Saturday, August 15, 2015

Repost : Judulnya pulang kampung

Akhirnya saya sampai Kendari. Kota yang dahulu aku bermimpi ingin menjadikannya salah satu bagian dari mozaik mimpiku.

Well. Perjalanan kali ini cukup beda. Ini perjalan paling mahal yang pernah saya alami. pasalnya saya pilih maskapai penerbangan yang terkenal baik pelayanan dan fitur penerbangannnya se Indonesia. Yup.. Garuda.

Kalau mau praktis sebenarnya naik pesawat yang paling murah biaya penerbangannya sekalipun saya pasti sampai tempat tujuan. IsyaAllah. Nah.. inilah sebabnya terlalu menghayati rumor, dan review para traveler udara.

Kalau ngomongin soal perbandingan, maka garuda seolah jadi standar. baik dari segi pelayanan dan fasilitas. makanya maskapai penerbangan lain jadi banyak kurangnnya. Jadilah saya pilih garuda.

Itu satu. kedua, Bagasiku Coy.. over 15 Kg. ludes 600rb buat Chargenya. Tepok Jidat. niatnya si.. kalau lebih dari 20 kilo mending tu barang ga usah ku bawa. Tur. yo piye yo.. seolah tangan aku tak sanggup menyela situasi.

Selamat tinggal Jogja.
Selamat tinggal adikku.

Kuliah yang benar, jangan kayak Kakaknya. Kalau sudah mulai aneh terasa tubuhmu (dia punya gejala tifus). segera kedokter.

Jadwalnya berangkat jam 09.00. naik pesawat disambut pramugari canti-cantik. tapi pas udah masuk kabin, harus nunggu dulu izin penerbangan dari bandara selama 30 menit. Alasannya trafic padat. sebelumnnya juga ada maskapai penerbangan yang menunda landing karena trafic yang padat.

Bismillah, doa, pasrah, berangkat..

Wuuuuuushhh. Garuda Take Off. Perbedaan tekanan saat pesawat mengudara membuat telingaku ngilu dan berdengung. siasati pake headseat.









Tuesday, April 7, 2015

Analisis Sosial ; Instabilitas Harga

Hampir tinga minggu saya berada di tempat ini. waktu itu saya putuskan untuk pulang. Dengan berbagai pertimbangan dan situasi. Setidaknya disini bisa lebih mengendurkan saraf. Meski dalam beberapa hal saraf lain mulai menegang juga..

Pertama kali sampai disini, beberapa tempat yang saya lewati membuka kembali kenanga-kenangan masa dulu. Menyenangkan.

Di satu sisi saya punya banyak penyesalan. Jogja, apa kabarnya ya..?

Ah, I just a litle pieces. Litle scrub in the big ocean.
---

Nah.. setelah mendarat. Saya laksanakan program adaptasi dan analisis sosiologi. Kata temen saya.. Ilmu sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat (Mr Ripan).

Tuesday, March 17, 2015

Nongkron Di L'Cost

Dapat undangan makan, Di L'Cost. Jam 8 malam. Hm.. udah lama takmir ga kayak gini. Well, sejak kuputuskan menarik diri dari gegap gempita kegiatan kepondokan, segalanya jadi lebih segar. Tapi yang terakhir dalam pertemuan. Karena esok aku 'good by'.

Review dulu makanannya.

L'Cost, jalan gejayan, masuk jembatan merah, 50 m kanan jalan. Tempatnya luas dan asyik buat nongkrong. Rumah makan spesial makanan laut (seafood). mulai dari udang, kepiting, sampai gurameh dan patin.

Menyelidik list menu satu persatu. Biasalah.. kalau masa traktiran kayak gini prinsip milih makananannya.. mana yang belum pernah dimakan, mana yang paling mahal. hehe..

Jatuh pilihan pada menu Patin Tim bawang, dan sup asparagus ayam, sambel goreng tomat segar, dan minumnya es teh ajalah..

Beberapa teman yang lain total bersebelas, ada yang pesa gurameh, nasi goreng, dan udang. es jeruk dan juz..

Rasanya standardlah.. maksudnya memenuhi standar lidah nak kos, kosan. berapa total biayanya hanya kasir, bendahara dan Tuhan yang tahu... Yang pastinya cukuplah buat kita-kita.

Monday, March 16, 2015

Kota yang Kutinggalkan

Dua hari menjelang keberangkatan menuju Rumah. Rumah yang menjadi tempat berlindung, tumbuh dan berkembang pada masa kecil dan remaja dahulu.

Aku pulang, tapi tak membawa kemenangan. Kota ini, tempat yang akan kutinggalkan, Mengalahkanku dalam berbagai pertempuran.

Disini, dimana harapan dan keinginan untuk menapaki impian dan cita-cita kandas. Rintangan, hambatan, persoalan, beban, dan lawan terlalu tangguh untuk kutundukkan. Atau barangkali aku tak punya Bahu yang kokoh untuk mengangkat beban, lengan yang kekar untuk mengalahkan lawan. dan insting yang kuat untuk menjinakkan ganasnya kehidupan.

Kedepan, Entahlah.. Masa depan seperti apa yang akan kudapatkan. Kuserahkan seluruhnya pada pencipta kehidupan.

Kalau kita bertemu lagi waha kota, kuingin kita esok berkawan. Kau dan aku, pada jalur persahabatan. 


Sunday, March 15, 2015

Penyesalan Terdalam

Kau yang tak pernah hilang dari baris khayalku, aku merindukanmu dengan segenap jiwaku. Jauhmu dariku, menguatkan asa bertemu. Namun kau tak lagi ada. Hatiku keruh. Tenggelam dalam duka dan nestapa.

berjuta peristiwa bersamamu, adalah kasih sayang saat itu.
Kini ia menjadi bara yang membakar luruh semangat hidupku.
Menjadi racun yang mengeroposi asaku
Hingga aku jadi debu.

Penyesalan terdalamku.
Pada rembulan,  disebelah duniaku.

Wednesday, December 31, 2014

Kalau dipikir-pikir kalau orang sudah ga betah dengah aktifitas kita, maka itu tanda kita perlu hijrah.

Tuesday, December 30, 2014

Persembahan Cinta untukmu yang mengendapkan cinta

Tulisan ini kupersembahkan untuk seseorang yang pernah menjadi "Istimewa" dalam relung hatiku. bukan yang terindah, tapi setidaknya ia, telah meninggalkan bekas yang cukup dalam dan untuk ku hapuskan.

Kita bertemu dalam satu tahapan yang sama, ketika cahaya iman sedang berpendar mengisi jiwa kita. Perlahan tapi pasti, kita terbias oleh cahaya tersebut, meninggalkan kebelakang jejak-jejak immature pada kondisi jiwa yang tercerahkan.

Kita saling menyapa, tapi tidak bicara panjang lebar. Kita berinteraksi tapi tidak melebur diri dalam pekatnya hubungan.

Cahaya iman terus membasuh, kulihat kau bersih lebih dahulu. Sepertinya jiwaku terlalu hitam, atau pada saat yang sama aku juga bermandikan lumpur dosa-dosa. sehingga sebanyak apapun cahaya membasuhku, pada saat yang sama aku kotor lagi.

Akhlakmu begitu indah, secara eksponen terus menunjukkan ke'aliman jiwa yang bersih. Sedang aku tertinggal dibelakang. memudar dalam pekatnya dosa-dosa.

Engkau yang disana,. aku tak bisa berhenti mencintaimu.