Showing posts with label media framming. Show all posts
Showing posts with label media framming. Show all posts

Monday, March 24, 2014

PKS: Antara Pertarungan Politik, Media Framing dan Shifting Sejarah

Tensi politik di Indonesia dalam setahun terakhir menjelang pemilu 2014 meningkat tajam, terutama apa yang dialami oleh PKS. Diawali dengan penangkapan mantan presidennya hingga sampai dijatuhkannya vonis yang kemudian menjadi headline di seluruh media selama periode tahun 2013. Semua opini diarahkan, seolah-olah PKS adalah partai paling korup di Indonesia. Segala hal kecil yang dipandang negative tentang PKS akan diekspose besar-besaran. Seolah-olah ada orchestra dibelakangnya yang mengendalikan gerakan untuk membonsai PKS.

Belum lagi opini negative yang dibangun di social media, baik berupa cacian, hujatan, bullying, framing, dan lain-lain. Apapun yang berkaitan dengan PKS pastilah dinilai buruk. Bahkan ketika ada bencana dan kader-kader PKS secara serta merta terjun langsung untuk membantu dan melayani masyarakat yang terkena dampak bencana, maka berbagai cibiran pun datang, “Lagi cari muka die..”, “PKS riya’, bantu korban kok pake bendera”….dll.

Ditambah lagi hasil-hasil survey yang banyak dilakukan oleh lembaga survey, baik yang diakui integritasnya maupun yang tiba-tiba muncul bak jamur di musim hujan, yang mendowngrade PKS pada posisi terendah. Maka lengkaplah sudah penderitaan yang dialami oleh PKS, tidak ada lagi syarat bagi PKS untuk bisa tetap eksis di panggung perpolitikan Indonesia. Tak heran jika kemudian banyak pengamat yang memprediksi tentang kehancuran PKS pada pemilu 2014 ini.
Maka, adakah upaya yang dilakukan oleh para pimpinan dan kader PKS untuk memanage dan mengembalikan kembali dukungan public kepada PKS ?