Thursday, April 3, 2014

Panduan Memilih Pemimpin

Bagi ummat Islam, pemimpin adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan beragama. Sebab pemimpin sangat mempengaruhi suasana beribadah bagi seorang Muslim.

Dia dapat membuat peraturan yang dapat menyebabkan sulitnya seorang muslim beribadah, tetapi dia juga dapat membuat peraturan yang dapat memudahkan, menciptakan rasa nyaman dan keadilan ditengah-tengah manusia.

Belum sempurna keIslaman seseorang bila dia belum berjama'ah, dan belum sempurna kejama'ahan bila tiada kepemimpinan. Dan tidak sempurna kepemimpinan kecuali dengan ketaatan.

Jadi, seorang Muslim memiliki kewajiban untuk memilih pemimpin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam konteks Ke-Islaman, hidup ini seluruhnya adalah Ibadah. Begitu juga mengangkat pemimpin, perkara tersebut adalah ibadah juga.  Tetapi akan bermakna sia-sia jika ibadah tersebut tidak sesuai dengan anjuran syariat Islam.



Jika mengangkat pemimpin adalah Ibadah, maka wajib bagi seorang muslim untuk melaksanakannya. Jika perkara tersebut adalah ibadah, sedang seluruh kehidupapan seorang muslim itu adalah ibadah, maka perlu diperhatikan tatacara pelaksanaannya agar sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Ada lebih dari satu cara untuk mengangkat pemimpin yang pernah ditunjukkan oleh para sahabat setelah wafatnya Rasulullah SAW., mulai dari Aklamasi hingga pemilihan langsung. Baik dalam sistem monarki, Otoritarianisme, hingga sistem negara modern saat ini, berkesesuaian dengan bentuk pemerintahan yang dilaksanakan pada masa sahabat.

Namun dari semua bentuk pemerintahan dan cara dalam mengangkat pemimpin itu, ada satu kesamaan yang diantara mereka. Bahwa pemerintah, dan pemimpin memiliki fungsi menegakkan nilai-nilai Islam ditengah-tengah Ummat. Jadi, fungsi negara dalam hal ini, adalah menjadikan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw. sebagai sumber asasi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh negara. Sekaligus menjadi referensi dalam membuat peraturan-peraturan yang dianggap perlu dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, dalam mengangkat pemimpin, kita perlu berhati-hati. Hindarilah memilih pemimpin Non-muslim, kecuali dalam keadaan terpaksa. Dalam memilih mereka pun perlu dipertimbangkan unutuk memilih yang paling sedikit mudhorotnya terhadap ummat Islam. Hal ini terjadi biasanya didaerah yang ummat Islamnya menjadi minoritas.

Tetapi kalau ummat Islam mayoritas, memilih pemimpin non-muslim adalah perkara yang dilarang dan diharamkan. Sebab mereka itu tidak mengerti dengan ummat Islam. bagaimana mungkin memilih pemimpin yang tidak dapat memahami orang yang dipimpinnya.?

Pilihlah pemimpin dari kalangan Islam, yang jelas Aqidah dan benar ibadahnya, lurus akhlaknya. agar ummat Islam semakin mudah dalam beribadah.

Dari sekian banyak calon pemimpin Islam, pilihlah mereka yang memenuhi kriteria dasar; Shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Serta pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya.

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik meninggalkan jejak..