Sunday, June 17, 2012

Al Ma'tsurat yang basah

Perlahan ku bolak-balik rendaman cucian itu, pada sepotong baju nampak ada yang mengganjal di kantung depannya.. kotak, berukuran sekitar lima atau enam sentimeter..

semakin penasaran, koko biru itu ku bentangkan di atas bak diameter seperempat. nampak lusuh, dibbeerap tempat ada noda kecil, bintik-bintik tanda usia yang telah tua.

memang koko dengan corak tangkai melingkar-lingkar itu adalah pemberian orangtua, dahulu sekali ketika fitri (lebaran) tinggal beberapa hari lagi. sudah menjadi kebiasaanya (orangtuan) setiap ramadhan dipenghujung perjalanannya, mereka akan memberikan sesuatu yang baru untuk anak-anaknya. Berenam bersaudara kami akan diberikan baju baru, tapi koko ini sepertinya bonus. karena biasanya kami akan diberikan baju baru buatan sendiri.

ibuku penjahit? betul.., entah dari mana keahlian itu dia dapatkan, karena setahuku tak ada tempat kursus menjahit di daerahku, bahkan sampai sekarang "mungkin"... terakhir baru kutahu dari eyang yang di jawa, kalau dulu ketika sekolah di SMA PGRI (dulu apa namanya ya..) setiap usai sekolah ibuku menyeempatkan belajar menjahit pada bu kardi, tetangga sebelah rumah.

makanya, disetiap penghujung ramadhan, ada enam bersaudara yang menggunakan baju baru dengan corak, warna, motif, dan jenis kain yang sama.. sudah seperti polisi saja, "berseragam"...

dan koko itu adalah bonus, entah bonus untuk apa. tapi itu diberikan ketika aku kelas satu SMA, jadi mungkin itu hadiah atas diterimanya masuk disekolah lanjut. "ah... koko yang usah, dia sudah menemani begitu banyak episode yang telah terlewati"...

kotak yang menonjol dalam kantung baju itu akhirnya ku ambil, membuka sedikit ruang sehingga jemariku dapat menjepit benda itu dan menariknya keluar..,

"Sebuah Al Ma'tsurat yang basah..."

sejenak aku termenung. buku kecil ini, yang selalu menemani dikala senja dan pagi menjelang, menggiring ingatanku pada suatu narasi hidup yang panjang. mengumpulkan keping-keping kenangan yang saling bersambungan terikat pada benda mungil Al Ma'tsurat.

Untaian kata yang bermakna puji, mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menjadikanNya benar-benar satu yang teragung yang disembah oleh selayaknya seluruh manusia. doa yang mengiringi kekuatan langkah setiap da'i yang senantiasa melantunkannya dipagi dan petang. doa yang dipanjatkan mengharap kesatuan hati pada saudara yang dicinta. cinta yang tumbuh dan berkembang dalam ketaatan kepada penciptanya.

kecil hijau, buku ini. yang serupa pertama kali aku membacanya ketika sholat magrib berjama'ah dengan akhi-akhi dari sebuah LDF, Al Musthofa namanya. dan di Musholla Al Musthofa kami membacanya.

duduk melingkar antara spuluh atau lima belas orang, salah satu diantara kami, memulainya. mengajak membuka Al Ma'tsurat, dan mulailah dzikir itu di lantunkan...

Ta'awudz, basmallah.. surat Al Fatihah... seterusnya..

sungguh ini perasaan yang indah. ku persaksikan diantara mereka wajah-wajah yang bergembira, bergembira atas apa yang Allah telah berikan pada mereka. ku lihat rautnya yang senantiasa membawa kebahagiaan ketika bertemu. senyum keikhlasan, perhatian yang tulus telah menjadikanku husyu' dalam alam ukhuwah.

hari-hari selanjutnya adalah hari yang mengantarkan pribadi yang jauh dari mengenal Islam ini bertemu dengan keindahan cahaya Islam. tak kulihat Islam itu anarkis seperti yang selalu kudeengar dari radio, tak kulihat Islam itu keras, kejam dan bengis seperi yang kudengar dari kebanyakan. yang kutemui Islam itu sempurna, diturunkan oelha yang maha sempurna, disampaikan oleh manusia sempurna. mengamalkannya adalah kesempurnaan, meninggalkannya adalah kerugian.

bersambuang.......

Friday, April 13, 2012

Obat rindu

satu obat penenang rindu adalah perjumpaan. berharap berjumpa sang kekasih, berharap bertemu yang dicinta, berharap bertemu yang dirindu.

-------pada akhirnya obat kerinduan adalah pertemuan.

lalu pada siapakah rindu di tahtakan? pada siapakah pertemuan diharapkan?
persoalannya tentu rumit bagai menganyam sejuta benang dengan sebuah jarum saja. menguras energi, menguras air mata, menguras pikir dan rasa. Hanya untuk sekedar mendikte sekelompok abjad.

Friday, April 6, 2012

Menuliskan kehampaan--1


Hai kawan jangan pernah kau abaikan pikiran-pikiran yang bebas melayang dalam benakmu itu, karena dia akan menjadi duri dalam daging yang tak memberi kesempatan kepadamu untuk bangkit dari kegagalan yang kian dekat menghampirimu..

sejujurnya aku tak mengerti apa yang sedang aku tuliskan saat ini, namun yang kuyakini adalah apa yang terbnertik dalam kepalaku ku tuliskan saja. ini menandakan betapa kacaunya pikiranku sebenarnya,
sebentar= sebentar aku pikiranku melayang kesesuatu yanga tak mapu kudefenesikan. dan kadangkala kesesuatu yang sebenarnya tak layak untuk dibenak.

sekarang saj acontohnya aku tak tahu harus menuliskan apa selain menuliskan ketidaktahuanku pada apa yang aku tuliskan.

oya. teringat dulu aku serign bermain yang namanya Gasing. ini adalah permainan rakyat yang luar biasa menarik. pada erang sekarang, seperti yang sering ditonton oleh anak=anak ketika minggu tiba, gasing mirip degan beiblade. berputar begitu cepat ketika diberi gaya dorong.

bentuknya yang simetris dalam antara sisi satu dan yang lainnya lalau berat yang berkumpul pada satu titik ketika diputar dnegan gaya dorong yang cukup besar menyebabkan gasingberputar cepat memori yang bagus menurutku.

Gema kebekuan


Kali ini kubiarkan penggalan2 seruan indah itu menjalarkan dalam aliran nadiku, mengaduk barisan sell yang membatu dalam kebekuan suasana yang telah lama

Aku dan April

Dia tak seindah dulu, aku terpesona ketika dulu melihatnya... melihatnya saja membuatku iri, mendengarnya saja membuatku takjub, bersamanya adalah yang paling indah yang pernah terjadi.

dulu semangatnya membara, bersama angin ia menggugah selera manusia untuk bangun dari keterlelapan panjang yang menjadi hantu. hantu yang tak pernah ingin manusia menemukan kesejatian dirinya. hantu yang melukiskan kenyataan sebagai mimpi dan mimpi sebagai kenyataan. alhasil manusia hidup dalam angan-angan dan mati dalam kenyataan.

dulu, gagasannya tentang kehidupan menguak semesta kebuntuan, menghadirkan pola kehidupan yang dinamis dan menarik untuk dikokohkan dalam peradaban.

bersambung.

Monday, April 2, 2012

Sumbing, Meneguhkan Keyakinanku

Siang itu, hampir saja bertemu dengan puncauk abadi (belakangan baru tahu), lelah dan tekanan mental mengiringi setiap langkah yang mulai tertatih. setiap melangkah selalu terbayang betapa tingginya gunung ini, betapa jauhnya puncak dari jangkauan, betapa terjalnya medan yang menghadang. setiap melangkah selalu terbayang "sebaiknya berhenti saja", yang lain juga berhenti kok. lagi pula ini sudah waktunya untuk kembali pulang.

Tetapi jiwaku menangis, marah dan gusar. sejauh kaki-kaki ini berjalan dalam dakwah, tak pernah tubuh ini merespon semangat yang dikobarkannya. "menthok" dalam gagasan-gagasan, berhenti hanya dalam pemikiran dan ruang-ruang penyulut semangat, manakala berharap mewujudkannya dengan tindakan, berhenti begitu saja. Tubuh ini menolak untuk berkorban dan memberi lebih banyak, raga ini menolak untuk bekerja dan istirahat lebih sedikit.

Pikiranku telah memenjarakan jiwaku. terkungkung dalam ruang sempit yang bernama persepsi bahwa "aku tidak bisa". mematikan segala percikan semangat dan kobaran jiwa, hanya dengan tetesan persepsi yang membunuh segala benih-benih kekuatan, bahwa "aku tak bisa".Jiwaku telah terpenjara, membiarkan gagasan-gagasan yang hidup dalam oase jiwa terlantar lantaran tak diberi ruang untuk berkembang dan bertumbuh. kelak penjara jiwa ini semakin meninggi dan kokoh jika aku tak segera menghancurkannya.

Sumbing mengajarkan bahwa tujuan selalu dekat dengan perjuanganku. membebaskan jiwa adalah satu-satunya cara merasakan keindahan tujuan. biarkan tubuh mengikutinya dengan kelelahan, dan kehancuran. karena yang Allah persiapkan atas apa yang kuperjuangkan adalah lebih baik dari Dunia dan Seisinya.

Keyakinanku mengantarku mengalahkan rasa takut, menghancurkan penjara persepsi, dan menuntun raga yang lelah untuk bergerak lagi. hingga kurasakan tujuanku begitu indah dalam genggaman tanganku. Semoga Allah SWT meridhoi segala langkah dan perjuangan. Amin..

Tutorial adalah kebahagiaan

Pada tanggal 2 April 2012, pukul 08.10 saya berkesempatan bertemu dengan adik-adik tutorial jurusan mesin FT UNY. Seperti biasa, pertemuan dengan mad’u dakwah adalah pertemuan yang paling membahagiakan menurut saya. Jika di list, maka salah cara untuk menumbuhkan kebahagiaan adalah Tutorial.
Tutorial, menurut saya bukanlah sekedar aktivitas untuk mentransfer ilmu semata dari tutor kepada adik tutor,  tetapi didalamnya juga terjadi silang persepsi yang melibatkan emosi untuk mempersamakan paradigma tentang bagaimana kita memandang Islam.