Saturday, August 26, 2017

Rasa Tangis

Rasa tangis. Bagaiaman tangis memiliki rasa?

Tangis adalah sebuah reaksi instan yang muncul karena dorongan yang kuat dari kesan sebuah peristiwa.

Peristiwa sedih mendorong seseorang memangis dan memiliki rasa kesedihan.

Peristiwa bahagia mendoring seseorang menangis dan memiliki rasa kebahagiaan.

Tuesday, August 15, 2017

Wonder Moment


Perhatikan aku..!!!

Sekali lagi perhatikan aku!., bagaimana rupanya aku menurutmu? biarlah foto ini yang berbicara padamu. 
Tentu aku tahu apa yang ada dibenakmu.

----------

Penggalan kata diatasa hanya ekspresiku(Penulis) atas cuplikan grafis yang diambik beberapa tahu lalu. Disebuah tempat wisata. Modelnya seorang kawan, yang well, friend with unic gesture.

Tersimpan di draft sayang kalau tidak di oublish.



Sunday, August 13, 2017

Two Traveler : Homecoming

Genap satu minggu saya menemani ibu melakukan perjalanan dari Surabaya, bertemu ibu Walikota Surabaya ibu Risma. Di Malang bertemu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya dan melakukan study pustaka sebagai bahan penulisan Tesisnya. Tak lupa melancong ke Suramadu, bertemu pedagang asli madura, merasakan kegigihan mereka menjajakan barang dagangannya meskipun itu hanya gelang.

Ke Yogyakarta, silaturahim ke sanak sodara dan ziarah kubur. Dan terakhir ke Banten, ke rumah kakak, tak lupa singgah di pantai Anyer.

Hingga akhirnya, minggu, 14 Agustus jam satu dini hari Kami bertolak menuju Bandara Internasional Sukarno-Hatta cengkareng. 

Setitik Cahaya Iman

Manusia hidup di Dunia hanya mengumpulkan bekal. 

Sebaik baik bekal adalah takwa. Ketakwaan kepada Allah hanya bisa diraih dengan kerja keras dan kesungguhan, melawan berbagai dorongan untuk berbuat kerusakan. 

Tetapi manusia banyaj yang lalai. Gemerlap dumia membutakan matanya. Silau dunia mengaburkan tujuan hidupnya. Manusiapun banyak melakukan dosa, berbuat dzalim dan saling menghancurkan.

Pun demikian, Ada saat saat ketika manusia, benar-benar membutuhkan Tuhannya, ketika semua kekuatan tak lagi mampu menopang ambisi syahwatnya. Saat ketika dunia meninggalkannya. 

Saat itulah setitik cahaya iman yang tertinggal dalam hatinya jika Allah menghendaki maka Ia akan tercerahkan dan kembali dengan jiwa yang tenang.

Saturday, August 12, 2017

Trip to Banten

Perjalanan ke Banten kami awali dari Yogyakarta. Sekira pukul tiga sore kami pamit sama simbah (bukan mbah google ya guys) disentolo, lalu lanjut menjemput kakak serta istri dan putri tunggalnya di Wates Kulon Progo.

Saat pamit sama simbah ini ada ceritaa lucu. ceritanya begini, ini gegara salah mengingat hari. Kami sampai di Jogja Hari Rabu malam. Untuk perjalanan selanjutnya, kami janjian sama kakak yang dari Banten, dia akan ke Jogja, menjemput kami, selanjutnya akan ke Banten sama-sama.

Sampailah hari ketika kakak datang. Saya segera packing barang-barang. Semua lengkap, tak kurang suatu apapun, sementara kakak sedang bertemu dengan Simbah.

Trip; Muna Barat-Makasar-Surabaya-Malang-Yogyakarta-Banten

Minggu tanggal enam Agustus saya bersama ibu berangkat ke Surabaya, dalam rangka study Lapang dan Pustaka ke beberapa tempat yang sudah di jadwalkan.

Study Lapang ini merupakan program Magister Manajemen UHO. Yang lazim dilakukan dalam rangka untuk mencari dan menemukan ide penulisan tugas akhir Tesis.


Kami bertolak dari bandara sugimanuru, Bandara Raha yang berlokasi di kabupaten Muna Barat. Sekira pukul tiga sore kami terbang bersama wings air, pesawat seri ATR yang masih satu manajemen dengan Lion, maskapai penerbangan yang cukup diminati karena ekonomis.

Tuesday, July 25, 2017

Pencarian Sang Penenteram Jiwa


Jangan Tanya dimana Sang Gadis, dia ada dipelaminan terpisah.
Ini tentang sebuah kisah menemukan Penenteram Jiwa, Zaujaty.

Setiap orang memiliki kisahnya sendiri, dan itu pasti kisah terbaik dalam hidupnya. ketika Pemuda dengan langkah berani mengutarakan maksud kepada seorang Ayah untuk meminang putrinya atau seorang perempuan shalihah yang merasa resah karena ada Laki-laki Shalih yang datang meminta dirinya pada Ayahnya.

Dan ini kisah penulis menemukan penentram jiwanya.

Setiap orang memiliki kisah penantiannya masing-masing. Dan bagi penulis, menemukan penenteram jiwa tidaklah selalu sesegera yang diharapkan. Seperti sebuah perjalanan, selalu ada perhentian untuk menguraikan beban dan mengumpulkan kembali harapan, Jika jalan yang hendak dilalui tak mengarah pada tujuan, maka selalu ada waktu untuk berhenti, dan mencari jalan yang lain, yang lebih baik, yang lebih dekat mengarahkan pada tujuan.

Setahun berlalu, sejak kerumitan mulai terurai dan harapan kembali menguatkan otot-otot yang yang kaku. 

Ramadhan 1437 H. Dan setiap Ramadhan, adalah waktu-waktu yang baik  untuk bertafakkur, tilawah, dan menguatkan doa-doa. Memperbanyak dzikir dan istighfar, menghidupkan malam-malamnya serta menguatkan sendi-sendi ibadahnya. 

Ramadhan 1437 H, ketika doa-doa semakin panjang diutarakan, terselip satu doa yang sederhana kepada Sang Maha Pencipta. Doa Sederhana, yang selalu dilantunkan dalam kesempatan beribadah kepadaNya. Doa sederhana yang semakin kuat mengguncang lagit dipenghujung malamnya. Doa sederhana, yang tumbuh dari hati nurani. Doa sederhana yang menguatkan harapan pada Sang Khalik. 

Doa sederhana itu, "Ya Tuhanku, uraikanlah beban jiwaku, dekatkan aku dengan takdirku".