Inggit Garnasih : Kusnoku, kuantar kau ke Gerbang
Ramadhan K.H., Mengisahkan dengan indah perjalanan politik Soekarno dari sudut pandang seornag wanita. Seorang wanita yang merupakan tempat mencurahkan seluruh isi hati dan buah pikiran Soekarno. Gagasan mengenai kemerdakaan Indonesia, serta kesatuan tekad untuk membebaskan diri dari cengkraman kolonialisme dan pendudukan penjajah.
Ramadhan K.H secara apik menampilkan romantisme sebuah keluarga dan kisah cinta yang berliku. Sukarno muda, kuliah di Bandung sebenarnya telah memiliki seorang istri, anak gurunya, seorang yang banyak mempengaruhi pola pemikiran dan semangat perjuangan Sukarno. Salah satu pahlawan nasional, pemimpin Sarekat Ilsam, HOS Tjokroaminoto.
Namun karena terpaut usia psikologis yang besar, Sukarno merasa tak cocok dengan Utari Tjokroaminoto. Waktu itu sukarno telah terlibat dalam pergerakan, serta dalam usaha-usaha meraih kemerdekaan. Ramadhan K.H menuliskan, dalam curhat Sukarno kepada Inggit Garnasih (Ibu Kos), bahwa Utari terlalu kekanak-kanakan, itulah sebabnya Sukarno tak berhasrat kepadanya. Bahkan karena sifatnya tersebut, Utari oleh Sukarno dianggapnya adik.
