnal ilmiah pada kesempatan kali ini. Teman saya ini merasa bahwa dia tidak mampu membuat paper yang bermutu, dengan bahasa Inggris yang baik, dan karena teman saya ini seorang dosen teknik, dia juga tidak percaya diri karena sulitnya melakukan eksperimen karena ketiadaan fasilitas.