Salahkan dirimu yang memilih Golput!
Jangan salahkan jika, negara ini dipimpin oleh antek-antek Amerika dan Yahudi. lalu mereka membuat makar terhadap kaum muslimin, menyingkirkan kaum muslim perlahan dari pemerintahan.
Jangan salahkan jika, negara ini diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten. Maka siap-siaplah menjadi korban negara boneka.
Jangan salahkan, jika negara ini tidak membuat kebijakan yang pro kaum muslimin.
jangan salahkan, jika negara ini menciptakan kekacauan ditengah kaum muslimin, menciderai harga diri kaum muslimin, mengkebiri hak-hak kaum muslimin.
Jangan salahkan, jika negara ini disi oleh orang-orang syiah, yang sangat membenci kaum muslimin.
Jangan salahkan, jika negara ini diisi oleh orang-orang nasrani, yang tak akan menciptakan atau menjunjung keadilan bagi kaum muslimin.
Jangan salahkan, jika negara ini tak lagi memberi ruang bagi kaum muslimin untuk hidup bangga dengan agamanya.
Sebab, diantara kaum muslimin memilih Golput. dan membiarkan parlemen diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten.
Cukuplah Solo dan Jakarta menjadi contoh nyata dihadapan kita.
Jangan, berpura pintar, padahal dungu, jangan berpura kuat padahal tak punya power.
Bangkitlah, lawan kemungkaran dinegara ini. Suara kita adalah pedang, dan pencoblosan dikotak suara adalah bentuk nyata perlawanan kita terhadap makar orang-orang yang akan menjual negara ini dengan kemungkaran.
Showing posts with label pemilu. Show all posts
Showing posts with label pemilu. Show all posts
Tuesday, April 8, 2014
Monday, April 7, 2014
Pemilu 2014 : Masa tenang, mari renungkan!
Renungkan, Pilih Partai Yang Jelas Rekam Jejaknya Membela Rakyat
Telah kita lalui, hari-hari bagi setiap partai politik untuk mengajak masyarakat, meyakinkan masyarakat untuk memberikan suara kepada para calon wakil rakyat.
Saat masa tenang seperti ini, marilah kita renungkan, dari sekian banyak partai politik yang selama ini melakukan kampanye manakah yang terbaik dan pantas untuk memimpin Indonesia. Kita telah banyak melihat dan mendengar janji-janji yang telah mereka ucapkan.
Telah kita lalui, hari-hari bagi setiap partai politik untuk mengajak masyarakat, meyakinkan masyarakat untuk memberikan suara kepada para calon wakil rakyat.
Saat masa tenang seperti ini, marilah kita renungkan, dari sekian banyak partai politik yang selama ini melakukan kampanye manakah yang terbaik dan pantas untuk memimpin Indonesia. Kita telah banyak melihat dan mendengar janji-janji yang telah mereka ucapkan.
Saturday, April 5, 2014
Saya memilih Golput?
Golput Bukan Pilihan!
Tanpa memandang agama yang dimiliki oleh seseorang, memilih golput adalah sebuah tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, dan orang-orang disekitar.
Bukankah kita hidup ditengah-tengah keberagaman? dimana keberagaman akan menjadi harmoni ketika ada yang mengatur, ada yang memanagenya. Inilah yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam masa kapanpun, dalam bentuk pemerintahan apapun, dalam bentuk kepemimpinan seperti apapun.
Dari dulu hingga sekarang, bentuk kerajaan, otoritarian maupun demokrasi. Di pimpin oleh pemimpin yang adil atau pemimpin yang zalim, Tugas mereka adalah merangkul keberagaman yang dimiliki oleh satu komunitas bangsa tertentu di sebuah negara (wilayah).
Hanya saja cara mereka menciptakan harmoni itu yang berbeda. Entitas yang dipimpin oleh pemimpin otoriter, haromoni dibentuk dengan kekerasan dan kontrol yang ketat, dan Indonesia pernah mengalami fase itu. Barangkali itu adalah sejarah telah berlalu, mari kita lihat Korea Utara, Negara yang dipimpin oleh oleh Kim Jong Ul saat ini, adalah salah satu negara yang menerapkan otoritarianisme. Hak-hak warga negara dibawah kekuasaan negara, kebebasan informasi yang dikontrol sangat ketat, dan sistem pendidikan dibentuk untuk melahirkan generasi yang siap menjadi relawan untuk kepentingan negara.
Mesir, juga sama, saat ini dipimpin oleh militer. Dengan kontrol yang ketat terhadap warga negaranya, dimana situasi saat ini menyebabkan tindakan kecil yang dianggap sebagai pemberotakan kepada negara maka akan dianggap sebagai sebuah kejahatan, dan hukumannya adalah tiang gantungan.
Friday, April 4, 2014
Netralitas dalam Politik?
Dalam UU Pemilu, ada beberapa tempat yang diharamkan bagi partai politik untuk melakukan kampanye, salah satunya adalah institusi pendidikan. sedang dalam Peraturan DIKTI, Partai politik dilarang melakukan aktifitas politik praktis di kampus. Ya, di kampus, dilarang untuk kampanye terbuka dan kegiatan politik praktis. Artinya kampus adalah wilayah netral bagi persaingan partai politik. Tetapi bukan berarti jauh dari dunia politik.
Bahwa kampus merupakan tempat yang netral dari persaingan partai politik, dimaksudkan agar tujuan utama kampus untuk menyelenggarakan aktifitas pendidikan (proses pembelajaran) tidak terganggu. Tidak dikotori oleh kepentingan-kepentingan tertentu, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih kondusif dan terjaga. Sistem pendidikan dirancang dan dilaksanakan tidak untuk mendukung partai tertentu.
Bahwa kampus merupakan tempat yang netral dari persaingan partai politik, dimaksudkan agar tujuan utama kampus untuk menyelenggarakan aktifitas pendidikan (proses pembelajaran) tidak terganggu. Tidak dikotori oleh kepentingan-kepentingan tertentu, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih kondusif dan terjaga. Sistem pendidikan dirancang dan dilaksanakan tidak untuk mendukung partai tertentu.
Monday, March 10, 2014
Pemilu, Pilih Pemimpin Islam
Menjelang PEMILU, bangsa kita dihadapkan pada satu proses peralihan kepemimpinan. Dalam sistem demokrasi, Pemilu adalah indikator puncak berjalannya sistem demokrasi dalam sebuah negara. Namun demikian, Pemilu bukanlah fitur utama sistem demokrasi. ada banyak fitur lain, yang menjadikan Demokrasi sebagai sebuah sistem tata negara memiliki nilai tambah, sebagai sebuah sistem yang pernah diupayakan oleh manusia.
Apa dan bagaimana Pemilu dapat mempengaruhi Wajah peradaban sebuah bangsa, akan menjadi pembicaraan kita kali ini.
"Apabila kalian bertiga, maka angkatlah salah satu diantara kalian sebagai pemimpin".
Didalam Islam, pemimpin memiliki dua tanggung jawab sekaligus, yaitu Imamah, yang bertanggungjawab terhadap keselamatan akhirat manusia yang dipimpinnya.
Wednesday, February 20, 2013
Menonton Debat Jabar Satu
Jabar satu, 20 Frebuari dalam acara debat kandidat menuju Jabar Satu yang diselenggarakan oleh TV One, menyaksikannya, lewat streaming benar-benar luarbiasa.
Begitu banyak kesan yang muncul atas pribadi-pribadi yang sedang menjabarkan visi dan misi untuk melaju menjadi jabar satu.
Ada yang berusaha mendeskripsi diri sebagai pemimpin yang berhasil, bujuk rakyat agar beri kesempatan agar membangun Jabar sekali lagi, ada pula yang membuat program hampir sama dengan pemenang pemilu disebuah kota di Indonesia. ada pula yang hendak keluar dari zona nyaman menuju pembaharuan yang lebih baik lagi, ada yang relegius, ada yang berusaha memprioritaskan pendidikan.
Ya, dari apa yang kami saksikan, kami jadi tahu mana yang memang benar-benar memiliki tekad untuk membangun Jabar. berbicara berdasarkan Ilmu, fakta-fakta dan data, seorang orator tapi juga rendah hati. Tidak sekedar mengikut tapi tulus ingin membangun.
Tapi ada terasa juga bagaimana beberapa pasang calon coba saling menjatuhkan, mencoba menjebak dengna kata-kata, agar yang sedang di "tanya" tersudut dan berharap secara tidak sengaja ia mengeluarkan pernyataan yang dapat merusak citra dirinya.
Kadang-kadang jebakan itu dengan kata-kata yang sangat halus, tapi juga secara langsung. kadang lewat sindiran, tapi kadang juga pemaparan secara langsung.
Ditengah persaingan dan upaya saling menjatuhkan dan membangun citra diri yang positif, ada juga yang berupaya membangun kemungkinan kerjasama bilang salah satu pasang calon tak terpilih dalam pemilihan besok.
Sesekali terselip pujian, dan dilain waktu terlontar cercaan. ya.. bagaiman kita melihat bagaimana ekpresi calon yang kehabisan waktu ketika sedang menyampaikan gagasannya, atau salah satu pasang calon yang mengalami gangguan teknis.
Subscribe to:
Posts (Atom)

