Saturday, January 21, 2012

Dakwah dinamis realistis

Semoga ini menjadi langkah awal yang dapat membangkitkan kembali gairah dakwah kampus kita. Telah kita kupas alasan-alasan kita berdakwah, cara kita berdakwah dan yang terpenting kita tahu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Keberanian adalah modal utama kita menantang segala hal yang menghalangi gerak langkah kita. Berani sepanjang kita tahu pasti bahwa apa yang kita perjuangkan adalah kebenaran, yang mengantarkan kita kepada kecintaan Allah kepada kita. Dan tidak ada cara lain dalam mengawali keberanian itu melainkan dengan kepahaman, sebab kita tidak ingin keberanian yang muncul itu adalah keberanian taklid , ikut-iktuan saja. Namun keberanian yang mengantarkan kita mampu bergerak secara konsisten dan komit sebab kepahaman yang kita miliki diawal. Sedang kepahaman itu sendiri tidak dapat kita raih melainkan dengan ilmu.

Dalam fiqh perbandingan yang ditulis oleh Yusuf Al Qordhowi, menyampaikan tentang urutan prioritas pekerjaan bahwa, kepahaman itu didahulukan atas amal. Jadi sangatlah jelas, Ilmu adalah harta kaum muslimin, dimanapun ia menemukan.

Napak tilas dakwah

Adakah kita melihat metode dakwah itu sama disetiap perjalanan waktu?.. missal apakah hanya dengan ta’lim ataukah dengan kajian semata? Rasulullah duduk lalu para sahabat duduk mendengar, apakah selamanya  begitu yang dicontohkan? Ternyata tidak. Dia berkembang, metode dakwah rasululullah secara dinamis menyesuaikan situasi dan kondisi yang dialami oleh kaum muslimin.

Kira-kira begitulah yang terjadi di Indonesia, pada tahun 80-an dakwah kita adalah dakwah yang tertutup. Tidak ada aktivitas dakwah yang dilakukan melainkan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dikarenakan rezim yang berkuasa kala itu tidak memberikan ruang aktualisasi bagi perkembangan dakwah di Indonesia. Namun masa berganti, era keterbukaan mulai menyapa, maka dakwah dengan metodenya juga harus berubah, tidak akan berkembang jika menggunakan metode yang sama. Kita seperti tetap menggunakan TV hitam putih, padahal sekarang era layar sentuh. Tidak berkembang.

Dakwah kampus, memulai masa jayanya manakala rezim mulai membuka keran-keran untuk mengaktualisasi diri, dan mengalami puncak reformasi pada tahun 98 dengan ditandai dengan runtuhnya rezim orba.
Dan hari ini, kita mendapati bahwa kondisi dan situasi masyarakat Indonesia semakin berkembang dengan sekian banyak ornamen yang dimilikinya. Maka sudah selayaknya aktivitas dakwah juga dikembangkan mengikuti zaman.

Berkembangnya metode dakwah yang dimaksud bukan berkembang tanpa arah, namun tetap berada dalam bingkai Qur’an dan sunnah. Kita harus pandai melihat mana yang Tsawabit, tidak boleh dilanggar, tetap keberadaannya dan manakah yang merupakan mutaghoyyirot, yang dapat berubah.

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik meninggalkan jejak..