Wednesday, January 18, 2012

Fatimah Az Zahra

"dari rahimnya terlahir putra-putra yang mulia"...
yang oleh rasul sering diusap kepalanya, di doakan, dan begitu cintanya rasul pada mereka walau diakhirnya mereka meninggal dengan penuh kepedihan.

namun tetap wanita itu, mulia. Fatimah, lahir 5  tahun sebelum risalah kenabian ditetapkan atas pundah ayahnya. dijulukinya ia Az Zahra. Ia telah menyaksikan episode berat yang dilalui ayahnya, ketika menyebarkan risalah kenabian itu, dikecam dan diganggu oleh kaum kafir Quraisyi.. hingga tumbuhlah ia menjadi gadis yang kuat dan teguh, sabar, dan penuh kerelaan membantu ayahnya itu.

besar kecintaan rasul padanya,  takala diatas mimbar:” Sungguh Fathima bagian dariku , Siapa yang membuatnya marah bearti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan,” Fathimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.

adalah episode menarika lainnya dimasa pernikahan Rasulullah dengan 'Aisyah, beberapa sahabat dekat Rasulullah hendak meminang Fatimah, dan mereka adalah orang-orang yang begitu gigih berjuang bersama rasulullah, tidak kurang suatu apapun, agama dan akhlaknya adalah terpuji. Namun ditolak.

Abu bakar datang ditolaknya, padahal dia adalah sahabat yang paling dekat dengan rasul, Umar ditolak, padahal dialah sang pembeda..

hingga datanglah dengan malu-malu, sedikit ragu, berdegup datang kepada rasul dan menyatakan niatnya. Sungguh Allah maha tahu rahasia hati. keraguannya bukan karena dia adalah orang yang tak baik akhlak dan agamanya, bahkan dia adalah sahabat yang merelakan dirinya berada dalam bahaya ketika menggantikan diri Rasulullah ketika hijrahnya Rasul dari Makkah dan madinah. satu sikap pengorbanan yang tinggi. ya.. dialah Ali Bin Abu Thalib. yang ragu karena tahu benar bahwa mereka yang datang sebelum dirinya adalah orang yang sungguh tinggi kedudukannya dimata rasul dan kaum muslimin. jika mereka saja ditolak, bagaimana dengan diriku? begitu kira-kira yang dirasakan Ali.

dan Allahlah yang membuat takdir, hati yang telah bersimpati satu dan yang lain disatukan dalam ikatan cinta yang suci, berbahagia menjalankan sunnah yang mulia.. merengkuh madu-madu cinta demi keridhoan Allah SWT.

Fatimah Az Zahra, yang wanita-wanita lain meraung-raung ditinggal sanak keluarga cinta mereka; sedih yang dalam.. dengan tegar wanita ini merawa jenazah suaminya yang bersimbah darah. tidak cukup suami, dia menyaksikan dengan pilu ketika jasad anaknya diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh penguasa zalim..

dan tetaplah ia, Fatimah Az Zahra, wanita yang mulia...

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik meninggalkan jejak..