Golput Bukan Pilihan!
Tanpa memandang agama yang dimiliki oleh seseorang, memilih golput adalah sebuah tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, dan orang-orang disekitar.
Bukankah kita hidup ditengah-tengah keberagaman? dimana keberagaman akan menjadi harmoni ketika ada yang mengatur, ada yang memanagenya. Inilah yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam masa kapanpun, dalam bentuk pemerintahan apapun, dalam bentuk kepemimpinan seperti apapun.
Dari dulu hingga sekarang, bentuk kerajaan, otoritarian maupun demokrasi. Di pimpin oleh pemimpin yang adil atau pemimpin yang zalim, Tugas mereka adalah merangkul keberagaman yang dimiliki oleh satu komunitas bangsa tertentu di sebuah negara (wilayah).
Hanya saja cara mereka menciptakan harmoni itu yang berbeda. Entitas yang dipimpin oleh pemimpin otoriter, haromoni dibentuk dengan kekerasan dan kontrol yang ketat, dan Indonesia pernah mengalami fase itu. Barangkali itu adalah sejarah telah berlalu, mari kita lihat Korea Utara, Negara yang dipimpin oleh oleh Kim Jong Ul saat ini, adalah salah satu negara yang menerapkan otoritarianisme. Hak-hak warga negara dibawah kekuasaan negara, kebebasan informasi yang dikontrol sangat ketat, dan sistem pendidikan dibentuk untuk melahirkan generasi yang siap menjadi relawan untuk kepentingan negara.
Mesir, juga sama, saat ini dipimpin oleh militer. Dengan kontrol yang ketat terhadap warga negaranya, dimana situasi saat ini menyebabkan tindakan kecil yang dianggap sebagai pemberotakan kepada negara maka akan dianggap sebagai sebuah kejahatan, dan hukumannya adalah tiang gantungan.

.jpg)