Tuesday, April 26, 2011

NII, gerakan meresahkan, nodai ajaran Islam

kali ini banyak beredar tentang gerakan NII di media massa. gerakan yang sering disebut sebagai "N sebebelas" ini mengakui dirinya sebagai Agama Islam Tauhid. namun ajarannya sungguh sangat jauh dari ajaran Islam yang sesungguhnya.

banyak korban tobat yang mengeluhkan Gerakan Yang meresahkan masyarakat ini, pasalnya ketika menjadi anggota, banyak ditemui penyimpangan2 ibadah. serta pemaksaan terhadap anggota. mereka (NII) melakukan cuci otak terhadap anggotanya, di berbagai tempat dan metode. sehingga ketika setiap anggota telah sepakat, dengan prinsip dan apa yang dibawa oleh NII, baru lantas kemudian si anggota dibawa pada tahap selanjutnya.

banyak cara yang digunakan untuk merekrut anggota. Saat ini, perekrutan menggunakan hipnotis hingga korban tidak sadarkan diri. Itu merupakan gerakan dari NII sempalan, karena orang-orang NII akan melakukan pencucian otak dengan tahapan yang tertata dan terukur rapi," ujar Adnan saat ditemui wartawan di Bandung, Rabu (20/4/2011).-inilah.com
Tahapa perekrutannya adalah :
  1. memantau terlebih dulu calon anggotanya yang layak masuk NII, dengan mengikutinya, hingga mengetahui tabiat dan kebiasaan si korban
  2. Di ajak Ta'lim di suatu tempat, atau berdiskusi tentang ajaran2 Islam, tetapi dalam kasus tertentu, ta'lim yang diselenggarakan berupayan mengguncang keyakinan korban dengan mendoktrin keraguan pada ajaran Islam yang diamalkan si korban.
  3. meminta si korban agar merahasiakan pengajian tersebut pada siapapun
  4. mengajak si korban untuk "berhijrah"
dalam beberapa kasus ditengarai tentang tahapan perekrutan yang dilakukan Oleh NII, antara lain;
  1. Menutup mata lalu membaca basmallah
  2. Dilarang membuka mata saat dibawa ke suatu tempat dan bila membuka mata maka dianggap gagal
  3. Mengikuti program Tilawah (dakwah)
  4. Mengikuti proses pembinaan mendalam (masa Tajkiyah).
  5. Menjalankan misi penegakan syariat islam.[den]

hal yang perlu kita lakukan adalah mewaspadai gerakan ini, khususnya diri kita, agar lebih selektif dalam memilih teman. bukan lantas karena teman dekat lalui kita bisa mempercayainya begitu saja seratus persen. lagi pula cukup mudah untuk di identifikasi, jika sudah berurusan soal uang, hijrah, dan hal2 yang terlihat menyimpang, segera menghindar atau lapor yang berwajib. (jogja)

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik meninggalkan jejak..