Monday, April 7, 2014
Pemilu 2014 : Masa tenang, mari renungkan!
Telah kita lalui, hari-hari bagi setiap partai politik untuk mengajak masyarakat, meyakinkan masyarakat untuk memberikan suara kepada para calon wakil rakyat.
Saat masa tenang seperti ini, marilah kita renungkan, dari sekian banyak partai politik yang selama ini melakukan kampanye manakah yang terbaik dan pantas untuk memimpin Indonesia. Kita telah banyak melihat dan mendengar janji-janji yang telah mereka ucapkan.
Saturday, March 29, 2014
Larangan Memilih Pemimpin Kafir
Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang Allah SWT dan Rasulullah SAW serta Ijma' Ulama. Memilih orang kafir sebagai pemimpin umat Islam berarti memberi peluang kepada orang kafir untuk "mengerjai" umat Islam dengan kekuasaan dan kewenangannya.
Berikut ini adalah sejumlah Dalil Qur'ani beserta Terjemah Qur'an Surat (TQS) yang menjadi dasar untuk bersikap dalam memilih pemimpin :
1. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"
QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."
Sumber : Grup WA
Thursday, November 8, 2012
Potensi Kepemimpinan
Mengapa? salah satu jawaban dan jawaban ini benar adalah bahwa Allah lebih tahu apa yang diperbuatnya. seperti ketika Dia berbincang dengan malaikat mengenai sebab diturunkannya manusia kemuka Bumi, padahal manusia itu hanya akan saling menumpahkan darah saja (sudah terbukti). Oleh Allah SWT dijawab dengan begitu ringan, bahwa Dia lebih tahu., dan sungguh Allah SWT maha mengetahui, yang terucap atau yang tersembunyi.
Namun demikian, dalam hal mengemban amanah yang berat ini, manusia oleh Allah dibekali semacam kemampuan, atau alat, atau potensi. yaitu potensi akal, nafsu, dan hati (hikmah).