Sunday, July 1, 2012

Rindu Ramadhan

suatu hari abah dan umi tiba2 menyembelih ayam, aku disuruhnya mencabuti bulu2 ayam itu, higga bersih tak tersisa. Konon katanya jika masih ada bulu2 halus itu tanda kau banyak cakap dalam bekerja. Pleaselah.. Do more talk less…
satu, dua, kali ini tiga ekor ayam dipotongnya.
Tiga adikku yang lain, nampaknya sibuk juga, yusro, ia sibuk dengan sepeda motornya kewarung koh alin, ke warung mbah kiyem, ke warung bu ning,.. berangkat kosong pulang sayur mayor dan bumbu Nampak memenuhi keranjang motor, kali ini ia jadi kurir bumbu.. memang, ia sudah cukup besar, sudah bisa mengendarai motor.. dulu aku yang mengerjakan.
Lalu Fatkhi, Nampak menetes air mata kepipinya… hahaha beruntung punya adik perempuan, ia membantu urusan dapur ibuku, kali ini ia yang mengupas bawangmerah… sudahlah, kalau sibungsu, cukuplah bermain, itu sudah cukp membantu.. karena kalau tidak, maka ia akan sangat merepotkan dengan permintaan yang macam2.


Hanya suatu hari, usai matahari tergelincir, masakan pun seiring menjadi hidangan yang lezat..
Diatas meja itu, telah tersusun dengan rapi seperiuk nasi hangat, semangkuk besar ayam opor, semangkuk ayam goreng, sayur buah dan minuman manis…
Eit… jangan dulu” bunda melarang kami menyentuh makanan. Padahal kami sudah tidak sabar.
“ini kamu antar ke Tuk kadir, lalu pak tuk, yang ini ke mak salamah, yang ini ke lek har…” Hm.. sat persatu bunda menghitung tetangga2… sambil menerima nampan yang berisi ayam opor dan nasi itu, kami bertiga melangkah keluar rumah mengantar ke rumah2 tetangga yang disebutkan bunda.
Menjelang magrib semua telah kami kerjakan…

Dukng2…sung…dungdungdung… Allahuakbar2!
Nah… ini2 waktu yang ditunggu2 kata bunda saat magrib nanti kami sekeluarga baru akan mulai menyantap hidangan lezat ini..

Loyang dengan ukuran besar, nasi putih, diatasnya ada satu ayam panggang utuh, dikelilingi sambal kering dan salad sayuran. Dan ada semangkuk kuah opor ayam… wah… lezatnya..
Ternyata yang diatas meja tadi memang dipersiapkan untuk tetangga dan kerabat. Sedangkan kami makan dlm satu Loyang besar ini…
Abah memimpin doa
“Bismillahirrohmanirrohim…”
Ayo makan..!” teriak kami semua..

Sungguh indah, betap indahnya,,,. Aku merindukan suasana itu, Tapi hanya saat ramadhan menjelang bunda membuatnya.. kini ramadhan akan datang, tapi mereka jauh diseberang pulau.. aku rindu..

No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik meninggalkan jejak..