Showing posts with label ramadhan prestatif. Show all posts
Showing posts with label ramadhan prestatif. Show all posts

Thursday, June 28, 2012

Meramadhankan dirimu

Bilang kalau kau tak bahagia tentang hadirnya. 
Katakan bila kau tak merindunya.
atau Tak perlu kau mempersiapkan kedatangannya.
maka rugi... seperti ruginya seorang pebisnis, yang meniggalkan peluang terjadinya keuntungan yang sangat besar bagi dirinya.
Ramadhan adalah dimensi waktu, yang memiliki awal dan memiliki akhir, tak akan sama ramadhan kali ini dengan ramadhan tahun kemarin. dan perbedaan itu tidaklah sama untuk semua orang. Pada akhirnya perbedaan itu mengakibatkan munculnya tiga golongan, yang pertama adalah mereka menyia-nyiakan bulan penuh berkah ini, mereka adalah serugi-ruginy pebisnis, karena tidak mealukan amal-amal yang istimewa dibulan ini. Yang kedua adalah mereka yang biasa-biasa saja, tidak ada peningkata. mereka tak untung dan tak rugi. dan yang ketiga adalah mereka yang benar-benar meningkatkan kualitas amalnya dibulan ramadhan. mereka ini yang menjadi pebisnis super untung.
layaknya balap MotoGP. kulitas keuntungan kita dibulan ramadhan ditentukan seberapa jauh menempuh suatu jarak dengan waktu yang telah ditentukan. kalau MotoGp siapa cepat dia menang, kalau Ramadan siapa menempuh jarak terpanjang dia menang. seberapa banyak amal yang dilakukannya maka ia menjadi pemenang ramadhan.
Namun perlu diperhatikan juga, kendaraan yang digunakan untuk berpacu dalam ramadhan. pastikan kondisinya prima. perlu persiapan. bagaimanamungkin kita akan kuat baca Qur'an sepuluh jus perhari, kalau dalam sehari satu jus saja berat dilakukan diluar ramadhan. atau sholat malam, atau sedekah, atau berbuat baik pada orang lain, atau membantu kesulitan orang lain.. pada intinya semua itu perlu untuk dilatih sebelum ramadhan. Latihan denga berpuasa senin kamis ata puasa sunnah lainnya, latihan sholat malamnya ditingkatkan, membiasakan diri untuk tilawah denga jumlah yang sedikit lebih banyak. dan seterusnyalah...
setidaknya berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang ramadhan:
1. Mendalami ilmu tentang ramadhan
2. Berpuasa sunnahnya ditingkatkan
3. Tilawahnya ditingkatkan
4. Sholat-sholat Sunnahnya ditegakkan
5. Manajemen waktunya diperbaiki
6. Persiapan fisik, dengan olahraga teratur
7. Biasakan diri dengan memelihara Wudhu
8. Bermuhasabah sebelum tidur
9. Menertibkan adab-adab kehidupan yang sesuai dengan sunnah
10. Tanamkan rasa bahagia untuk menyambu hadirnya
sehingga ketika ramadhan tiba, kendaraan kita benar-benar dalam kondisi prima. siap berpacu, menjadi yang terdepan.
oleh karena itu "ramadhankan dirimu" sebelum ramadhan tiba. sehingga ketika ramadhan tiba kita menjadi jawara.

Monday, July 18, 2011

ramadhan tiba1

Suatu hari Di bulan yang mulia. Ketika kedatangannya semakin dekat… semua orang Nampak bahagia dan penuh keceriaan.. banyak orang tua yang mengajak jalan2 anak2nya, mereka berjalan2 keliling kampong bersepeda, bermotor, bahkan berjalan kaki. Mentari sore itu begitu hangat, menyinari duyun barisan manusia yang berbangga hati menyambut bulang suci… langit yang merah cerah, indah, udara sore yang hangat, member kenyamanan pada gerakan lincah anak2 yang bersenda gurau menemani ayah ibu mereka menuju surau..
Hari itu Nampak beduk2 bersahut2an mengiringi datangnya senja, cerubung2 bambu menggelegar2 mengeluarkan bunyinya sungguh ramai.. beberapa anak bernyanyi riang..
Mereka semua gembira dengan datangnya ramadhan.
Hanya dibulan ramadhan…

Thursday, June 30, 2011

Suka CIta sambut Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan..., kala takbir mengumandang, dan kegirangan malam kali pertama ia datang menggantikan malam2 sunyi sebelumnya, senyum2 manis para perindu yang terindah, butiran2 tangis bahagia yang menyuburkan bumi berjatuhan, dikala hati penuh sesak menyesak tumpah ruah dalam kegembiraan, maka ia datang dalam barisan waktu yang memulihkan kekerasan hati, menampung cerita2 panjang para hamba yang merindu Tuhannya.


Allah SWT. telah memuliakan Ramadhan diantara bulan2 lainnya hanya kepada hamba2 yang beriman, yang senantiasa memupuk asa untuk bertemu dengan-Nya. Pada bulan ini Allah SWT. memerintahkan kaum muslim untuk berpuasa, satu perbuatan yang Allah tuntunkan untuk menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT.

“yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kutiba 'alaykumu alshshiyaamu kamaa kutiba 'alaa alladziina min qablikum la'allakum tattaquuna”Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah:183)

kita menjalankan ketakwaan di bulan ini, sebab Allah telah menjanjikan hambanya kelipatan pahala yang begitu besar atas ibadah2 yang kita lakukan di bulan ini. lalu disertakan peristiwa yang bila seorang hamba bertemu dengannya lalu beribadah, maka kebaikan ibadahnya itu seperti ibahda seribu bulan. ialah malam lailatul Qadr. malam seribu bulan.

padanya (bulan Ramadhan) ada kemuliaan2 Yang Allah anugerahkan padanya.
1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
2. Syahrul Mubarak
3. Syahru Nuzulil Qur'an
4. Syahrus Shiyam
5. Syahrul Qiyam
6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu'min


mari bergembira sambut bulang ramadhan, Siapa-siapa yang bergembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, Allah mengharamkan tubuhnya disentuh oleh api neraka” (Al-Hadits).

**disadur dari berbagai sumber

Monday, August 2, 2010

Spirit Of Ramadhan

sudah ada rencana ramadhan mau ngapain?

apalagi kalau anak kos-kosan, yang nota bene... Ehm-Ehm, sukanya instan. wah ramadhan jadi berkah tersendiri deh. kamar jadi penuh dengan jadwal besok buka dimesjid mana. headernya tertulis besar-besar FREE KAJIAN FREE FOOD AND DRINK. Mmm kalau udah ketemu tempat yang "food"-berbobot, maka rutin paling sering kesana.

ini cuma secuil berkah ramadhan, informasi kelapangan pahala bagi yang memberi makan berbuka bagi yang puasa memang membuat setiap pojok kota jogja pasti menyediakan free FOOD for the shaumer..

disisi lain, Allah juga buka pintu keberkahan dan rahmat yang lebih menggiurkan dan tak perlu bayar. yaitu sebuah malam dimana jika kita menemukan malam tersebut, lalu memohon kepada Allah, maka tidak ada yang menghalangi untuk terkabulnya doa tersebut, lalu kebaikannya yang lebih baik dari seribu bulan yang lain yang terbaik dihadapan Allah.

setiap muslim yang takwa saling berlomba untuk bertemu dengan malam ini, mulai dari mereka-reka tentang kemunculannya, hingga mulai menyisirnya sejak malam pertama ramadhan. sebab Allah sendiri yang dapat menentukan kepada siapa malam mulia itu dipertemukan.

tetapi yang terpenting, adalah pada bulan ini mari kita tinggkatkan amal ibadah kita, tingkatkan perbaikan diri.

kalau sudah seperti ini, kita akan berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Friday, July 30, 2010

Kewajiban Berpuasa





"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"(Al Baqarah:183)

Apa itu Puasa?
Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.
Hukum Puasa
Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :

* Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
* Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
* Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Syarat Wajib Puasa

* Beragama Islam
* Baligh (telah mencapai umur dewasa)
* Berakal
* Berupaya untuk mengerjakannya.
* Sihat
* Tidak musafir

Rukun Puasa

* Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
* Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.

Syarat Sah Puasa

* Beragama Islam
* Berakal
* Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
* Hari yang sah berpuasa.

Sunat Berpuasa

* Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
* Melambatkan bersahur
* Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
* Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
* Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
* Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
* Membaca doa berbuka puasa

Perkara Makruh Ketika Berpuasa

* Selalu berkumur-kumur
* Merasa makanan dengan lidah
* Berbekam kecuali perlu
* Mengulum sesuatu

Hal yang membatalkan Puasa

* Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
* Muntah dengan sengaja
* Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
* kedatangan haid atau nifas
* Melahirkan anak atau keguguran
* Gila walaupun sekejap
* Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
* Murtad atau keluar daripada agama Islam

Hari yang Disunatkan Berpuasa

* Hari Senin dan Kamis
* Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
* Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
* Enam hari dalam bulan Syawal

Hari yang diharamkan Berpuasa

* Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
* Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
* Hari syak (29 Syaaban)
* Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

Ramadhan bulan prestatif

telah datan satu bulang, yang didalamnya terdapat rahmat dan ampunan Allah..
itulah dia, bulang suci Ramadhan. yang didalamnya Allah selipkan satu malam yang bila seorang hamba menemukan malam itu, maka hidupnya akan di penuhi dengan kebaikan.

seperti baru kemari ramadhan yang lalu aku berkumpul bersama kawan satu kontrakan, kini ramadhan yang lain telah datang nampak dari kejauhan dengsn sinaran wajah yang menggembirakan. tak pernah kita merasakan waktu yang berjalan begitu cepat, karena setiap detik yang kita lewati hanyalah perjalanan waktu yang tak berbentuk dan berwujud dihadapan kita. seolah hanya sekejap jarak antara dua ramadhan, dan kita mengalami kemunduruan usia

semoga ramadhan kali ini bisa lebih baik dari ramadhan kemarin, dennga satu tekahd untuk memperbaiki diri dan meningkatkan derajat ketakwaan dihadapan Allah SWT. menjadikan bulan ini bulang penuh prestasi, bulan penuh kemenangan ruhiah dan jasadiah kita.

Syahru Ramadhan----^_^)(
"Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan"

 dan perhatikanlah khutbah rasulullah berikut ini. 

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).