Thursday, June 21, 2012

Naluri-Naluri Dakwah


perjalanan singkat menelusuri jalan-jalan kota jogja dan beberapa meter sekitarnya. bertemu dengan beberapa orang, berdiskusi, sharing, dan saling tukarpikirian.

pendukung banyak ok, pendukung loyal ok.. tapi pendukung yang mau bergerak itu yang dibuthkan. bergeraknya seseorang atas kesadaran, bahwa apa yang dilakukannya semata-mata karena Allah SWT. ini berkaitan dengan dua sikap yang harus dimiliki oleh seorang aktivis dakwah kampus sekaligus. yakni instingnya untuk senantiasa bergerak-movement-. dan yang kedua adalah keikhlasannya atas apa yang dilakukannya tersebut, ikhlas yang Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”

maka keduanya harus tampil secara bersamaan.

dakwah kampus membutuhkan pelaksana yang mampu bergerak dengan pemahaman yang tertanam menjadi naluri.

naluri-naluri dakwah...





Sumber: http://www.dakwatuna.com

Wednesday, June 20, 2012

Menuliskan apa yang dirasakan

apa yang kurasakan tentang dakwah.

bukan, bukan tulisan seperti Abang Ayip yang banyak mengupas tentang dunia Fisika dengan apik. aku merasakan alunan katanya berpindah dari satu kalimat ke kalimat yang lain mengandung gaya tarik yang luar biasa menggugah akal-akal untuk menikmat suasana.

atau tulisan pak cahyadi yang deskriptif, provokatif dan inspiratif itu... ah.. mungkin judge-ku kurang tepat soal beliau. tapi itulah yang kurasakan, membaca tulisannya seperti diajak berdialog secara langsung. hadap menghadap secara langsung, tak sering tulisannya mampu menggugah kesadaran dan menggerakkan pikir untuk merealisasikan segalanya.

terlebih tulisanya Salim A Fillah. tak diragukan, jika kau membaca sebagian atau seluruhnya, maka kau akan bertrasnformasi menjadi jiwa-jiwa yang seolah berada didunia lain yang jauh berbeda dengan yang kita alami. ya.. ia mampun merangkai kata-kata sehingga memiliki kekuatan untuk memperlihatkan kata. mem-visual-kan kisah. kisah dalam kata.

mereka adalah inpirasi.

tulisanku,,,.

ah tak bermakna menggurui, tak juga ingin menekankan untuk kau mengerti ketika membacanya. karena terkadang kata yang dalam memori-memori otot ini tak mampu melukiskan rasa yang bergejolak dalam hati atau mendeskripsikan narasi yang bercokol dalam alam pikir.

karena yang ku inginkan hanyalah menuliskan apa yang kurasakan itu saja.

Deadline Your Work

setiap orang akan menjadikan waktu-waktunya penuh dengna kesibukan yang baik, bilamana ia tahu betul tentang urgensi perjalanan waktu.

waktu yang kita berada didalamnya, berpindah dari satu waktu kewaktu yang lain, meninggalkan apa yang kita sebut masa lalu dengan apa yang kita sebut masa kini. adalah sebuah dimensi yang mencatat cetak sejarah atas apa yang kita perbuat dalam dimensi itu.

kita bukan sedang memposisikan diri kita agar orang lain mengenal kita dengan sejarah yang gemilang, atau kisah heroik yang sesaat wah dan memberi kesan yang tinggi. lalu kemudian mengendur dan hilang dalam cetakan sejarah lainnya...

tetapi cetakan sejarah seharusnya dapat kita bentuk bahwa disetiap hentakan waktu yang beralalu itu ada sebuah prasasti yang akan menjadikan diri kita bangga akan hal itu.

maka menjadikan setiap waktu dalam hidup kita dengan berjuanga adalah sebuah kepastian. berjuang agar menjadi pribadi yang baik, berjuang agar dapat memberi manfaat, berjuang memastika bahwa waktu yang terlewati bukanlah kesia-siaan.

sampai disini, tidak ada lagi waktu yang terlena, tidak ada lagi waktu yang terbuang, tidak ada lagi waktu yang terkesampingkan.. semua waktu adalah kisah terbaik.

Tuesday, June 19, 2012

Masa kecilku

"teringt masa kecilku.."

Ada band, ditengah suasana pagi yang indah.. berhamburan cahaya hangat dari sang mentari. pagi benar, siulan burung-burung kian menambah indah suasana.

pikiranku melayang pada satu rumah. nun jauh, padangan mata tak mampu menjangkaunya, hanya hati yang mencoba meraba-raba, mengembalikan kenangan pada satu rumah. rumah yang menyimpan kebahagiaan, kebersamaan, kesedihan juga.. pengalaman, cinta, kashi sayang, yang bercampur aduk menyatukan mimpi-mimpi untuk kehidupan.

teringat masa kecilku.." ds.t..

Sunday, June 17, 2012

Al Ma'tsurat yang basah

Perlahan ku bolak-balik rendaman cucian itu, pada sepotong baju nampak ada yang mengganjal di kantung depannya.. kotak, berukuran sekitar lima atau enam sentimeter..

semakin penasaran, koko biru itu ku bentangkan di atas bak diameter seperempat. nampak lusuh, dibbeerap tempat ada noda kecil, bintik-bintik tanda usia yang telah tua.

memang koko dengan corak tangkai melingkar-lingkar itu adalah pemberian orangtua, dahulu sekali ketika fitri (lebaran) tinggal beberapa hari lagi. sudah menjadi kebiasaanya (orangtuan) setiap ramadhan dipenghujung perjalanannya, mereka akan memberikan sesuatu yang baru untuk anak-anaknya. Berenam bersaudara kami akan diberikan baju baru, tapi koko ini sepertinya bonus. karena biasanya kami akan diberikan baju baru buatan sendiri.

ibuku penjahit? betul.., entah dari mana keahlian itu dia dapatkan, karena setahuku tak ada tempat kursus menjahit di daerahku, bahkan sampai sekarang "mungkin"... terakhir baru kutahu dari eyang yang di jawa, kalau dulu ketika sekolah di SMA PGRI (dulu apa namanya ya..) setiap usai sekolah ibuku menyeempatkan belajar menjahit pada bu kardi, tetangga sebelah rumah.

makanya, disetiap penghujung ramadhan, ada enam bersaudara yang menggunakan baju baru dengan corak, warna, motif, dan jenis kain yang sama.. sudah seperti polisi saja, "berseragam"...

dan koko itu adalah bonus, entah bonus untuk apa. tapi itu diberikan ketika aku kelas satu SMA, jadi mungkin itu hadiah atas diterimanya masuk disekolah lanjut. "ah... koko yang usah, dia sudah menemani begitu banyak episode yang telah terlewati"...

kotak yang menonjol dalam kantung baju itu akhirnya ku ambil, membuka sedikit ruang sehingga jemariku dapat menjepit benda itu dan menariknya keluar..,

"Sebuah Al Ma'tsurat yang basah..."

sejenak aku termenung. buku kecil ini, yang selalu menemani dikala senja dan pagi menjelang, menggiring ingatanku pada suatu narasi hidup yang panjang. mengumpulkan keping-keping kenangan yang saling bersambungan terikat pada benda mungil Al Ma'tsurat.

Untaian kata yang bermakna puji, mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menjadikanNya benar-benar satu yang teragung yang disembah oleh selayaknya seluruh manusia. doa yang mengiringi kekuatan langkah setiap da'i yang senantiasa melantunkannya dipagi dan petang. doa yang dipanjatkan mengharap kesatuan hati pada saudara yang dicinta. cinta yang tumbuh dan berkembang dalam ketaatan kepada penciptanya.

kecil hijau, buku ini. yang serupa pertama kali aku membacanya ketika sholat magrib berjama'ah dengan akhi-akhi dari sebuah LDF, Al Musthofa namanya. dan di Musholla Al Musthofa kami membacanya.

duduk melingkar antara spuluh atau lima belas orang, salah satu diantara kami, memulainya. mengajak membuka Al Ma'tsurat, dan mulailah dzikir itu di lantunkan...

Ta'awudz, basmallah.. surat Al Fatihah... seterusnya..

sungguh ini perasaan yang indah. ku persaksikan diantara mereka wajah-wajah yang bergembira, bergembira atas apa yang Allah telah berikan pada mereka. ku lihat rautnya yang senantiasa membawa kebahagiaan ketika bertemu. senyum keikhlasan, perhatian yang tulus telah menjadikanku husyu' dalam alam ukhuwah.

hari-hari selanjutnya adalah hari yang mengantarkan pribadi yang jauh dari mengenal Islam ini bertemu dengan keindahan cahaya Islam. tak kulihat Islam itu anarkis seperti yang selalu kudeengar dari radio, tak kulihat Islam itu keras, kejam dan bengis seperi yang kudengar dari kebanyakan. yang kutemui Islam itu sempurna, diturunkan oelha yang maha sempurna, disampaikan oleh manusia sempurna. mengamalkannya adalah kesempurnaan, meninggalkannya adalah kerugian.

bersambuang.......

Friday, April 13, 2012

Obat rindu

satu obat penenang rindu adalah perjumpaan. berharap berjumpa sang kekasih, berharap bertemu yang dicinta, berharap bertemu yang dirindu.

-------pada akhirnya obat kerinduan adalah pertemuan.

lalu pada siapakah rindu di tahtakan? pada siapakah pertemuan diharapkan?
persoalannya tentu rumit bagai menganyam sejuta benang dengan sebuah jarum saja. menguras energi, menguras air mata, menguras pikir dan rasa. Hanya untuk sekedar mendikte sekelompok abjad.

Friday, April 6, 2012

Menuliskan kehampaan--1


Hai kawan jangan pernah kau abaikan pikiran-pikiran yang bebas melayang dalam benakmu itu, karena dia akan menjadi duri dalam daging yang tak memberi kesempatan kepadamu untuk bangkit dari kegagalan yang kian dekat menghampirimu..

sejujurnya aku tak mengerti apa yang sedang aku tuliskan saat ini, namun yang kuyakini adalah apa yang terbnertik dalam kepalaku ku tuliskan saja. ini menandakan betapa kacaunya pikiranku sebenarnya,
sebentar= sebentar aku pikiranku melayang kesesuatu yanga tak mapu kudefenesikan. dan kadangkala kesesuatu yang sebenarnya tak layak untuk dibenak.

sekarang saj acontohnya aku tak tahu harus menuliskan apa selain menuliskan ketidaktahuanku pada apa yang aku tuliskan.

oya. teringat dulu aku serign bermain yang namanya Gasing. ini adalah permainan rakyat yang luar biasa menarik. pada erang sekarang, seperti yang sering ditonton oleh anak=anak ketika minggu tiba, gasing mirip degan beiblade. berputar begitu cepat ketika diberi gaya dorong.

bentuknya yang simetris dalam antara sisi satu dan yang lainnya lalau berat yang berkumpul pada satu titik ketika diputar dnegan gaya dorong yang cukup besar menyebabkan gasingberputar cepat memori yang bagus menurutku.