Showing posts with label khutbah rasul. Show all posts
Showing posts with label khutbah rasul. Show all posts

Tuesday, July 5, 2011

Ramadhan Istimewa

Ramadhan adalah bulan yang mulia, diawal khutbah menyambut ramadhan, rasulullah SAW menyampaikan
” Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Memohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya”.

Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, hari, malam dan jamnya adalah yang paling utama, dimana kita menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya, nafas menjad tasbih, tidur menjadi ibadah, amal2 diterima, dan doa diijabah.. maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?!
Allah SWT, telah menjadikan ramadhan sebagai hadiah terindah bagi kaum muslimin, tidak ada didalamnya melainkan kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba akan dilipatgandakan pahalanya, diampuni dosanya, dan dikabulkan doanya, Subhanallah…


Begitu istimewanya ramadhan, sehingga setiap umat muslim selalui merasa bahagia akan kedatangannya, berdebar-debar rasa segera bertemu dengannya, terharu atas nikmat yang ada padanya, bangga atas kelebihan umat yang tidak diberikan pada umat yang lain. sehingga setiap muslim yang merasakana kebahagiaan atas kedatangannya, maka Allah SWT menjanjikan bahwa jasadnya tidak akan tersentuh oleh api nereka. “Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).


Begitu istimewanya ramadhan, hingga pada bulan ini Allah menurunkan begitu banyak kemenang bagi kaum muslim di berbagai medan pertempuran. sejarah mencatat bahwa begitu banyak kemenangan yang diperoleh di bulan ini, diantaranya adalah Kemenangan yang diperoleh Rasulullah bersama kaum muslimin pada saat 17 Ramadhan 2 H; Perang Badar al-Kubra. Boleh dibilang, ini adalah perang “hidup-mati” antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy. Sebab, seandainya saja—meski nggak boleh berandai-andai—kaum muslimin kalah, kayaknya tamat deh riwayat Islam. Tapi terlepas dari “seandainya”, ternyata atas izin Allah kaum muslimin berhasil meraih kemenangan gemilang.
21 Ramadhan 8 H; Futuh Makkah (Penaklukan Makkah). Rasulullah saw. keluar dari Madinah tanggal 10 Ramadhan bersama 10.000 pasukan kaum muslimin dan dalam keadaan berpuasaRamadhan 10 H. Rasulullah saw. mengutus sepasukan tentara di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku yang berpengaruh di sana dengan tanpa paksaan langsung menerima dan masuk Islam pada saat itu juga dan mereka shalat berjamaah bersama Ali bin Abi Thalib.
Ramadhan 92 H. Panglima Thariq bin Ziyad bersama armada tempurnya yang berjumlah 7000 pasukan, menyeberangi selat Giblartar (Jabal Thariq) demi melakukan penaklukan di Andalusia, Spanyol. peristiwa heroic ini begitu terkenal Karena sang panglima membakar kapal armada kaum muslimin, sehingga tidak ada jalan bagi kaum muslimin untuk pulang dan menyerah. hanya kemenangan, menang menaklukkan Spanyol, atau menang dalan kesyahidan.
Ramadhan 129 H. Keberhasilan dan kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan di bawah kepemimpinan Abu Muslim al-Khurasany.
Ramadhan 584 H. Shalahuddin al-Ayubi memperoleh kemenangan besar-besaran atas pasukan Salib Eropa. Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya diduduki orang-orang Kristen. Setelah sebelumnya memporak-porandakan kekuatan pasukan Salib di bawah komando Raja Richard III dari Inggris. Raja Richard ini terkenal ganas dan buas, itu sebabnya ia sering dijuluki Richard The Lion Heart—Richard yang berhati Singa. Namun, nyatanya ia bertekuk lutut di hadapan Shalahuddin al-Ayubi yang gagah. Kemenangan itu mengakhiri cengkeraman kekuasaan pasukan Salib atas bumi Palestina. Sejak saat itu, Palestina kembali ke pangkuan Islam.
Inna Fatahna Laka Fatahammubina (Sungguh kami telah memberikan kemenangan yang nyata)


Betapa istimewanya ramadhan, karena pada bulan ini diturunkan pertama kalinya risalah Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. sebuah panduan yang mengajarkan kepada manusia tentang jalan kebenaran; Tauhid. mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT dengan segala cara yang diajarkanNya.
sungguh ramadhan istimewa, pada bulan ini bertepatan Allah SWT juga mengangkat seorang manusia diantara manusia sebagai seorang nabi dan rasul. dialah al ma’shum Muhammad SAW. seorang manusia yang terjaga dari belenggu dosa, yang santun budi pekertinya, yang dipercaya perkataannya, yang lemah lembut ucapannya, yang berwibawa dihadapan manusia. padanya sebuah beban tanggungjawab yang begitu besar di letakan. dan bukannya lari dari beban itu, bahkan ia memegannya dengan kuat sekuat gigitan geraham. pernah ia bersabda pada pamannya Abu Thalib ketika ditawarkan kedudukan yang menarik agar meninggalkan risalah dakwah yang mulia ini, “Wahai, Pamanku!” seru Nabi SAW. “Meskipun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan ditangan kiriku, agar aku meninggalkan seruanku. Sungguh, sampai mati pun tidak akan kutinggalkan !”


Inilah satu bulan yang di istimewakan, Allah SWT menurunkan satu malam yang mulia pada bulan ini. satu malam yang memiliki kebaikan lebih banyak dari seribu bulan. Pada malam yang mulia ini, para malaikat akan lebih banyak turun ke dunia dikarenakan melimpahnya berkah pada malam tersebut, karena malaikat akan turun seiring turunnya berkah, yaitu keselamatan (yang ditebarkan) hingga terbitnya fajar, seluruh kebaikan terkandung dalam malam tersebut, tidak ada keburukan hingga terbitnya fajar. Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan, adapun penentuan takdir secara umum yang tercantum dalam Lauhul Mahfuzh, maka hal tersebut telah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (al-Qadar: 1—5)”

Ramadhan yang istimewa. Dilimpahkannya pahala yang sangat tinggi oleh Allah SWT pada orang yang melakukan amal saleh pada bulan ini. maka marilah kita berlomba-lomba untuk melakukan amal kebaikan sebanyak-banyaknya pada bulan ini, layaknya seorang pengembara yang sedang dalam perjalanan jauh, dalam kedahagaannya yang sangat ia menemukan sebuah mata air yang bening lagi suci, lalu ia meminumnya dengan rakus hingga terlepas seluruh beban dahaga yang dideritanya. inilah ramadhan, Oase amal yang tak terbatas. keluarkanlah energy kita untuk berbakti pada Allah SWT setinggi-tingginya. dan jadilah hamba yang penuh dengan kebahagiaan lantaran rahmat Allah yang diberikan kepada kita. “Siapa saja yang mendekatkan diri kpd Allah dengan perbuatan baik (sunnah/mandub) pada bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan suatu kewajiban (fardlu) pada bulan yang lain. Siapa saja yang menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan Ramadlan , (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakannya 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain”. 


Dan pada ramadhan yang istimewa ini Allah SWT menjaga aktifitas kita dalam menunaikan kebaikan dengan mengunci tutup bagi datangnya godaan syetan terhadap anak adam. Abu Hurairah berkata bahwa rasulullah SAW bersabada, “Jika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan diikat kuat” (Muttafaq ‘Alaih)


Maka dari itu, begitu banyak keutamaan dibulan ramadhan ini, bahkan rasulullah SAW. bersabada “Seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa, tentu mereka akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya… (Ibnu Majah). Ramadhan bulan Istimewa.


Kami sampaikan selamat kepada dunia Islam seluruhnya dengan kehadiran bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, dan kami berharap dan memohon kepada Allah agar dijadikan hilal bulan ini dengan kebaikan, keberkahan dan persatuan bagi umat Islam, kemenangan dan dukungan dari Allah terhadap mereka, sebagaimana kita harus bersimpuh dihadapan Allah agar diikatkan hati-hati kita dengan saudara-saudara kita para mujahidin di berbagai tempat mereka berada.
maraji’:
a. http://www.al-ikhwan.net
b. http://osolihin.wordpress.com
c. http://pmiingalah.wordpress.com
d. http://namakugusti.wordpress.com
e. http://muslim.or.id



Friday, July 30, 2010

Ramadhan bulan prestatif

telah datan satu bulang, yang didalamnya terdapat rahmat dan ampunan Allah..
itulah dia, bulang suci Ramadhan. yang didalamnya Allah selipkan satu malam yang bila seorang hamba menemukan malam itu, maka hidupnya akan di penuhi dengan kebaikan.

seperti baru kemari ramadhan yang lalu aku berkumpul bersama kawan satu kontrakan, kini ramadhan yang lain telah datang nampak dari kejauhan dengsn sinaran wajah yang menggembirakan. tak pernah kita merasakan waktu yang berjalan begitu cepat, karena setiap detik yang kita lewati hanyalah perjalanan waktu yang tak berbentuk dan berwujud dihadapan kita. seolah hanya sekejap jarak antara dua ramadhan, dan kita mengalami kemunduruan usia

semoga ramadhan kali ini bisa lebih baik dari ramadhan kemarin, dennga satu tekahd untuk memperbaiki diri dan meningkatkan derajat ketakwaan dihadapan Allah SWT. menjadikan bulan ini bulang penuh prestasi, bulan penuh kemenangan ruhiah dan jasadiah kita.

Syahru Ramadhan----^_^)(
"Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan"

 dan perhatikanlah khutbah rasulullah berikut ini. 

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).